Tentang Kami

Agrikan merupakan singkatan dari agrikultur, kehutanan, dan perikanan. Agrikultur (pertanian) meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

Agrikan adalah blog berbagi konten tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., pakar agribisnis dari IPB Bogor, biasa menyebut keenam subsektor tersebut dengan megasektor agribisnis.

Berdasarkan klasifikasi Lapangan Usaha dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB), Badan Pusat Statistik (BPS) mengelompokkan megasektor agribisnis ini ke dalam kelompok 1 (dari total 9 Lapangan Usaha), yaitu Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan.

Kelompok 1 ini terdiri atas Tanaman Bahan Makanan (tanaman pangan dan hortikultura), tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan, dan perikanan. Kelompok 1 ini merupakan produksi primer. Untuk pengolahannya masuk ke kelompok 3: Industri Pengolahan.

Kami menyajikan konten yang bermanfaat bagi pelaku agribisnis, terutama  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengakses ilmu pengetahuan, teknologi, keuangan, dan pasar dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, efisiensi, profitabilitas, dan berkelanjutan.

Kriteria UMKM menurut Badan Pusat Statistik

  • Usaha mikro dengan jumlah tenaga kerja 1-4 orang.
  • Usaha kecil dengan jumlah tenaga kerja 5-19 orang.
  • Usaha menengah dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang.

Kriteria UMKM menurut UU No. 20 Tahun 2008

  • Usaha mikro. (i) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau (ii) mempunyai hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300 juta.
  • Usaha kecil. (i) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta sampai dengan paling banyak Rp500 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau (ii) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta sampai dengan paling banyak Rp2,5 miliar.
  • Usaha menengah. (i) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta sampai dengan paling banyak Rp10 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau (ii) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2,5 miliar sampai dengan paling banyak Rp50 miliar.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM serta Badan Pusat Statistik, 2017, jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 62.922.617 unit atau sekitar 99,99% dari total unit usaha yang sebanyak 62.928.077. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50% bergerak di bidang agribisnis.

Data UMKM di Indonesia.

Selain menyajikan konten usaha UMKM, kami juga menyajikan konten yang bermanfaat bagi konsumen yang mengonsumsi produk-produk agribisnis, yang dihasilkan para pelaku agribisnis.

Konsumen mengerti produk-produk yang berkualitas sesuai standar nasional dan internasional.

Kami juga menyajikan konten regulasi yang mengatur ketentuan-ketentuan di bidang agribisnis.

Regulator (pemerintah) selalu berusaha memperhatikan kepentingan produsen, konsumen, dan masyarakat secara berkeadilan dalam membuat peraturan atau kebijakan di bidang agribisnis.

Visi Agrikan

Produsen agribisnis senang, konsumen agribisnis bahagia, dan regulator agribisnis berlaku adil.

Misi Agrikan

  1. Produsen agribisnis menghasilkan produk berkualitas dengan produktivitas tinggi, efisien, menguntungkan, dan berkelanjutan.
  2. Konsumen memahami dan mendapatkan produk agribisnis yang berkualitas sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
  3. Regulator berlaku adil untuk kepentingan produsen agribisnis, konsumen agribisnis, dan masyarakat umum.

Agribisnis

Konsep agribisnis pertama kali diluncurkan John H. Davis dan Ray A. Goldberg dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, 1957, dalam buku A Concept of Agribusiness. Bahwa pertanian itu  bisa tumbuh, berkembang, dan sejahterakan pelaku usaha jika dikelola secara sistem agribisnis.

Di Indonesia, konsep ini dipopulerkan oleh Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., dosen dan pakar agribisnis dari IPB Bogor. Konsep ini juga diuraikan oleh Prof. Dr. Ir. Pantjar Simatupang, MS, yang juga dari IPB. Menurut mereka, sistem agribisnis itu terdiri atas enam subsistem.

Pertama, subsistem input (input factor system atau up-stream agribusiness), yaitu industri-industri yang menghasilkan barang-barang modal bagi pertanian seperti industri perbenihan dan pembibitan, agrokimia, pakan, vaksin, vitamin, mineral serta alat dan mesin pertanian.

Kedua, subsistem usaha tani atau produksi primer (production subsystem atau onfarm agribusiness), yaitu kegiatan yang menggunakan barang-barang modal dan sumberdaya alam untuk menghasilkan komoditas pertanian primer. Subsistem ini biasa dikenal dengan budidaya.

