Ingin menyematkan pesan pentingnya kemakmuran rakyat di Provinsi Bengkulu.
Balai Buntar sebelum dan sesudah renovasi. Sumber: bengkuluinteraktif.com. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.

Buat pembaca yang bukan orang Bengkulu, perlu diketahui, kata ‘Bengkulu’ ini bisa merujuk nama provinsi dan kota. Pada tulisan ini merujuk Provinsi Bengkulu, bukan Kota Bengkulu. Provinsi dengan luas sekitar 1,98 juta ha ini terdiri 9 kabupaten dan satu kota sebagai Ibukota.

Provinsi Bengkulu terus berbenah. Balai Buntar, gedung serbaguna di Kota Bengkulu, semakin keren. Gedung yang dibangun pada tahun 1979 pada era Gubernur Soeprapto sudah direnovasi dengan menggunakan ABPD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2018 dan 2019.

Gedung pertemuan masyarakat ini dapat dikatakan sebagai salah satu ikon Provinsi Bengkulu.

Nama Balai Buntar diambil dari Raja Balai Buntar dari Kerajaan Sungai Lemau, yang mayoritas penduduknya Suku Rejang, yang terkenal pemberani. Ada empat sifat Raja Balai Buntar ini.

  • Tua hati betul (dewasa sekali).
  • Bermurah tangan adanya (suka membantu dan turun langsung melihat rakyatnya).
  • Bermuka manis adanya (jiwa melayani dan ramah tanpa ada sifat emosional dan arogan).
  • Berlidah fasih (paham dan pintar menerangkan adat istiadat, agama, dan segala sesuatunya).

Barangkali ketika Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menganggarkan renovasi Balai Buntar ini, bukan sekadar renovasi tempat pertemuan masyarakat Bengkulu seperti cita-cita Soeprapto, tetapi juga ingin menyematkan pesan pentingnya kemakmuran rakyat di Provinsi Bengkulu.

Ceritanya, rakyat Kerajaan Sungai Lemau sangat makmur di bawah kepemimpinan Raja Balai Buntar. Selain balai pertemuan, Balai Buntar juga digunakan untuk nama Taman Makam Pahlawan.

Bencoolen Coffee

Pada 19 Juli 2019, atas inisiatif Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, merek Bencoolen Coffee didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG). Tujuannya, memudahkan promosi kopi Bengkulu di pasar domestik dan internasional.

Dan, yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan perekonomian daerah yang berbasis kopi.

Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu (19 – 19 November).
Pantai Panjang di Kota Bengkulu. Sumber: dokumentasi Agrikan.id.

Pada 17 Agustus 2020, Provinsi Bengkulu mendapatkan Sertifikat IG dengan merek Bencoolen Coffee. Dengan Sertifikat IG ini, kopi bengkulu tidak lagi “bocor”.

Sebelum adanya Sertifikat IG ini, dulu banyak kopi Bengkulu dipromosikan sebagai kopi daerah lainnya, tetapi dengan adanya Sertifikat IG, maka promosi Bencoolen Coffee akan mengharumkan nama Provinsi Bengkulu.

Rohidin terus mempromosikan kopi Bengkulu. Berkat dukungannya, kopi Bengkulu mendapat tiga kategori award pada Kejuaraan Kopi Internasional AVPA (Agence pour la Valorisation des Produits Agricoles). Kopi Bengkulu yang berhasil menyabet penghargaan adalah Bencoolen Coffee Rejang Lebong, Bencoolen Coffee Kepahiang, dan Bermani Coffee Rejang Lebong.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden AVPA Phillipe Juglar pada acara Trade Expo Indonesia ke-34 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, 16 Oktober 2019.

Provinsi Bengkulu sendiri merupakan penghasil kopi terbesar keenam di Indonesia setelah Provinsi Sumatra Selatan, Lampung, Aceh, Sumatra Utara, dan Jawa Timur. Luas perkebunan rakyat di Bengkulu untuk kopi Robusta sekitar 86,75 ribu ha dengan produksi 55,33 ribu ton.

