AGRIKAN.ID – Program MGB (Makan Bergizi Gratis) saat ini justru tidak melibatkan orangtua dan guru/sekolah. Padahal, gizi adalah tentang pengetahuan dan pendidikan.
Pemahaman tentang gizi seharusnya menjadi pengetahuan orang sepanjang masa, yang dipupuk sejak masa kecil.
Perancang progran MBG seharusnya belajar dari buku Mustikarasa. Ini buku yang diterbitkan 60 tahun lalu pada masa Presiden Soekarno. Buku ini setebal 1.200 hlm dan berisi 1.600 resep masakan dari seluruh penjuru Indonesia.
Resep itu mencerminkan tak hanya keragaman budaya kuliner tapi juga keragaman hayati sumber pangan.
Lihat juga: Gairah Makan Bergizi Gratis
Bung Karno memaksudkannya sebagai manifesto politik kedaulatan dan keragaman pangan.
Itu bukan cuma buku resep, tapi juga panduan gizi. Sepertiga awal buku ini berisi pengetahuan tentang gizi, sumber pangan dan cara mengolahnya. Bahkan termasuk mengatur dapur dan tata meja.
Ilmu seperti ini yang seharusnya diberikan kepada siswa bersama makanan yang diberikan. Kalau perlu anak diajari mencari sumber pangan dari daerah setempat dan cara memasaknya.
Itu akan menjadi pengetahuan yang abadi sampai tua. Bukan sekadar dicekoki pangan yang sudah disediakan oleh vendor, yang menghabiskan hampir separo biaya untuk aspek lain di luar makanan (gedung, mobil, motor listrik, information technology, personalia humas).
Farid Gaban | Jurnalis Senior