Ketiga, subsistem pengolahan hasil-hasil pertanian (processing subsystem), yaitu industri yang mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan, baik olahan kuliner (dimasak pada saat dipesan) maupun olahan massal (diproduksi secara massal, setelah itu dipasarkan).

Produk olahan massal bisa berupa barang setengah jadi (intermediate product) maupun produk akhir (finished product). Di sini antara lain industri makanan, minuman, dan bahan bakar nabati.

Keempat, subsistem pemasaran (marketing subsystem). Subsistem ini merupakan kegiatan untuk memperlancar pemasaran input (baik untuk produksi primer maupun pengolahan), produk segar, dan produk olahan, baik ke pasar domestik maupun ke pasar internasional.

Di dalam subsistem pemasaran ini terdapat konsumen. Karena itulah, pelaku usaha agribisnis juga mesti menghasilkan produk-produk agribisnis yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Dukungan konsumen sangat penting dalam menumbuh-kembangkan agribisnis.

Kelima, subsistem jasa penunjang (agribusiness supporting enterprises), yaitu kegiatan yang menyediakan jasa bagi subsistem input (hulu), produksi primer, pengolahan, dan pemasaran.

Subsistem ini antara lain penelitian dan pengembangan, perbankan, asuransi, transportasi, pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan, yang dapat dilakukan swasta maupun pemerintah.

Keenam, subsistem lingkungan pemberdaya agribisnis (agribusiness enabling environment).

Subsistem ini antara lain infrastruktur publik (misalnya irigasi, transportasi, dan kelistrikan), standar norma dan regulasi pemerintah, yang sangat esensial dalam merangsang, mendorong, dan memperkuat agribisnis swasta sehingga harus dilakukan oleh pemerintah, bukan swasta.

Subsistem pengolahan, subsistem pemasaran, dan subsistem jasa penunjang biasa disebut dengan down-stream agribusiness. Sementara itu seluruh subsistem input, pengolahan, pemasaran, jasa penunjang, dan lingkungan pemberdaya biasa disebut off-farm agribusiness.

Hal ini dimaksudkan untuk membedakannya dengan on-farm agribusiness (produksi primer).

Berdasarkan lokasi usahanya, ada juga yang membedakan agribisnis perkotaan dan pedesaan.

Sebagai kegiatan ekonomi berbasis sumberdaya hayati, agribisnis terdiri atas enam subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

Jika seluruh kegiatan perekonomian megasektor agribisnis ini dihitung secara sistem agribisnis,  menurut Prof. Bungaran, 2019, kontribusi agribisnis terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar 45%. Menurut Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 2016, sekitar 55%.

Sementara kalau dihitung dari segi produksi primer seperti yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), maka yang muncul adalah kontribusi on-farm agribusiness (produksi primer) terhadap PDB sekitar 13%. Sementara kontribusi subsistem agribinis lain masuk ke kelompok lainnya.

Misalnya subsistem pengolahan. Kontribusi PDB-nya masuk kelompok 3: Industri Pengolahan. Karena itu dalam menghitung kontribusi megasektor agribisnis terhadap PDB menggunakan Tabel-Input Output. Sederhananya, dihitung berdasarkan rantai pasok agribisnis secara sistem.

Kategori

Sewaktu mau membuat kategori konten, kami terlebih dahulu membuat matrik megasektor dan sistem agribisnis. Kolom kiri megasektor agribisnis dan baris atas sistem agribisnis.

Sistem agribisnis terdiri atas sarana (input), budidaya (atau penangkapan), pengolahan, pemasaran, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan (lingkungan pemberdaya agribisnis).

Sistem dan mega sektor agribisnis.

Berdasarkan matrik megasektor dan sistem agribisnis, kami membagi konten Agrikan terdiri atas Feature, Sarana, Budidaya, Penangkapan, Pengolahan, Sainstek, Edusikan, Review, Data, Hobi, dan Wisata. Pada website atau blog, kategori berisi postingan ini disebut navigasi utama.

Feature

  • Memuat konten pemasaran, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil pelaku agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil pelaku pembuat peraturan dan kebijakan agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.

Sarana

  • Memuat konten sarana agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil perusahaan sarana agribisnis kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, perikanan tangkap, dan perikanan hias.