Perkebunan rakyat untuk kopi Arabika 3,73 ribu ha dengan produksi 1,48 ribu ton. Sementara perkebunan kopi Arabika yang dikelola perusahaan swasta 405 ha dengan produksi 140 ton.

Mengharumkan Bengkulu

Kalau dulu untuk menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) di Provinsi Bengkulu terkenal dengan isu tarif, sekarang siapapun bisa menjadi ASN dengan mekanisme bersih bebas KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme). Yang penting yang bersangkutan dibutuhkan dan berkompeten.

Pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau sepanjang 95,8 km.
Pembangunan proyek jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau. Sumber: bengkuluprov.go.id. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.

Kalau dulu di Provinsi Bengkulu terkenal dengan kasus korupsi, sekarang provinsi yang lahir pada 18 November 1968 itu bersanding dengan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai provinsi terbaik dalam Penghargaan Pembangunan Daerah secara nasional pada tahun 2020 ini.

Kalau dulu dalam pengelolaan proyek multitahun (multiyears) banyak korban korupsi, sekarang pengelolaan APBD akuntabel. Bahkan selama tiga tahun berturut-turut meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Yaitu opini yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) jika laporan keuangan daerah memberikan informasi yang bebas dari salah saji material.

Kalau dulu, 2008, angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu sekitar 18%, tetapi sekarang di provinsi berpenduduk sekitar 2 juta jiwa ini sekitar 15%. Bisa dikatakan Provinsi Bengkulu tergolong provinsi yang paling progresif dalam penurunan angka kemiskinan se-Sumatra.

Kalau dulu, 2010, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Bengkulu sekitar 63,35, tetapi sekarang IPM meningkat drastis menjadi sekitar 71,21. Masuk kategori IPM tinggi.

Pariwisata dan akses

Kalau dulu tidak ada even pariwisata di Bengkulu masuk kalender even pariwisata nasional, tapi sekarang ada 3 even masuk even nasional, yaitu Festival Bumi Rafflesia (18 – 22 Juli), Festival Tabut (19 – 29 Agustus), dan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu (16 – 19 November).

Ketiga even tersebut masuk Top 100 Calender of Event Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk itu tahun 2020 ini Bengkulu mengadakan Wonderful Bengkulu 2020. Meski Visit Bengkulu 2020 ini kurang berhasil karena pandemi Covid-19, tetapi toh Bengkulu mempunyai potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah, seni budaya, dan alam.

Dengan suburnya UMKM di Bengkulu, otomatis ekonomi masyarakat semakin alap.
Peta Provinsi Bengkulu. Sumber: pedomanbengkulu.com. Diakses Minggu, 25 Oktober 2020.

Kalau dulu penataan Pantai Panjang dilakukan pelebaran dan pemasangan lampu jalan dengan menggunakan ABPD dan dikorupsi sehingga banyak memakan korban, tapi sekarang penataan Pantai Panjang masuk tahap ke-2 tanpa menggunakan APBD. Caranya, menggaet pihak swasta.

Untuk memperlancar lalu-lintas di Kota Bengkulu, sekarang dilakukan penyelesaian Jembatan Muara II yang megah sehingga memperkuat jalur distribusi Bengkulu Outer Ring Road (BORR). Sebelumnya, pembangunan Jembatan Muara II tersebut sempat tertunda dan berkasus korupsi.

Dulu tidak terpikir untuk membangun konektivitas Bengkulu dengan provinsi tetangga, tetapi sekarang akan dibuka ruas jalan Mukomuko – Jambi dan Seluma – Empat Lawang. Yang dalam pembahasan adalah pembangunan ruas Lebong – Jambi. Kelak, akses ke Bengkulu kian lancar.

