Kebijakan Konten

Yang dimaksud dengan konten di sini meliputi teks, foto, grafis, suara, dan video.

Sementara yang dimaksudkan dengan kebijakan di sini adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi dasar dalam membuat dan menayangkan konten di AGRIKAN.

  1. AGRIKAN fokus menyajikan konten agribisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski demikian, bukan berarti kami tidak menyajikan agribisnis skala besar. Kami tetap menyajikan agribisnis skala besar sebagai inspirasi bagi agribisnis UMKM untuk menjadi besar. Toh, agribisnis skala besar ini, pada awalnya dari agribisnis skala UMKM.
  2. Dalam konteks ke-Indonesia-an, tentu saja AGRIKAN diposisikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan agribisnis di Indonesia, terutama yang berskala UMKM. Di sini AGRIKAN tidak mempersoalkan apakah usaha agribisnis di Indonesia itu milik orang-orang Indonesia atau milik orang-orang asing. Bagi AGRIKAN, yang penting mendukung pertumbuhan dan perkembangan agribisnis untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
  3. Selain konten usaha agribisnis skala UMKM, kami juga menyajikan konten produk, baik primer maupun olahan, yang sesuai dengan standar nasional dan internasional, yang bermanfaat bagi konsumen agribisnis. Hal ini bagian dari edukasi kepada konsumen.
  4. Untuk sumber protein hewani, AGRIKAN juga akan menyajikan konten tentang daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Kami ingin memberikan informasi yang bermanfaat, baik, dan benar kepada konsumen. Hal ini juga bagian dari edukasi kepada konsumen.
  5. AGRIKAN juga akan menyajikan konten yang berkaitan dengan gizi seimbang. Dalam menyajikan konten gizi seimbang ini kami berpedoman pada Pedoman Gizi Seimbang (Pedoman Teknis bagi Petugas dalam Memberikan Penyuluhan Gizi Seimbang), yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, 2014. Hal ini juga bagian dari edukasi konsumen.
  6. Untuk membangun kredibilitas konten AGRIKAN, selain mendapatkan informasi lapangan, kami juga menggunakan referensi dari situs atau blog lain yang terpercaya, hasil-hasil penelitian, buku-buku, makalah, presentasi, dan sebagainya untuk melengkapi konten yang disajikan. Bahkan menautkan artikel ke ke situs yang terpercaya untuk menyajikan konten yang berkredibitas tinggi. AGRIKAN terinspirasi dengan cara wikihow (www.wikihow.com).
  7. AGRIKAN juga akan menyajikan data agribisnis dan keadaan yang mendukung agribisnis di Indonesia. Hal ini merupakan suatu rintisan. Suatu saat AGRIKAN akan membangun pusat data agribisnis. AGRIKAN terinspirasi dengan Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) yang didirikan wartawan senior, Christianto Wibisono.
  8. AGRIKAN akan membedakan dengan jelas, mana konten yang mengandung pesan-pesan komersial dan mana konten yang mengandung bukan pesan komersial. Pada konten yang mengandung pesan-pesan komersial, kami bedakan dengan mencantumkan “Advertorial”.
  9. Dalam menyajikan konten, kami berusaha menyajikan konten yang memancing rasa ingin tahun pembaca. Kemudian kami memaparkan kontennya dengan pilihan kata, kalimat-kalimat yang mudah dimengerti, dan paragraf-paragraf yang ramping agar mudah dipahami pembaca. AGRIKAN terinspirasi dengan cara atau gaya penulisan disway (www.disway.id).
  10. AGRIKAN menerima tulisan dari pihak luar untuk ditayangkan di blog ini. Tentu saja konten yang sejalan dengan visi dan misi AGRIKAN. Tapi AGRIKAN belum bisa memberikan imbalan. Yang bisa kami lakukan membagikan artikel tersebut melalui media sosial sehingga dapat meningkatkan peringkat penulis. Artikel dapat dikirim ke email: konten.agrikan@gmail.com.
  11. AGRIKAN berusaha menyajikan konten atau artikel yang panjangnya maksimal 1.000 kata (short-form content). Konten dengan panjang tidak lebih dari 1.000 kata ini lebih digemari pembaca. Tapi bukan berarti AGRIKAN tidak menyajikan konten dengan panjang 1.000 sampai 2.500 kata per artikel. Artikel panjang ini (long-form content) juga berguna untuk meningkatkan peringkat AGRIKAN di mesin pencari seperti Google Search Engine (GSE).
  12. Dalam menyajikan konten, AGRIKAN menggunakan asas manfaat. Konten yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan UMKM agribisnis serta juga konsumen dalam mengonsumsi produk-produk yang berkualitas, sesuai dengan standar nasional dan internasional.

Andre Indratama