jagung hibrida bioteknologi Syngenta berkeunggulan ganda
Memanen varietas jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti di Agrotechnopark, Universitas Jember, Jawa Timur. Foto ini diakses dari banten.antaranews.com.

AGRIKAN.ID – Sebaiknya petani mulai beralih menanam varietas jagung hibrida bioteknologi Syngenta Indonesia, yaitu NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti.

Ketiga varietas jagung hibrida bioteknologi tersebut dihasilkan dari penelitian yang lama dengan menggunakan teknologi rekayasa genetik, yang biasa dikenal dengan transgenik atau biotek.

Varietas jagung hibrida bioteknologi tersebut pertama kali diperkenalkan di Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Padang, Sumatra Barat, Juni 2023.

Lihat juga: Fase pertumbuhan tanaman jagung

Kemudian Syngenta Indonesia terus mengomunikasikan keunggulan-keunggulan ketiga varietas jagung hibrida bioteknologi yang pertama kali mendapatkan sertifikat pelepasan di Indonesia.

Keunggulan ganda varietas jagung hibrida bioteknologi

Varietas jagung hibrida bioteknologi itu berkeunggulan ganda. Pertama, toleran terhadap glifosat. Kedua, tahan terhadap hama ulat penggerek batang (Asian Corn Borer/Ostrinia furnacalis).

Dengan toleran terhadap glifosat, akan memperpanjang jangka waktu penggunaan herbisida yang berbahan aktif glifosat dalam mengendalikan gulma pada tanaman jagung.

Selain menekan pengurangan hasil panen gegara gangguan gulma (rumput liar) pada tanaman jagung, juga dapat menekan biaya aplikasi herbisida berbahan aktif glifosat.

Lihat juga: Membangun persepsi positif terhadap biotek

Dengan tahan terhadap hama ulat penggerek batang membuat petani jagung lebih tenang dan nyaman.

Lo, kok bisa petani jagung tenang dan nyaman?

Begini ya. Tingkat kehilangan hasil panen gegara hama ulat penggerek batang ini bisa mencapai 80%.

Bayangkan. Hama ulat penggerek batang ini menyerang tanaman jagung mulai dari fase vegetatif sampai generatif.

Imago (ngengat) meletakkan telurnya di permukaan bawah daun jagung. Telur yang baru menetas menghasilkan ulat.

Ulat menggerek daun muda yang masih menggulung. Kemudian ulat juga menyerang batang hingga ke tongkol jagung.

Selama ini petani jagung menggunakan berbagai macam insektisida untuk membungkam serangan hama tersebut.

Lihat juga: 7 Jenis tanaman jagung

Dengan menanam varietas jagung hibrida bioteknologi membuat petani tidak pusing menghadapi hama penggerek batang. Sebab tanaman jagung sendiri bisa membungkam hama tersebut.

Selain itu, menurut Fauzi Tubat, Seed Business Head Syngenta Indonesia, produktivitas varietas jagung hibrida bioteknologi lebih tinggi 10% dibandingkan varietas jagung hibrida konvensional.

Dengan keunggulan varietas jagung hibrida bioteknologi tersebut, petani bisa menekan biaya produksi sekitar 30%. Di sisi lain, petani jagung juga dapat menikmati peningkatan produktivitas.

“Selain biaya produksi bisa ditekan 30% lebih, selama masa budidaya tenang dan nyaman, karena terbebas dari ancaman hama penggerek batang yang menakutkan,” kata Abubakar, petani jagung asal Jember, Jawa Timur, sebagaimana dikutip investor.id.

“Dengan keunggulan ganda tersebut, varietas unggul ini dapat membantu petani menekan ongkos produksi, meningkatkan kualitas hasil panen, dan menjadikan budidaya jagung lebih mudah dan nyaman,” kata Fauzi, sebagaimana dikutip investor.id.

Produktivitas tanaman jagung

Menurut Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, sasaran produksi jagung nasional pada tahun 2023 sebesar 30 juta ton jagung pipilan kering.

Untuk mencapai sasaran tersebut, dibutuhkan sasaran luas tanam jagung sekitar 5,26 juta hektar.

Hal itu disampaikan Suwandi dalam sambutan tertulisnya pada Seminar Nasional Bioteknologi: Adopsi Bioteknologi untuk Akselerasi Ketahanan Pangan, Selasa, 12 September 2023, di Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur.

Salah satu cara menggapai sasaran produksi jagung tersebut adalah meningkatkan produktivitas.

Lihat juga: 6 Cara pengelompokan jagung

Sebagaimana kita ketahui, potensi produksi jagung lokal sekitar 3-4 ton jagung pipilan kering/hektar, jagung komposit 5-7 ton/hektar, dan jagung hibrida konvensional 12-14 ton/hektar.

“Jagung hibrida yang memiliki potensi hasil lebih tinggi dari varietas-varietas jagung komposit merupakan salah satu upaya untuk peningkatan produksi jagung,” kata Suwandi sebagaimana dikutip banten.antaranews.com.