Yang dalam proses pengerjaan adalah pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau. Panjang tol ini sekitar 95,8 km yang terbagi atas tiga seksi. Seksi 1 Kota Bengkulu – Taba Penanjung 17,6 km, Seksi 2 Taba Penanjung – Kabupaten Kepahiang 23,7 km, dan Seksi 3 Kabupaten Kepahiang – Lubuklinggau 54,5 km. Diperkirakan awal 2021, Seksi 1 sudah bisa dioperasikan.

Kalau dulu ada stasiun kereta api di Pulau Baai, tetapi tidak ada relnya, sekarang rute kereta api Pulau Baai (pelabuhan laut Bengkulu) dan stasiun kereta api Kotapadang, Kabupaten Rejang Lebong, masuk proyek Trans Sumatra Railways. Rencananya panjang rel ini sekitar 168,2 km.

Stasiun Kotapadang, Rejang Lebong, pada jalur kereta api Prabumulih – Lubuklinggau.
Stasiun Kotapadang di Rejang Lebong, satu-satunya stasiun kereta api di Provinsi Bengkulu. Sumber: id.wikipedia.org. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.

Selama ini Provinsi Bengkulu baru mempunyai satu stasiun kereta api, yaitu stasiun Kotapadang di Kabupaten Rejang Lebong. Stasiun berkode KOP ini berada pada jalur kereta api Prabumulih – Lubuklinggau di Divisi Regional III Palembang dan Bengkulu PT KAI (Kereta Api Indonesia).

Rencananya pembangunan jalur kereta api Pulau Baai – Kotapadang untuk memperlancar lalu-lintas angkutan batubara. Selain untuk mengangkut batubara melalui Pulau Baai, jalur kereta api ini juga untuk mengangkut penumpang ke stasiun Kotapadang dan Kertapati (Palembang).

Yang menarik Bandara Fatmawati. Kalau dulu PT Angkasa Pura II sempat tidak tertarik untuk mengelola bandara tersebut karena prospeknya kurang bagus, tetapi sekarang bandara tersebut dikelola PT Angkasa Pura II. Bahkan bandara tersebut bersiap menjadi bandara internasional.

Bengkulu memang semakin alap (elok). Dengan lancarnya akses ke Bengkulu, pariwisata bakal berkembang. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis keunggulan Bengkulu seperti kopi juga bakal subur. Dengan suburnya UMKM, otomatis ekonomi masyarakat semakin alap.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

(Catatan: tulisan ini terinspirasi dari artikel yang beredar di grup WA yang berjudul “Bengkulu Saat Ini (Sekarang)”. Tapi sebelum diunggah di Agrikan.id, dilakukan verifikasi dan ditulis dengan gaya Agrikan.id. Sudah menjadi sikap Agrikan.id menyajikan fakta melalui verifikasi dan dengan nada positif. Jika kelak ditemukan fakta baru, siap diperbarui atau ditulis ulang).

Referensi:

  1. https://bengkuluprov.go.id/progres-tol-bengkulu-lubuklinggau-sudah-30-persen/. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.
  2. https://bengkulu.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita-utama/direktur-merek-dan-ig-serahkan-sertifikat-merek-the-bencoolen-coffee-kepada-wakil-gubernur-bengkulu. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.
  3. https://www.garudadaily.com/infografis-branding-kopi-ala-rohidin-mersyah/. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.
  4. https://www.bengkuluinteraktif.com/melihat-gedung-balai-buntar-dulu-dan-sekarang. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.
  5. https://mediaindonesia.com/read/detail/334923-investor-korsel-batal-bangun-rel-kereta-api-di-bengkulu. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.
  6. https://bengkuluprov.go.id/lanjutkan-pembangunan-rel-kereta-api-kota-padang-pulau-baai-pemprov-bengkulu-jalin-kerjasama-dengan-pt-pos-group/. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Kotapadang. Diakses Sabtu, 24 Oktober 2020.
Berkat pertanian, Wayan Supadno sukses bangkit dari kebangkrutan.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here