Udang vaname
Udang vaname. Sumber: channel8.id.

Siklus hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) dimulai ketika telur udang menetas dan menghasilkan nauplius (nauplii) sampai dengan udang dewasa (adult).

Induk vaname (kelas induk pokok) betina melakukan pemijahan (pengeluaran telur) sehingga menghasilkan telur sekitar 100.000 – 250.000 per ekor induk per pemijahan.

Kemudian telur udang vaname ini dibuahi secara eksternal oleh sperma induk vaname jantan.

Nauplius

Sekitar 16 jam setelah proses pembuahan (fertilization), telur udang vaname menetas dan menghasilkan nauplius (nauplii).

Stadia nauplius (N) ini mempunyai enam substadia, yaitu N1, N2, N3, N4, N5, dan N6.

Pada stadia nauplius ini, larva hanya memakan kuning telur (yolk sac) yang masih tersimpan di dalam tubuh nauplius.

Larva pada stadia nauplius ini berbentuk seperti kutu air dengan ukuran 0,31 – 0,33 mm.

Zoea

Setelah 40-48 jam, nauplius bermetamorfosis menjadi zoea (Z). Stadia zoea ini mempunyai tiga substadia, yaitu Z1, Z2, dan Z3.

Pada stadia zoea ini larva berukuran 1,05 – 3,30 mm. Udang vaname pada stadia ini sudah aktif memakan fitoplankton.

Mysis

Setelah 4-5 hari, zoea akan bermetamorfosis menjadi mysis (M). Stadia mysis ini mempunyai tiga substadia, yaitu M1, M2, dan M3.

Larva vaname.





Larva udang vaname (dari nauplius sampai PL). Sumber: researchgate.net.

Pada stadia mysis ini, ukuran larva berkisar 3,50 – 4,80 mm.

Postlarva

Setelah 3-4 hari, mysis akan bermetamorfosis menjadi postlarva (PL). Postlarva ini mempunyai 10 substadia, yaitu PL1, PL2, PL3, PL4, PL5, PL6, PL7, PL8, PL9, dan PL10.

Pada stadia postlarva ini, bentuknya sudah terlihat seperti udang dewasa dan sudah bersifat bentik (berenang di dasar).

Masa pemeliharaan postlarva ini sekitar 10-15 hari. Pada tahap PL10 udah bisa dijadikan benur, yaitu benih udang untuk dibesarkan menjadi udang dewasa.

Biasanya postlarva ini dipelihara terus sampai PL11 – PL12 untuk menghasilkan benur yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan pembesaran udang.

Benur vaname.
Benur udang vaname (PL12). Sumber: japfacomfeed.co.id.

Juvenile (yuwana)

Setelah 20 hari, PL10 akan tumbuh menjadi juvenile atau yuwana.

Dewasa muda

Kemudian yuwana dipelihara selama sekitar 80-90 hari sehingga menjadi udang dewasa muda (subadult).

Biasanya pada umur ini berat udang sekitar 21-23 gram per ekor. Atau ukurannya (size-nya) 44-45 ekor per kg.

Siklus hidup vaname.
Siklus hidup udang vaname. Sumber: shrimpreproduction.weebly.com.

Bobot atau ukuran ini tergantung pada pemeliharaan di tambak intensif, semiintensif atau ekstensif.

Pada sistem panen parsial, biasanya panen awal dilakukan pada kondisi udang dewasa muda.

Dewasa

Kemudian udang dewasa muda dipelihara lagi selama 25-30 hari sehingga menjadi udang dewasa (adult).

Biasanya bobot udang dewasa ini sekitar 28-30 gram per ekor. Atau ukurannya (size-nya) 34-35 ekor per kg.

Jadi mulai dari nauplius sampai dewasa, waktu yang diperlukan udang vaname untuk tumbuh sampai panen sekitar 144-171 hari.

  1. http://shrimpreproduction.weebly.com/major-stages-in-the-life-cycle.html/.
  2. https://www.researchgate.net/figure/Embryonic-and-larval-stages-during-early-development-of-L-vannamei-Z-M-and-P-are_fig10_265473169/.
  3. SNI 7311: 2009 Produksi benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar.
  4. SNI 7523: 2006 Induk udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas induk pokok.
  5. Nuntung, Sakaria; Idris, Andi Puspa Sari; Wahidah. 2018. Teknik Pemeliharaan Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di PT Central Pertiwi Bahari, Rembang, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional 2018 Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, ISSN: 2622-0520. Politeknik Pertanian Negeri, Pangkajene Kepulauan.
  6. Purnamasari, Indah; Purnama, Dewi; dan Utami, Maya Anggraini Fajar. 2017. Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak Intensif. Jurnal Enggano Vol 2, No. 1, April 2017: 58-67.
  7. Tahe, Suwardi dan Suwoyo, Hidayat Suryanto. 2011. Pertumbuhan dan Sintasan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan Kombinasi Pakan Berbeda dalam Wadah Terkontrol. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros, Sulawesi Selatan.