Bulog gelontorkan beras SPHP medium
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) medium. Sumber foto: rri.co.id/Bulog.

AGRIKAN.ID – Harga beras di pasar pada September 2026 ini sudah naik Rp100-200/kg. Masyarakat gelisah. Untuk meredamnya, melalui Bulog, pemerintah menggelontorkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) medium sebanyak 1 (satu) juta ton.

Dari data BPS (Badan Pusat Statistik) dan Bapanas (Badan Pangan Nasional), Januari sampai September 2026, rata-rata harga beras medium naik dari Rp13.857/kg menjadi Rp14.060/kg, sementara beras premium naik dari Rp15.505/kg menjadi Rp15.794/kg.

“Tahun ini kering, yang disebut paceklik, pasti harga (beras) naik. Nah, untuk merespon itu, maka kami baru saja rapat memutuskan kita tambah supply-nya untuk yang beras subsidi. SPHP medium, kemarin 828 ribu ton, sudah tinggal 80 ribu lagi. Kita tambah lagi 1 juta ton, SPHP medium,” kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Lihat juga: 3 Fase pertumbuhan tanaman padi

Perlu kita ketahui, beras medium mempunyai derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, butir menir maksimal 2,0%, butir patah maksimal 25%, total butir beras lainnya (butir rusak, butir kapur, butir merah, butir putih, atau butir hitam) maksimal 4%, butir gabah maksimal 1 (satu)/100 gram, dan benda lain (batu kecil) maksimal 0,05%.

Sementara itu, beras premium mempunyai derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, butir menir maksimal 0,5%, butir patah maksimal 15%, total butir beras lainnya (butir rusak, butir kapur, butir merah, butir putih, atau butir hitam) maksimal 1%, butir gabah maksimal 0 (nol)/100 gram, dan benda lain (batu kecil) maksimal 0%.

Bulog gelontorkan beras SPHP medium ke pasar tradisional

Adapun tambahan 1 juta ton beras SPHP medium tersebut akan dialokasikan untuk penyaluran pada Oktober, November, dan Desember 2026. Pemerintah berharap, dengan tambahan pasokan dapat menekan harga beras yang mulai bergerak naik.

“Jadi, beras disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp12.000–Rp12.500 paling mahal. Kita tambah 1 juta (ton) lagi agar harga yang beredar di pasar yang tadi mulai naik Rp100–Rp200, itu bisa kita turunkan,” kata Zulhas, panggilan akrab Zulkifli Hasan.

Menurut Bapanas, HET (Harga Eceran Tertinggi) beras SPHP medium di zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, NTB, dan Sulawesi) Rp12.500/kg; zona 2 (Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Riau, Kepri, Jambi, Babel, NTT, dan Kalimatan) Rp13.100/kg, serta zona 3 (Maluku dan Papua) Rp13.500/kg. Beras SPHP medium ini termasuk beras subsidi.

Lihat juga: Persyaratan mutu beras

Bandingkan dengan HET beras medium nonsubsidi. Di zona 1 HET-nya Rp13.500/kg, zona 2 Rp14.000/kg, dan zona 3 Rp15.500/kg. HET-nya di atas beras SPHP medium.

Penambahan pasokan beras SPHP medium ke pasar tersebut, menurut Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, untuk mengantipasi dampak El Nino (kemarau kering) yang berkepanjangan yang diprediksi bakal berlangsung hingga Maret 2027.

Kemarau kering merupakan kondisi musim kemarau dengan curah hujan jauh lebih rendah dari biasanya. Kondisi permukaan sungai, waduk, dan sumur warga mulai menyusut. Akibatnya air irigasi untuk sawah berkurang. Petani padi bisa gagal panen atau produksi gabah rendah. Dampaknya, produksi beras turun. Harga beras bisa naik.

Bulog siap menggelontorkan beras SPHP medium, terutama ke pasar tradisional, untuk menekan harga beras agar sesuai dengan HET. “Jadi SPHP yang diusulkan ditambahkan 1 juta (ton) ini digunakan sampai nanti bulan Maret 2027,” kata Rizal di kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin, 7 September 2026, sebagaimana dikutip ekonomi.bisnis.com.

Bulog gelontorkan beras premium ke ritel modern

Pada September 2026, beras premium kemasan 5 kg langka di ritel modern. Menurut Solihin, Ketua Umum Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), sebenarnya persediaan beras premium banyak. Tetapi peritel tidak bisa menjualnya dengan HET.

Menurut ketentuan, HET beras premium di zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, NTB, dan Sulawesi) Rp14.900/kg; zona 2 (Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Riau, Kepri, Jambi, Babel, NTT, dan Kalimantan) Rp15.400/kg; dan zona 3 (Maluku dan Papua) Rp15.800/kg.

Sementara harga beli peritel ke distributor atau produsen sudah di atas Rp15.000/kg. Akibatnya, peritel memilih tidak menjual beras premium agar tidak menderita rugi.

Lihat juga: Beras premium kemasan 5 kg langka

Pemerintah bergerak. Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, Rabu, 2 September 2026, pemerintah mendorong Bulog mendistribusikan beras premium merek befood ke ritel modern. “Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota,” ujar Rizal, dalam siaran pers Bulog, Rabu, 9 September 2026.

Berdasarkan data alokasi penyaluran, Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton/bulan untuk sejumlah jaringan ritel modern. Alokasi tersebut antara lain melalui PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Megah Daya Inti Harapan (Stock Point Indogrosir), PT Inti Cakrawala Citra (Indogrosir), dan PT Lion Super Indo.

Selain itu, melalui PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart), PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi dan Alfamidi Super), PT Swalayan Sukses Abadi (The Food Hall ID), PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, dan PT Hero Retail Nusantara.

Distribusi beras premium Bulog sudah menjangkau kota-kota besar seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, dan Kupang. Bulog terus bergerak ke berbagai kota di Indonesia.

Penyaluran Bantuan Pangan Beras berlanjut

Sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan keluarga, melindungi daya beli, dan memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi, pemerintah melanjutkan program Bantuan Pangan Beras (BPB) untuk alokasi Oktober, Nopember, dan Desember 2026.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Ratas dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait lainnya.

Lihat juga: Rize dorong budidaya padi berkelanjutan

“Salah satu program yang mendapat arahan Presiden untuk diteruskan adalah Bantuan Pangan Beras. Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember (2026),” kata Airlangga.

“Ini merupakan bentuk kecintaan Bapak Presiden Prabowo kepada rakyat. Beliau ingin 33,24 juta keluarga (desil 1 sampai desil 4) yang memang membutuhkan bantalan ekonomi, itu menjadi prioritas pemerintah, agar setiap bulan kebutuhan berasnya dapat terpenuhi,” ujar Andi Amran Sulaiman, Kepala Bapanas dan juga Menteri Pertanian, Jumat, 11 September 2026, sebagaimana dikutip sultra.antaranews.com.

Secara kuantitas, menurut Amran, total BPB tahun 2026 dapat mencapai 2,66 juta ton yang terdiri dari BPB Februari-Maret sebanyak 664 ribu ton, Juli-September 997 ribu ton, dan Oktober-Desember yang juga diestimasikan memiliki alokasi sebesar 997 ribu ton.

“Bulog akan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan jaringan operasional yang dimiliki dalam mendukung kelancaran penyaluran. Kesiapan stok beras pemerintah, jaringan pergudangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta pengalaman Bulog dalam menjalankan berbagai penugasan pangan nasional menjadi kekuatan untuk memastikan beras dapat dipersiapkan dengan kualitas yang terjaga dan disalurkan secara efektif kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujar Rizal.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com