Renaldo Santosa Direktur Utama Japfa Comfeed
Pabrik PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan Renaldo Santosa.

AGRIKAN.ID – Renaldo Santosa diangkat sebagai Direktur Utama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu, 5 April 2023, di Jakarta. Renaldo menggantikan posisi ayahnya, Handojo Santosa, yang wafat pada Minggu, 26 September 2022.

Renaldo merupakan anak pertama pasangan Handojo Santosa dan Farida Gustimego. Gabriella dan Raffaela merupakan adik kembarnya Renaldo dan adik bungsunya adalah Mikael Santosa.

Renaldo memulai karirnya di Grup Japfa pada September 2011 sebagai Business Development Executive segera setelah lulus kuliah. Ia memiliki gelar Bachelor of Science (Second Class Honours) di bidang Food Science with Business dari University of Reading, Inggris.

Lihat juga: Start-up teknologi peternakan

Pada 1 Desember 2022, ia diangkat sebagai Direktur Eksekutif Japfa dan terpilih kembali 17 April 2023. Setelah Handojo Santosa wafat, Renaldo menjadi Alternate Director to Executive Chairman.

Handojo Santosa sendiri adalah anak pertama dari pasangan Ferry Teguh Santosa dan Carla Widjaja Santosa. Adik Handojo, Mieke, menikah dengan Hendrick Kolonas. Mieke dan Hendrick dikaruniai tiga anak, yaitu Aldrian Irvan Kolonas, Marcellina Claudia Kolonas, dan Rachel Anastasia Kolonas.

Kemudian Tati, adik Mieke, menikah dengan Boyke Gozali, sepupu Hendrick Kolonas. Tati dan Boyke dikaruniai tiga anak, yaitu Amelia Gozali, Harris Gozali, dan Charlina Gozali.

Ferry Teguh Santosa lebih dikenal sebagai pendiri Grup Ometraco, perusahaan dagang dan industri, terutama peralatan perkantoran. Kemudian pada 18 Januari 1971, keluarga Ferry mendirikan PT Java Pelletizing Factory Ltd (JAPFA), dengan fokus bisnis pada pemasaran produk utama kopra pelet.

Lihat juga: Edufarmers inovasi teknologi pertanian

Pada tahun 1975, Japfa merambah ke bisnis pakan ternak dan bisnis pembibitan ayam tahun 1982. Pada tahun 1989 mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Tahun 1990 Japfa mengakuisisi empat perusahaan pakan ternak dan mengubah namanya menjadi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Mayoritas pemegang saham Japfa, yang berkode JPFA di Bursa Efek Indonesia, adalah Japfa Ltd (Singapura) dan selebihnya saham publik. Sekitar 80,39% saham Japfa Ltd dikuasai keluarga Santosa.

Komposisi komisaris dan direksi Japfa Comfeed

Pada RUPST, Rabu, 5 April 2023, hanya posisi Direktur Utama Japfa yang berubah, yaitu Renaldo Santosa, yang menggantikan posisi Handojo Santosa (yang menjadi direktur utama Japfa sejak 1997 sampai meninggal Minggu, 26 September 2022). Posisi komisaris dan direksi lainnya tidak berubah.

Komisaris Utama H. Syamsir Siregar, Wakil Komisaris Utama Bambang Budi Hendarto, serta Hendrick Kolonas dan Ito Sumardi Djuni Sanyoto Komisaris. Wakil Direktur Utama Tan Yong Nang. Antonius Harwanto Suryo Sembodo, Leo Handoko Laksono, dan Rachmat Indrajaya masing-masing Direktur.

Segmen bisnis Japfa Comfeed

Segmen bisnis Japfa ada enam, yaitu pakan ternak, pembibitan ayam, peternakan komersial dan pengolahan, budidaya perairan, peternakan sapi, perdagangan dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan bidang usahanya, yaitu pertanian, peternakan, perikanan, perindustrian, dan perdagangan umum.

Perusahaan ini memproduksi dan memasarkan pakan ternak, terutama pakan unggas. Bermerek Comfeed dan Benefeed, Japfa menguasai pangsa pasar kedua industri pakan unggas di Indonesia. Pangsa pasar pertama industri pakan unggas tetap dikuasai PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Lihat juga: PT Intan Kenkomayo Indonesia

Pada segmen pembibitan ayam, Japfa Comfeed memproduksi dan memasarkan anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC) broiler (ayam ras pedaging) dan layer (ayam ras petelur).

