Tentang Kami

Agrikan merupakan singkatan dari agrikultur, kehutanan, dan perikanan. Agrikultur (pertanian) meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

Agrikan adalah blog berbagi konten tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

Kami menyajikan konten yang bermanfaat bagi pelaku agribisnis, terutama  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengakses ilmu pengetahuan, teknologi, keuangan, dan pasar dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, efisiensi, profitabilitas, dan berkelanjutan.

Kami juga menyajikan konten yang bermanfaat bagi konsumen yang mengonsumsi produk-produk agribisnis, yang dihasilkan para pelaku agribisnis.

Konsumen mengerti produk-produk yang berkualitas sesuai standar yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Kami juga menyajikan konten regulasi yang mengatur ketentuan yang berlaku bagi para pelaku dan konsumen agribisnis.

Regulator (pemerintah) selalu berusaha memperhatikan kepentingan produsen, konsumen, dan masyarakat agribisnis dalam membuat peraturan atau kebijakan.

Kriteria UMKM menurut Badan Pusat Statistik

  • Usaha mikro dengan jumlah tenaga kerja 1-4 orang.
  • Usaha kecil dengan jumlah tenaga kerja 5-19 orang.
  • Usaha menengah dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang.

Kriteria UMKM menurut UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM

  • Usaha mikro. (i) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau (ii) mempunyai hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300 juta.
  • Usaha kecil. (i) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta sampai dengan paling banyak Rp500 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau (ii) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta sampai dengan paling banyak Rp2,5 miliar.
  • Usaha menengah. (i) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta sampai dengan paling banyak Rp10 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau (ii) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2,5 miliar sampai dengan paling banyak Rp50 miliar.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM serta Badan Pusat Statistik, 2017, jumlah UMKM di Indonesia sekitar 62.922.617 unit atau 99,99% dari total unit usaha. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50% bergerak di bidang agribisnis.

Data UMKM di Indonesia.

Visi Agrikan

Produsen agribisnis senang, konsumen agribisnis bahagia, dan regulator agribisnis berlaku adil.

Misi Agrikan

  1. Produsen agribisnis menghasilkan produk berkualitas dengan produktivitas tinggi, efisien, dan berkelanjutan.
  2. Konsumen memahami dan mendapatkan produk agribisnis yang berkualitas sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
  3. Regulator berlaku adil untuk kepentingan produsen agribisnis, konsumen agribisnis, dan masyarakat umum.

Agribisnis

Konsep agribisnis pertama kali diluncurkan John H. Davis dan Ray A. Goldberg dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, 1957, dalam buku A Concept of Agribusiness.

Di Indonesia, agribisnis banyak dipromosikan Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., guru besar emeritus agribisnis dari Institut Pertanian Bogor dan Menteri Pertanian 2000 – 2004.

Menurut Bungaran, sistem agribisnis terdiri atas lima subsistem.

Pertama, subsistem agribisnis hulu (up-stream agribusiness), yaitu industri-industri yang menghasilkan barang-barang modal bagi pertanian seperti industri perbenihan dan pembibitan, agrokimia, pakan, vaksin, serta alat dan mesin.

Biasanya subsistem ini disebut dengan faktor-faktor sarana produksi (saprodi).

Kedua, subsistem usaha tani atau produksi primer (on-farm agribusiness), yaitu kegiatan yang menggunakan barang-barang modal dan sumber daya alam untuk menghasilkan komoditas pertanian primer. Biasa disebut production subsystem. Awam menyebutnya budidaya.

Ketiga, subsistem pengolahan hasil-hasil pertanian (down-stream agribusiness), yaitu industri yang mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan, baik produk setengah jadi (intermediate product) maupun produk akhir (finished product).

Di sini antara lain meliputi industri makanan (food) dan minuman, industri serat alam (fibre), industri bahan bakar nabati (fuel), industri pakan (feed), industri biofarmaka, dan industri estetika.

Keempat, subsistem pemasaran (marketing subsystem), yang bersama industri pengolahan sering dikelompokan dalam subsistem down-stream agribusiness.

Subsistem ini merupakan kegiatan memperlancar pemasaran input (baik untuk produksi primer maupun pengolahan) maupun pemasaran output (produk segar dan produk olahan) ke pasar domestik dan pasar internasional.

Kelima, subsistem jasa penunjang (services for agribusiness), yaitu kegiatan yang menyediakan jasa bagi subsistem input (hulu), produksi primer, pengolahan, dan pemasaran.

Subsistem ini antara lain meliputi penelitian dan pengembangan, perbankan, asuransi, transportasi, pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan kebijakan pemerintah (ekonomi makro dan mikro serta tata ruang).

Tetapi menurut Prof. Dr. Ir. Pantjar Simatupang, MS, di dalam subsistem jasa penunjang, harus dipisahkan  antara subsistem usaha penunjang agribisnis (agribusiness supporting enterprises) dengan subsistem lingkungan pemberdaya agribisnis (agribusiness enabling environtment).

Usaha penunjang agribisnis antara lain perbankan, asuransi, dan jasa konsultasi, yang bisa dilakukan swasta dan pemerintah.

Sementara lingkungan pemberdaya agribisnis seperti infrastruktur publik (misalnya irigasi, transportasi, dan kelistrikan), standar norma dan regulasi pemerintah (seperti kebijakan fiskal dan moneter), yang sangat esensial dalam merangsang, mendorong, dan memperkuat agribisnis swasta harus dilakukan oleh pemerintah, bukan oleh swasta.

Berdasarkan pendapat Bungaran dan Pantjar di atas, maka sistem agribisnis terdiri atas enam subsistem.

