Djarum Group membangun industri susu di Brebes
Ilustrasi. Peternakan sapi perah.

AGRIKAN.ID – Djarum Group, melalui bendera Savoria Group, bakal membangun industri susu sapi perah terintegrasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Peternakan sapi perah dan pabrik pengolahan susu dalam satu kawasan. Rencananya, peletakan batu pertamanya pertengahan 2026.

Dengan lahan sekitar 710 ha, peternakan tersebut bisa menampung sapi perah trah Friesian Holstein (FH) sekitar 30 ribu ekor. Susu segar (fresh milk atau whole milk) yang bisa dihasilkan sekitar 180 ribu ton per tahun. Susu tersebut diolah menjadi susu pasteurisasi dan UHT (ultra-high temperature).

Sebelumnya, pada tahun 2019, PT Global Dairi Alami, anak usaha Savoria Group, sudah membangun industri susu sapi perah terpadu di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dengan lahan sekitar 50 ha, bisa menampung sapi perah FH lebih dari 6.000 ekor. Susunya diolah dengan standar teknologi Jepang.

Lihat juga: Sapi perah bahagia hasilkan susu berkualitas

Standar tersebut mengacu pada higiene yang tinggi, rantai dingin yang terintegrasi, serta teknologi pasteurisasi dan UHT yang presisi. Dengan standar tersebut, bisa membunuh bakteri tanpa merusak nutrisi susu. Teknologi Jepang ini mencegah susu terpapar udara sejak pemerahan hingga dikemas.

Jika Anda datang ke minimarket atau pasar swalayan dan menemukan susu merek MilkLife, itulah susu yang diproduksi dan dipasarkan Savoria Group.

Karyawan di Global Dairi Alami selalu merawat sapi perahnya dengan baik sehingga sapi tersebut bisa menghasilkan susu segar yang nikmat. Filosofinya begini: sapi perahnya bahagia, susunya bergairah.

Savoria Group merupakan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang semakin berkembang pesat. Perusahaan ini telah menemani konsumen melalui merek MilkLife, Bonchef, Caffino, 5Days, Fox’s, Kopi Tubruk Gadjah, Hydroplus, Krizzi, dan SariWangi.

Melalui PT Savoria Kreasi Rasa, Savoria Group mengakuisisi merek teh SariWangi beserta fasilitas produksinya di Cikarang, Jawa Barat, dari Unilever Indonesia senilai Rp 1,5 triliun. Pembayarannya lunas awal Maret 2026.

Perlu diketahui, tahun 1989 Unilever Indonesia mengakuisisi merek teh SariWangi dari PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, milik Johan Alexander Supit.

Sekitar 79% kebutuhan susu nasional dari impor

Pada saat ini, kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4,7 juta ton per tahun. Kebutuhan tersebut dipenuhi dari produksi susu segar dalam negeri (SSDN) sekitar 1 juta ton atau sekitar 21 persen.

Sisanya, sekitar 3,7 juta ton atau sekitar 79 persen dari impor. Pada umumnya, susu impor itu dalam bentuk susu bubuk antara lain susu bubuk skim (susu yang kandungan lemak alaminya dikurangi), susu bubuk full cream (susu yang kandungan lemak alaminya utuh), dan krim susu (milk cream).

Coba Anda perhatikan label di kemasan produk susu cair kotak. Bahan bakunya bisa berupa susu segar (fresh milk), susu rekonstitusi (reconstituted milk), dan atau susu rekombinasi (recombined milk). Biasanya, susu rekonstitusi dan rekombinasi itu bahan bakunya bersumber dari susu impor.

Secara awam, susu rekonstitusi merupakan produk susu cair yang dibuat dengan menambahkan air pada susu bubuk impor dengan rasio tertentu. Kadangkala difortifikasi (diperkaya) dengan vitamin dan mineral. Susu bubuknya bisa berupa susu berlemak, susu rendah lemak, atau susu minim lemak.

Lihat juga: Memahami istilah susu mentah dan susu segar

Susu rekombinasi merupakan produk susu cair yang dibuat dengan mencampurkan komponen susu seperti susu skim bubuk (rendah lemak), susu full cream bubuk, lemak susu, dan atau susu segar. Penambahan susu segar ini dimaksudkan agar rasa dan aroma susunya mirip dengan susu segar.

Biasanya susu segar itu terdiri atas air 87,4% dan padatan susu (milk solids) 12,6%. Padatan susu ini terdiri atas lemak, protein, laktosa (gula alami susu), mineral, dan vitamin. Kebanyakan orang lebih suka minum susu kotak cair yang berbahan baku susu segar karena aroma dan rasanya lebih nikmat.

Baik berupa susu cair kotak pasteurisasi, ultrapasteurisasi, maupun UHT (ultra-high temperature).