Japfa memiliki hak ekslusif menjual dan mendistribusikan bibit ayam galur (strain) Indian River dari Aviagen (Amerika Serikat) dan galur Lohmann Brown dari Lohmann Tierzucht (Jerman) di Indonesia.

Untuk peternakan komersial dan pengolahan hasil peternakan, perusahaan menjalankan kegiatan usaha peternakan ayam pedaging dan pemotongan ayam, serta pengolahan daging ayam menjadi produk konsumen. Produk olahannya antara lain sosis, bakso, kornet, nuget, dan skelop ayam.

Untuk budidaya perairan, kegiatan usaha yang dilakukan meliputi produksi pakan ikan, pakan udang, pakan sidat, pembibitan udang dan ikan air tawar, budidaya udang, budidaya sidat, budidaya ikan air tawar, serta industri pengolahan ikan dan cold storage (gudang pendinginan produk perikanan).

Untuk segmen usaha peternakan sapi, kegiatan yang dilakukan antara lain pengembangbiakan sapi potong, penggemukan, rumah potong hewan (RPH), dan produksi daging yang bernilai tambah.

Sebagai perusahaan peternakan terpadu, Japfa juga mengembangkan segmen usaha pendukung bisnis utama. Segmen perdagangan dan lain-lain ini terdiri atas unit karung plastik, pengolahan bungkil kopra, pengangkutan, vaksin hewan, serta obat-obatan hewan dan peralatan peternakan.

Sebagai perusahaan penyedia protein hewani, Japfa Comfeed selalu menyediakan produk-produk yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal), terbaik, berkualitas, dan dengan harga yang terjangkau.

Kinerja keuangan Japfa Comfeed tahun buku 2022

Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama (Growing Towards Mutual Prosperity) merupakan visi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Perusahaan berkeyakinan, kesuksesannya dibangun atas dasar keyakinan membina hubungan yang saling menguntungkan berdasarkan kepercayaan dan integritas.

Bercermin pada tagline tersebut, kinerja keuangan Japfa Comfeed tahun buku 2022 relatif baik. Penjualannya meningkat sekitar 9,12% menjadi Rp48,97 triliun dibanding 2021. Penjualan tersebut didorong dari segmen peternakan komersial Rp18,96 triliun dan pakan ternak Rp13,19 triliun.

Lihat juga: PT Kona Bay Indonesia

Meski penjualan meningkat, tetapi beban pokok penjualan juga meningkat 12,02% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp41,28 triliun. Peningkatan beban pokok penjualan tersebut didorong pos bahan baku dan kemasan yang meningkat 14,26% dibanding tahun 2021 menjadi Rp36,67 triliun.

Dengan kenaikan beban pokok penjualan tersebut, membuat laba bersih (net income) Japfa Comfeed tahun 2022 turun 29,80% dibanding tahun 2021 menjadi Rp1,42 triliun. Dengan jumlah saham yang diterbitkan Japfa Comfeed 11,62 miliar lembar, maka laba bersih per saham Rp122.

Menurut Erwin Djohan, Kepala Divisi Pengawasan Keuangan Japfa Comfeed, dividen (laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham) Rp50/lembar atau total Rp581 miliar atau sekitar 40,98% dari total laba bersih. Sisanya, Rp836,64 miliar antara lain untuk belanja modal (capital expenditure).

Menurut Leo Handoko Laksono, Japfa Comfeed terus melakukan adaptasi, inovasi, dan penguatan kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi tekanan global dan tantangan perekonomian.

Lihat juga: Ekspor sidat, tilapia, dan pakan udang

Misalnya pada segmen peternakan komersial, Japfa Comfeed mendorong mitranya menggunakan close house (kandang tertutup) yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Pada segmen budidaya perairan, menurut Leo Handoko, Japfa Comfeed telah membuka fasilitas hatchery (pembenihan udang vaname) untuk menjawab tantangan pasar yang menunjukkan pertumbuhan grafiknya meningkat dan memperluas pasar ekspor produk pengolahan perikanan.

Syatrya Utama | Jurnalis dan Alumni IPB University | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Dokumen dari perpustakaan agrikan.id.
  2. Dokumen hasil RUPST, Rabu, 5 April 2023, yang diakses melalui webiste japfa.com.
  3. https://investasi.kontan.co.id/news/japfa-comfeed-indonesia-jpfa-bagikan-dividen-tunai-rp-581-miliar.