
AGRIKAN.ID – Bagi Nestlé S.A, keselamatan di sektor logistik dan distribusi tidak bisa ditawar lagi. “Ini adalah nilai inti yang tertanam di seluruh operasi global kami,” kata Stephanie Pullings Hart, Executive Vice President & Chief Operations Officer Nestlé S.A, Senin, 29 September 2025.
Hal itu disampaikan Hart ketika berkunjung di fasilitas Hino Total Support Customer Center (HTSCC), PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), produsen kendaraan niaga, antara lain truk, di Purwakarta, Jawa Barat. Ia didampingi Ali Akbar, Head of Supply Chain Nestlé Indonesia, anak usaha Nestlé S.A.
Nestlé S.A, yang berkantor pusat di Vevey, Swiss, merupakan perusahaan makanan dan minuman yang memproduksi dan mendistribusikan produk konsumsi seperti susu, cokelat, kopi, makanan bayi, sereal, dan perawatan hewan peliharaan. Portofolionya lebih dari 2.000 merek global dan lokal.
Lihat juga: 9 Atribut penting cita rasa kopi
“Dengan ribuan pengemudi yang mengangkut produk kami setiap hari di berbagai wilayah geografis, kolaborasi kami dengan Hino di Indonesia merupakan contoh yang baik dalam meningkatkan keselamatan melalui kemitraan, inovasi, dan pelatihan,” kata Hart.
“Bersama-sama, kami membangun rantai pasokan yang lebih aman dan tangguh yang melindungi keselamatan dan memastikan kelancaran operasional,” tambahnya.
Keselamatan di jalan, menurut Tomoki Hattori, bukan hanya tanggung jawab pengemudi, tetapi juga seluruh ekosistem transportasi. “Melalui program pelatihan di Hino Indonesia Academy, kami ingin membekali para pengemudi dengan keterampilan, pengetahuan, dan mindset (pola pikir) yang tepat agar mereka dapat mengemudi lebih aman, efisien, dan profesional,” kata Direktur HMSI itu.
Fasilitas dan program di HTSCC
HTSCC Hino, yang berdiri sejak 2022 di Purwakarta, Jawa Barat, dirancang khusus sebagai pusat pelatihan keselamatan berkendara untuk kendaraan niaga. Dengan sirkuit seluas 10.000 m² dan fasilitas simulasi seperti blind spot, safety brake, parallel parking, dan lainnya, HTSCC menjadi laboratorium nyata bagi para pengemudi untuk berlatih menghadapi kondisi jalan yang kompleks.
Titik buta (blind spot) dalam berkendara truk logistik merupakan area di sekitar kendaraan yang tidak dapat dilihat oleh pengemudi melalui kaca spion atau jendela. Karena ukurannya besar, truk memiliki titik buta yang luas di bagian depan, samping, dan belakang, yang merupakan area rawan kecelakaan. Truk logistik bisa menyenggol pengguna jalan lain seperti mobil pribadi dan motor.
Lihat juga: 9 Jenis dan nama susu di label pangan
Rem keamanan (safety brake) merupakan sistem pengereman tambahan yang bekerja secara otomatis untuk mencegah atau mengendalikan kecelakaan gegara kegagalan rem konvensional (rem utama) pada saat truk logistik kehilangan kendali. Sistem ini antara lain untuk membuat truk stabil.
Parkir paralel (parallel parking) merupakan upaya memasukkan truk logistik ke ruang parkir yang sempit di antara dua truk yang sudah terpakir di pinggir jalan, dengan posisi truk sejajar (paralel) dengan sisi jalan. Pengemudi truk logistik membutuhkan keahlian khusus untuk melakukannya.
Program pelatihan yang dijalankan Hino terbukti memberikan hasil nyata. Selama 2023 hingga 2025, lebih dari 87 pengemudi transporter (truk logistik) Nestlé telah tersertifikasi profesional sesuai standar kompetensi yang ditetapkan. Setelah mengikuti program, para pengemudi terbukti lebih memahami prosedur pengereman yang benar, inspeksi harian, dan teknik berkendara defensif.
Kolaborasi membangun budaya keselamatan
Kolaborasi Hino dan Nestlé ini mencerminkan semangat kedua perusahaan dalam menciptakan lingkungan distribusi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Hino membawa pengalaman panjang di industri kendaraan niaga, sementara Nestlé membawa komitmen global terhadap keselamatan kerja dan rantai pasok yang andal.
Nestlé mewajibkan penggunaan telematika dan kamera kabin yang mendukung AI (Artificial Intelligence) di semua truk di Indonesia dan di berbagai wilayah lainnya untuk memberikan peringatan kepada pengemudi secara real-time atau seketika (seperti rasa kantuk atau gangguan) dan mengumpulkan metrik utama untuk pelatihan keselamatan jalan yang ditargetkan.
Lihat juga: Cokelatin Signature angkat citra kakao Indonesia
Data tersebut juga memungkinkan program pelatihan disesuaikan dengan kondisi jalan setempat.
“Tujuan utama kami adalah membangun budaya keselamatan di jalan raya dengan cara meningkatkan kompetensi pengemudi, menciptakan perjalanan yang lebih aman, dan memastikan operasional bisnis pelanggan tetap lancar,” kata Pieter Andre, Kepala Divisi Pusat Pelatihan Hino.
Pesan inti
Dengan dukungan penuh dari pelanggan besar seperti Nestlé, Hino berharap inisiatif ini menjadi inspirasi bagi industri logistik di Indonesia untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com
Referensi:
Rilis HMSI, Senin, 29 September 2025, Keselamatan sebagai Prioritas, Kolaborasi Hino dan Nestlé untuk Industri Logistik.
Lihat ebook: Data luas lahan dan produksi 9 minyak nabati global (1961-2022)