  1. Subsistem input (input factor subsystem)
  2. Subsistem produksi primer (production subsystem)
  3. Subsistem pengolahan (processing subsystem)
  4. Subsistem pemasaran (marketing subsystem)
  5. Subsistem jasa penunjang (supporting enterprises subsystem)
  6. Subsistem lingkungan pemberdaya (enabling environtment subsystem)

Sebagai kegiatan ekonomi yang berbasis sumber daya hayati, agribisnis terdiri atas enam subsektor. Bungaran sering menyebut keenam subsektor ini dengan mega sektor agribisnis.

  1. Tanaman pangan (food crops)
  2. Hortikultura (horticultures)
  3. Perkebunan (estate crops)
  4. Kehutanan (forestry)
  5. Peternakan (livestock)
  6. Perikanan (fishery)

Jika seluruh kegiatan perekonomian mega sektor agribisnis dihitung secara sistem agribisnis, maka menurut Bungaran, 2019, kontribusi agribisnis terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar 45%. Sementara menurut Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 2016, sekitar 55%.

Kategori

Sewaktu kami mau membuat kategori konten, kami terlebih dahulu membuat matrik mega sektor agribisnis dan sistem agribisnis. Kolom kiri mega sektor agribisnis dan baris atas sistem agribisnis.

Sistem agribisnis terdiri atas sarana (input), budidaya (produksi primer), pengolahan, pemasaran, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan (lingkungan pemberdaya agribisnis).

Sistem dan mega sektor agribisnis.

Berdasarkan matrik mega sektor dan sistem agribisnis, kami membagi konten Agrikan terdiri atas Feature, Sarana, Budidaya, Penangkapan, Pengolahan, Sainstek, Review, Hobi, dan Wisata. Kategori yang berisi postingan ini, di dalam website atau blog biasa disebut navigasi utama.

Feature

  • Memuat konten pemasaran, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil pelaku agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil pelaku pembuat peraturan dan kebijakan agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.

Sarana

  • Memuat konten sarana agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil perusahaan sarana agribisnis kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.

Budidaya

  • Memuat konten budidaya agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil perusahaan agribisnis yang bergerak di bidang budidaya, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, dan perikanan hias.

Penangkapan

  • Memuat konten sarana, pemasaran, jasa penunjang serta peraturan dan kebijakan perikanan tangkap.
  • Memuat konten profil pelaku dan perusahaan di bidang perikanan tangkap.
  • Memuat konten profil pelaku dan perusahaan jasa penunjang di bidang perikanan tangkap.
  • Memuat konten profil pejabat yang membuat peraturan dan kebijakan di bidang perikanan tangkap.

Pengolahan

  • Memuat konten proses pengolahan produk segar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
  • Memuat konten profil perusahaan di bidang pengolahan, baik pangan maupun non-pangan.

Sainstek

  • Memuat konten ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang sarana, budidaya, penangkapan, pengolahan, pemasaran, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan agribisnis secara lengkap dan dalam untuk menambah wawasan pembaca.
  • Memuat konten hasil penelitian dan pengembangan, orasi ilmiah guru besar, desertasi doktor, dan sebagainya di bidang agribisnis.

Review

  • Memuat konten ulasan produk segar dan olahan, kecuali tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, dan perikanan hias.
  • Memuat konten ulasan produk-produk agribisnis yang menyimpang atau dipalsukan.
  • Memuat konten ulasan perlindungan konsumen terhadap produk-produk agribisnis, baik segar maupun olahan.

Hobi

  • Memuat konten sarana, budidaya, penangkapan, pengolahan, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan untuk tanaman hias dan hewan kesayangan.
  • Memuat konten profil pelaku dan perusahaan di bidang tanaman hias dan hewan kesayangan.
  • Memuat konten profil pelaku pembuat peraturan dan kebijakan di bidang tanaman hias dan hewan kesayangan.

Wisata

  • Memuat konten destinasi wisata di bidang agribisnis.
  • Memuat konten pelaku dan perusahaan wisata di bidang agribisnis.
  • Memuat konten profil pembuat kebijakan wisata di bidang agribisnis.
  • Memuat destinasi wisata yang merupakan ikon suatu daerah atau negara.

Selain navigasi utama tentang postingan, kami juga menyusun navigasi kedua yang memuat informasi tentang website atau blog, yaitu Tentang Kami, Kontak Kami, Pengelola, Kebijakan Konten, Kebijakan Iklan, dan Pedoman Media Siber.

Terinspirasi wikihow dan disway

Kami terinspirasi wikihow (www.wikihow.com) dan disway (www.disway.id).

Dari wikihow, kami tertarik dengan filosofinya bahwa everything you read on wikihow was written by someone who wanted to help someone else (sesuatu yang Anda baca di wikihow ditulis oleh seseorang yang ingin menolong orang lain).

Fokus wikihow adalah teaching anyone in the world how to do anything (mengajarkan kepada setiap orang di dunia bagaimana melakukan sesuatu dengan baik dan benar).

Dari disway (Dahlan Iskan’s Way), kami tertarik dengan cara penulisan yang sederhana, dengan kalimat yang pendek-pendek, dan mudah dimengerti.

Kalau wikihow (sudah ada edisi Bahasa Indonesia-nya) menuliskan segala hal tentang how to do anything, maka Agrikan hanya fokus pada how to do anything di bidang agribisnis.

Tetapi di dalam praktik, tentu saja ada sejumlah penyesuaian, bahkan perbaikan untuk mengikuti standar yang berlaku, yang terus berubah.

(Andre Indratama)