“Dengan tambahan produksi (susu segar) dari Brebes (Djarum Group), ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor,” kata Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, dalam katerangan resmi, Jumat, 17 April 2026.

Penyisipan menu susu dalam program MBG

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi susu di Indonesia sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan di Singapura 46,10 liter, Malaysia 42,70 liter, dan Vietnam 37,20 liter. Rendahnya konsumsi susu bisa menjadi penghambat utama dalam mencapai potensi akademik.

Salah satu cara meningkatkan konsumsi susu di Indonesia adalah menyisipkan menu susu ke dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis). “Kami mendukung program susu gratis yang disisipkan dalam program MBG,” kata Hongbiao Li, Direktur Utama PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia), produsen kemasan aseptik, dalam jumpa pers di Cikande, Serang, Banten, Selasa, 20 Januari 2026.

“Susu bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen vital untuk memerangi stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak balita) dan meningkatkan kecerdasan kognitif generasi muda,” kata Hongbiao Li.

Lihat juga: Bustanul Arifin, bapak peternak sapi perah rakyat

Susu kotak cair UHT dengan kemasan aseptik bisa sampai ke pelosok dengan nutrisi yang tetap utuh. “Kemasan aseptik LamiPak dirancang dengan teknologi perlindungan berlapis yang memastikan nutrisi susu tetap utuh meski didistribusikan ke pelosok tanpa rantai dingin,” kata Ahmad Rizalmi.

“Kami ingin memastikan ‘Satu Kotak Susu’ yang diterima anak-anak di daerah terpencil memiliki kualitas yang sama baiknya dengan di kota besar,” kata Public Relations Manager PT Lami Packaging Indonesia itu.

Nah, untuk menggerakkan perekonomian pedesaan dan peternak sapi perah lokal, pemerintah mengarahkan agar bahan baku susu untuk program MBG bersumber dari produksi dalam negeri.

Penyerapan SSDN dilakukan industri pengolahan susu melalui Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) dan koperasi lokal. Setelah diolah menjadi susu cair UHT dan dikemas dalam kemasan aseptik, industri pengolahan susu bisa mendistribusikannya ke semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Selama ini, produksi SSDN bersumber dari sekitar 500 ribu ekor sapi perah yang diternakan di Jawa Timur sekitar 60 persen, Jawa Barat 20 persen, Jawa Tengah 17 persen, dan provinsi lainnya 3 persen.

Model industri susu sapi perah berkelanjutan Djarum Group

PT Global Dairi Bersama, anak usaha Savoria Group, bakal mengembangkan peternakan sapi perah dan industri pengolahan susu di Kabupaten Brebes. “Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan dukungan lahan sekitar 710 hektare dan kapasitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun,” kata Ihsan Mulia Putri, CEO Savoria Group.

“Investasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah hingga dua kali lipat serta memperkuat kemitraan dengan peternak dalam ekosistem industri susu nasional,” ujar Ihsan Mulia Putri, dalam siaran pers Kementerian Pertanian, Jumat, 17 April 2026.

“Sebagai Gubernur, saya menyatakan komitmen penuh untuk mendukung investasi ini. Kita harus bergerak cepat, jangan terlalu lama dalam proses,” kata Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi mendorong agar proses implementasi pembangunan industri susu terpadu tersebut dapat segera dimulai. Ia berharap peletakan batu pertama industri ini dapat dilakukan pertengahan tahun ini. Dengan begitu, target produksi susu pertama diharapkan terealisasi pada akhir tahun 2027.

Lihat juga: 8 Jenis dan nama susu di label pangan

Dalam produksi, Djarum Group mengusung konsep berkelanjutan. Kotoran sapi diolah menjadi biogas sebagai sumber energi. Residu kotoran untuk pupuk organik. Air dikelola dengan sistem daur ulang.

Sebagai industri terpadu, terdapat juga pabrik pakan, industri pengolahan susu, dan kawasan pertanian untuk pakan hijauan seperti rumput gajah, rumput pahit, dan rumput lapangan. Pakan hijauan merupakan sumber pakan utama untuk pertumbuhan sapi perah dan produksi susunya.

Pengembangan program pakan hijauan ini sekitar 2.000 ha per tahun yang melibatkan sekitar 5.000 petani. Selain itu, sekitar 8.000 peternak bakal dilibatkan dalam pengembangan sapi perah. “Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” kata Ihsan Mulia Putri.

“Dengan adanya investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia), serta kesejahteraan masyarakat di Brebes dan Jawa Tengah,” ujar Agung Suganda, Direktur Jenderal PKH, Kementerian Pertanian.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Keterangan:

Artikel industri susu Djarum Group ini dapat juga dilihat di web majalaheditor.com.