Gulma Sphenoclea zeylenica termasuk golongan berdaun lebar.
Gulma Sphenoclea zeylanica (gunda). Sumber: upload.wikimedia.org.

Kehadiran gulma (weeds) tidak dikehendaki petani karena menyaingi tanaman utama, dalam hal ini budidaya padi, dalam mendapatkan unsur hara tanah. Pada budidaya padi terdapat tiga golongan gulma, yaitu golongan rumput (grasses), berdaun lebar (broadleaves/herbacous) dan teki (sedges).

Daya saing gulma dalam mengurangi hasil panen padi petani mempunyai rentang mulai dari rendah sampai sangat tinggi. Pada daya saing rendah kehilangan hasil panen di bawah 20%, sedang dengan kehilangan hasil panen 20-50% dan sangat tinggi dengan kehilangan hasil panen sampai 100%.

Gulma Cyperus rotundus termasuk gulma golongan teki.
Gulma Cyperus rotundus (teki). Sumber: commons.wikimedia.org.

Petani padi mana yang tidak cemas. Apalagi herbisida untuk mengendalikan gulma yang beredar di pasaran selama ini sudah banyak yang resisten terhadap sejumlah gulma tertentu. Akibatnya petani membutuhkan jumlah herbisida lebih banyak. Biaya produksi padi meningkat. Keuntungan menurun.

Belum lagi banyak herbisida pengendali gulma di pasaran selama ini kurang ramah terhadap lingkungan. Bayangkan. Lingkungan rusak, penggunaan jumlah herbisida pengendali gulma meningkat, biaya produksi padi meroket, hasil panen menurun dan pendapatan melorot. Pukulan bertubi bagi petani.

Gulma Monochoria vaginalis termasuk golongan berdaun lebar.
Gulma Monochoria vaginalis (eceng padi). Sumber: biolib.cz.

Ketenangan hati petani

Boleh jadi hati petani padi tenang dengan kehadiran herbisida Loyant™ 25 EC dan Novlect 120 EC. Kedua produk Corteva Agriscience yang diluncurkan 17 Desember 2019 ini dapat mengendalikan gulma dengan spektrum luas.

Loyant™ 25 EC terdaftar di Kementerian Pertanian dengan No. 162.OL/Kpts/SR.330/B/06/2018 tanggal 07 Juni 2018. Produk pengendali gulma ini berbahan aktif florpirauksifen benzil (florpyrauxifen-benzyl).

Herbisida Loyant 25 EC dan Novlect 120 EC dapat mengatasi gulma padi sawah tanam pindah (tapin) dan tabur benih langsung (tabela).
Herbisida Loyant 25 EC dan Novlect 120 EC. Sumber: corteva.id dan tokopedia.com.

Disebutkan, Loyant 25 EC digunakan pada padi sawah tanam pindah (tapin). Setelah benih disemaikan, biasanya sampai umur 15 hari, lalu pindah tanam ke lahan sawah. Tapin ini banyak dijumpai di lahan sawah beririgasi teknis.

Gulma sasaran Loyant 25 EC ini dapat dilihat pada tabel. Ada tujuh gulma yang dapat diberantas, yaitu dua dari golongan rumput, tiga dari golongan teki dan dua dari golongan berdaun lebar.

Gulma sasaran herbisida Loyant.

Sementara Novlect 120 EC terdaftar di Kementerian Pertanian dengan No. 161.OL/Kpts/SR.330/B/06/2018 tanggal 7 Juni 2018. Produk pengendali gulma ini berbahan aktif florpirauksifen benzil (florpyrauxifen-benzyl) dan sihalofop butil (cyhalofop-butyl).

Disebutkan, Novlect 120 EC digunakan pada padi sawah tabur benih langsung (tabela). Biasanya tabela ini banyak dijumpai di lahan rawa pasang surut.

Gulma Eclipta prostrata tergolong berdaun lebar.
Gulma Eclipta prostrata (urang-aring). Sumber: floraofqatar.com.

Gulma sasaran Novlect 120 EC ini dapat dilihat pada tabel. Ada tujuh gulma yang dapat diberantas, yaitu dua dari golongan rumput, dua dari golongan teki dan tiga dari golongan berdaun lebar.

Keunggulan Corteva Agriscience adalah memadukan kekuatan DuPont Crop Protection, Pioneer dan Dow AgroScience. Perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE: CTVA) 1 Juni 2019 ini adalah pemimpin di bidang teknologi benih (seed technologies), perlindungan tanaman (crop protection) dan pertanian digital (digital agriculture).

Gulma sasaran herbisida Novlect.

Kehadiran Loyant 25 EC dan Novlect 120 EC diharapkan dapat memberikan ketenangan hati kepada petani padi di Indonesia. Apalagi kedua herbisida ini tidak hanya dapat mengendalikan spesies gulma yang rentan tetapi juga dapat mengendalikan gulma yang sudah resisten dengan herbisida yang ada di pasaran selama ini. Kedua produk herbisida ini dapat memberikan harapan baru bagi para petani padi.