Budidaya

  • Memuat konten budidaya agribisnis, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, dan perikanan hias.
  • Memuat konten profil perusahaan agribisnis yang bergerak di bidang budidaya, kecuali untuk tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, dan perikanan hias.

Penangkapan

  • Memuat konten sarana, pemasaran, jasa penunjang serta peraturan dan kebijakan perikanan tangkap.
  • Memuat konten profil pelaku dan perusahaan di bidang perikanan tangkap.
  • Memuat konten profil pelaku dan perusahaan jasa penunjang di bidang perikanan tangkap.
  • Memuat konten profil pejabat yang membuat peraturan dan kebijakan di bidang perikanan tangkap.

Pengolahan

  • Memuat konten proses pengolahan produk segar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
  • Memuat konten profil perusahaan di bidang pengolahan, baik pangan maupun non-pangan.

Sainstek

  • Memuat konten ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang sarana, budidaya, penangkapan, pengolahan, pemasaran, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan agribisnis secara lengkap dan dalam untuk menambah wawasan pembaca.
  • Memuat konten hasil penelitian dan pengembangan, orasi ilmiah guru besar, desertasi doktor, dan sebagainya di bidang agribisnis.

Edusikan

  • Edusikan merupakan singkatan dari Edukasi dan Agrikan. Kategori ini memuat info-info praktis yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan konsumen dan pelaku usaha.
  • Menyajikan buku-buku praktis yang bermanfaat bagi pelaku usaha dan konsumen agribisnis.
  • Menyajikan info pelatihan, diskusi, seminar, talkshow, lokakarya, dan prospek agribisnis.

Review

  • Memuat konten ulasan produk segar dan olahan, kecuali tanaman hias, wisata, hewan kesayangan, dan perikanan hias.
  • Memuat konten ulasan produk-produk agribisnis yang menyimpang atau dipalsukan.
  • Memuat konten ulasan perlindungan konsumen terhadap produk-produk agribisnis, baik segar maupun olahan.

Data

  • Menyajikan data yang bermanfaat bagi pelaku usaha, konsumen, dan pembuat kebijakan.
  • Data yang disajikan meliputi data agribisnis dan umum yang berkaitan dengan agribisnis.

Hobi

  • Memuat konten sarana, budidaya, penangkapan, pengolahan, jasa penunjang, serta peraturan dan kebijakan untuk tanaman hias dan hewan kesayangan.
  • Memuat konten profil pelaku dan perusahaan di bidang tanaman hias dan hewan kesayangan.
  • Memuat konten profil pelaku pembuat peraturan dan kebijakan di bidang tanaman hias dan hewan kesayangan.

Wisata

  • Memuat konten destinasi wisata di bidang agribisnis.
  • Memuat konten pelaku dan perusahaan wisata di bidang agribisnis.
  • Memuat konten profil pembuat kebijakan wisata di bidang agribisnis.
  • Memuat destinasi wisata yang merupakan ikon suatu daerah atau negara.

Selain navigasi utama, ada juga navigasi kedua yang memuat informasi blog, yaitu Tentang Kami, Kontak Kami, Pengelola, Kebijakan Konten, Kebijakan Bisnis, dan Pedoman Media Siber.

Pada Pedoman Media Siber ini, kami menyajikan Pedoman Pemberitaan Media Siber, Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Hak Jawab, serta Penerapan Hak Tolak dan Pertanggungjawan Hukum dalam Perkara Jurnalistik. Semua materinya kami kutip dari buku saku terbitan Dewan Pers.

Terinspirasi wikihow dan disway

Kami terinspirasi wikihow (www.wikihow.com) dan disway (www.disway.id).

Dari wikihow, kami tertarik filosofinya: everything you read on wikihow was written by someone who wanted to help someone else (sesuatu yang Anda baca di wikihow ditulis oleh orang yang ingin membantu orang lain).

Fokus wikihow: teaching anyone in the world how to do anything.

Dari disway (Dahlan Iskan’s Way), kami tertarik dengan cara penulisan yang sederhana, mudah dimengerti, dengan kalimat pendek-pendek, yang mungkin “melanggar” tatabahasa. Tapi yang penting, pembaca mengerti dan memahami pesan yang disampaikan lewat tulisan.

Kalau wikihow menuliskan segala hal tentang how to do anything (bagaimana melakukan sesuatu dengan baik dan benar), maka Agrikan fokus pada how to do anything agribisnis.

Andre Indratama

Diperbaharui terakhir, Jumat, 6 Maret 2020.