meningkatkan populasi dan produktivitas sapi perah
Ilustrasi. Peternakan sapi perah.

AGRIKAN.ID – Salah satu upaya untuk mewujudkan swasembada susu adalah meningkatkan populasi dan produktivitas sapi perah.

Pada saat ini, populasi sapi perah di Indonesia sekitar 540.657 ekor. Sekitar 60% sapi perah tersebut diternakan di Jawa Timur, 20% di Jawa Barat, 17% di Jawa Tengah, dan 3% di provinsi lainnya.

Menurut Makmun, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, produksi susu yang dihasilkan di Indonesia baru bisa memasok kebutuhan nasional sekitar 25%. Sisanya, sekitar 75% masih bergantung pada impor.

Pada saat ini kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4,7 juta ton per tahun.

Lihat juga: Djarum Group bangun industri susu di Brebes

Menurut Kementerian Pertanian, untuk mencapai swasembada susu dibutuhkan populasi sapi perah sekitar 2 juta ekor, termasuk yang sudah ada sekarang ini.

“Nah, ini target, kalau mau swasembada (susu), kita butuh sapi (perah) itu sekitar 2 juta ekor,” kata Makmun dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara di kantor Kementerian Koordinator bidang Pangan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Hari Susu Nusantara diperingati setiap tanggal 1 Juni sejak ditetapkan pada tahun 2008.

Impor 15 ribu sapi perah bunting

Sebagai upaya menambah populasi, tahun 2025 pemerintah bersama industri dan peternak telah mengimpor sekitar 15 ribu ekor sapi perah bunting. Jumlah terbesar sepanjang Indonesia merdeka.

Sebagian besar sapi bunting tersebut, menurut Makmun, telah melahirkan dan berpotensi mempercepat regenerasi populasi sapi perah nasional.

Jika komposisi pedet (anak sapi) yang dilahirkan adalah betina 50% dan jantan 50%, berarti ada 7.000 betina yang bisa berkembang biak sehingga bisa menambah populasi sapi perah nasional.

Selain meningkatkan populasi, Kementerian Pertanian juga fokus meningkatkan produktivitas sapi perah.

Lihat juga: Teratur minum susu penuhi nutrisi esensial

Pada saat ini, menurut Badan Pusat Statistik, produktivitas sapi perah nasional rata-rata sekitar 12,5 liter susu segar per ekor per hari.

Padahal di negara-negara lain, produktivitasnya sudah mencapai sekitar 30 liter susu segar per ekor per hari.

Bayangkan, jika pemerintah, pengusaha, dan peternak bisa meningkatkan produktivitas sapi perah nasional sampai 20-25 liter susu segar per ekor per hari, tentu untuk mengejar swasembada susu, populasi sapi perah yang dibutuhkan tidak perlu sampai 2 juta ekor.

Untuk meningkatkan produktivitas, menurut Makmun, ada dua cara. Pertama, perbaikan dari sisi konsumsi pakan, baik pakan hijauan maupun pakan konsentrat. Kedua, perbaikan dari sisi kesehatan hewan sehingga ternaknya betul-betul terjaga dengan sehat.

Jadi, meningkatkan populasi dan produktivitas sapi perah merupakan cara efektif untuk mengejar dan mewujudkan swasembada susu nasional.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com