Kedua produk ini tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga di China, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan dan Sri Lanka. Selain itu di Amerika Serikat, Brazil, Kolumbia, Republik Dominika, Ekuador, Peru, Bolivia, Argentina, Uruguai, Australia, Chile, Panama, Nikaragua, Turki dan beberapa negara Eropa.

Gulma Cyperus iria tergolong teki.
Gulma Cyperus iria (djekeng atau umbung). Sumber: commons.wikimedia.org.

Bahan aktif Rinskor™

Pada kemasan kedua produk herbisida ini ditemukan Rinskor™ active. Maksudnya kedua herbisida ini berbahan akatif Rinskor™, yang merupakan merek dagang dari florpyrauxifen-benzyl.

Bahan aktif yang tergolong kelas kimia baru ini termasuk Grup 4 Weed Science Society of America (WSSA). Karena itu Rinskor™ dapat juga mengendalikan gulma yang selama ini sudah resisten dengan herbisida inhibitor ALS (Acetolactate Synthase), PPO (Protoporphyrinogen Oxidase) dan glyphosate.

Farra Siregar, ASEAN Managing Director Corteva Agriscience.
Farra Tiana Siregar. Sumber: Dok. Majalah AGRINA.

Rinskor™ mendapat pelbagai penghargaan internasional di bidang lingkungan dan ekonomi. Rinskor™ adalah pemenang Green Chemistry Challenge Award 2018 yang dilaksanakan oleh American Chemical Society’s Green Chemistry Institute dan ditunjuk sebagai Reduced Risk Pesticide oleh United States Environmental Protection Agency (US EPA) dalam kategori “Designing Greener Chemicals” tahun 2018.

Sebagai tambahan, Rinskor™ juga adalah pemenang Agrow Award untuk “Best New Crop Protection Product” pada tahun 2018 and penghargaan R&D 100 Award untuk “Corporate Social Responsibility”.

Gulma Aeschynomene indica tergolong berdaun lebar.
Gulma Aeschynomene indica (katisan). Sumber: tropical.theferns.info.

“Di Corteva Agriscience, kita percaya bahwa akses terhadap teknologi benih dan perlindungan tanaman terbaru serta pelatihan adalah kunci memungkinkan petani sukses dan mampu memasok pangan bagi populasi dunia yang tumbuh,” kata Ms. Farra Tiana Siregar, ASEAN Managing Director Corteva Agriscience.

“Saya senang kita sekarang bisa menawarkan solusi ini untuk petani padi di Indonesia”

Farra Tiana Siregar
Gulma Echinochloa crus-galli tergolongan rumput.
Gulma Echinochloa crus-galli (jajagoan). Sumber: sernecportal.org.

“Ketika digunakan sebagai bagian dari strategi manajemen gulma yang terpadu, Rinskor™ aktif menawarkan kontrol jangka panjang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan terhadap gulma tanaman padi,” kata Rachel Lomibao, Managing Director Corteva Agriscience Indonesia dan Malaysia.

“Peluncuran Loyant™ dan Novlect™ hanyalah salah satu contoh dari komitmen kami mengembangkan teknologi yang menawarkan cara terbaik bagi petani untuk memaksimalkan hasil panen,” katanya.

(Syatrya Utama) (Email: syatrya_utama@yahoo.com)

Referensi:

  1. Caton, B.P dkk. 2011. Panduan Lapang Praktis untuk Gulma Padi di Asia. Buku Saku. Edisi Kedua (Bahasa Indonesia). Penterjemah: Diah Wurjandari, Entis Sutisna dan Zulkifli Zaini. Los Banos (Filipina): International Rice Research Institute (IRRI).
  2. Dow AgroSciences LLC, Rinskor™ Active Technical Bulletin. Tanpa tahun.
  3. Dow AgroSciences LLC, booklet Loyant™ Herbicide Rinskor™ Active. Tanpa tahun.
  4. DuPont Company (Singapore) Ltd., Corteva Agriscience Launches Loyant™ and Novlect™ Herbicides, Powered by Rinskor™ Active for Rice in Indonesia. News Release, 17 Desember 2019.
  5. Tohir, Winarno. 2019. Pertanian Presisi untuk Mensejahterakan Petani. Jakarta: Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
  6. Webster, Eric. Use Provisia, Loyant and Gambit Herbicides in Rice – A Program Approach. Slide Prentation. Tanpa Tahun.
  7. https://www.pinnacleag.com/products/crop-protection/herbicides/loyant-herbicide.
  8. https://www.ricefarming.com/departments/industry-news/newly-introduced-loyant-offers-new-mode-of-action-for-troublesome-weeds/.
  9. https://www.corteva.com/our-impact/innovation/activeingredients/rinskor/product-registration.html.
  10. https://ap1.pertanian.go.id/ppvtpp_dc/summary/list_permohonan/2018/06/1064/31/79.
  11. https://www.techlinenews.com/herbicides/rinskor-active-a-new-arylpicolinate-herbicide-for-weed-management-in-pastures-rangeland-and-other-non-crop-sites.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here