Dengan potensi produksi lebih tinggi sekitar 10% dibandingkan jagung hibrida konvensional, membuat jagung hibrida bioteknologi dapat mendongkrak hasil panen jagung nasional.

Selama ini rata-rata produktivitas jagung nasional (kombinasi jagung lokal, komposit, dan hibrida konvensional) sekitar 5,3 ton jagung pipilan kering/hektar.

Dengan menanam jagung hibrida bioteknologi, yang potensi produksinya 11,8 ton jagung pipilan kering/hektar, dapat meningkatkan rata-rata produktivitas jagung nasional menjadi 7 ton/hektar.

Jika semua petani menanam jagung hibrida bioteknologi pada lahan sasaran seluas 5,26 juta hektar, diharapkan dapat dihasilkan produksi jagung nasional sekitar 36,82 juta ton jagung pipilan kering.

Memanen jagung hibrida bioteknologi

Pada Selasa, 12 September 2023, Syngenta Indonesia memanen jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti di Agrotechnopark, Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur.

UNEJ terus berkomitmen mengembangkan bioteknologi pertanian, perkebunan, dan kesehatan.

Sejak ditetapkan Kemendikbudristek sebagai perguruan tinggi dengan keunggulan bioteknologi pada tahun 2016, sudah banyak penelitian bioteknologi yang dihasilkan UNEJ.

Salah satunya varietas tebu toleran kekeringan bekerjasama dengan PTPN XI. Untuk memperluas pengembangan bioteknologi, UNEJ menjalin kerjasama dengan PT Syngenta Seed Indonesia.

Lihat juga: Saat optimal memanen jagung

Salah satu wujud kerjasama tersebut adalah kegiatan demonstration plot (demplot) di lahan seluas 0,5 hektar di Agrotechnopark, UNEJ, di daerah Jubung.

Di demplot tersebut ditanam benih jagung NK 212 S, produk bioteknologi terbaru PT Syngenta Seed Indonesia.

Pemanenan jagung hibrida bioteknologi NK 212 S di demplot tersebut dilakukan rektor UNEJ dan jajaran petinggi PT Syngenta Seed Indonesia, Rabu, 13 September 2023.

Menurut Imam Sujono, Marketing Head PT Syngenta Seed Indonesia, varietas benih jagung NK 212 S ini toleran terhadap glifosat, tahan terhadap hama ulat penggerek batang, dan produktivitasnya lebih tinggi 10% dibandingkan jagung hibrida konvensional.

Varietas NK 212 S sudah mendapat izin untuk diedarkan di pasar sejak 6 Maret 2023. Tetapi, rencananya varietas NK 212 S ini akan dipasarkan tahun 2024.

Ketersediaan benih jagung hibrida bioteknologi Syngenta

Menurut Fauzi Tubat, benih jagung unggul varietas NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti diproduksi di Indonesia dengan melibatkan sekitar 60 ribu petani.

“Kami berkomitmen untuk menyiapkan ketersediaan benih jagung bioteknologi untuk setidaknya 1.000 hektar/provinsi mulai tahun 2024,” kata Fauzi Tubat sebagaimana dikutip antaranews.com.

Penyediaan benih varietas jagung hibrida bioteknologi, menurut Fauzi, merupakan wujud komitmen dan perhatian besar Syngenta terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi para petani jagung.

Lihat juga: 15 Negara produsen terbesar jagung

Sudah lebih 20 tahun Syngenta menghasilkan benih yang berkualitas. Hal tersebut untuk membantu para petani di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan memberikan solusi yang terbaik.

“Kami memiliki komitmen kuat untuk terus melakukan riset guna menghasilkan varietas terbaik untuk petani,” kata Fauzi sebagaimana dikutip banten.antaranews.com.

“Kami juga secara berkelanjutan mendampingi dan memberikan pelatihan budidaya jagung kepada petani sebagai awal dari hasil panen yang baik,” tambahnya.

Dengan menanam varietas jagung hibrida bioteknologi Syngenta, selain dapat menekan biaya produksi, petani juga diharapkan dapat menikmati peningkatan produktivitas.

Syatrya Utama | Bloger, Jurnalis, dan Alumni IPB University | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. https://unej.ac.id/blog/2023/09/14/universitas-jember-terus-kembangkan-bioteknologi-gandeng-pt-syngenta-seed-indonesia/.
  2. https://www.syngenta.co.id/seminar-nasional-bioteknologi-bekerja-sama-dengan-universitas-jember-unej.
  3. https://investor.id/business/340504/panen-jagung-bioteknologi-pertama-digelar-hasil-lampaui-varietas-lokal.
  4. https://www.antaranews.com/berita/3581739/syngenta-luncurkan-benih-jagung-bioteknologi-pertama-di-indonesia.
  5. https://banten.antaranews.com/berita/256779/syngenta-indonesia-berhasil-panen-jagung-biotek-pertama-di-indonesia.
  6. http://www.cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/85466/Hama-Penggerek-Batang-Pada-Tanaman-Jagung/.
  7. https://digitani.ipb.ac.id/kenali-5-hama-penting-ini-pada-tanaman-jagung-serta-cara-pengendaliannya/.