Panen perdana petani jahe merah binaan YDBA dan PT Bintang Todjoe.
(Dari kiri ke kanan) Asrip, Rama Pradipta (Training & Mentoring YDBA), dan Basri di Desa Hariang, Lebak, Banten. Sumber: YDBA.

Panen perdana petani jahe merah binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan PT Bintang Toedjoe ini dilakukan di Lebak, Banten, pada Oktober 2021.

Pembinaan itu dimulai pada 20 November 2020. YDBA dan Bintang Toedjoe berkomitmen berkolaborasi mengembangkan pertanian jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) di Lebak, Banten.

Bintang Toedjoe berkomitmen memberikan pelatihan teknis, standar QCD (quality, cost, delivery), dan memberikan kesempatan kepada petani untuk memasok jahe merahnya ke perusahaan.

Sebagai informasi, Bintang Todjoe membutuhkan jahe merah antara lain untuk bahan baku produk Bejo dengan Jahe Merah dan Bejo Wedang Susu Jahe Merah.

Sementara YDBA berkomitmen memberikan pelatihan manajemen dan memantau proses budidaya petani sehingga jahe merah yang dihasilkan sesuai dengan QCD yang ditetapkan Bintang Toedjoe.

YDBA merupakan yayasan yang didirikan William Soeryadjaya, pendiri PT Astra International Tbk., pada 1980 dengan filosofi ‘Berikan Kail Bukan Ikan’.

YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), baik yang terkait dengan rantai nilai bisnis Astra maupun tidak.

Program pembinaan jahe merah ini diikuti 30 petani non-Baduy dan Baduy Luar di desa Hariang dan Kanekes, Kecamatan Sobang, Lebak, Banten.

Para petani berkomitmen dan konsisten mengikuti berbagai program pembinaan yang mendukung terciptanya jahe merah yang ber-QCD sehingga dapat dipasok ke Bintang Toedjoe.

Beberapa program pembinaan yang telah diikuti petani jahe merah di Lebak, Banten:

  • Pelatihan basic mentality.
  • Pembukuan sederhana.
  • Manajemen usaha tani.
  • Pelatihan teknis budidaya jahe merah seperti penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, produksi pupuk kompos, produksi agensia hayati dan pestisida nabati.
  • Program pembinaan lainnya.

Hasil jahe merah petani Baduy Luar dan Non-Baduy

Asrip, petani Baduy Luar dan Ketua Kelompok Tani di Desa Kanekes, Lebak, Banten, menceritakan bagaimana ia dengan konsisten mengikuti pembinaan yang dilakukan YDBA dan Bintang Toedjoe.

Menurut Asrip, semua ilmu yang diberikan kedua institusi tersebut menjadi bekal yang sangat berharga bagi dirinya dalam menjalankan usaha taninya, termasuk jahe merah.

Sebelumnya ia menjalankan usaha taninya secara turun-temurun sesuai dengan adat-istiadat yang diajarkan nenek moyangnya.

Sementara Basri dan Artim, keduanya petani non-Baduy, merupakan petani yang belum berpengalaman budidaya jahe merah. Pembinaan budidaya jahe merah ini menjadi hal yang terbaru dan menantang.

Keduanya berharap budidaya jahe merah ini bisa menjadikan mereka sebagai petani yang mandiri di kemudian hari.

Setahun setelah 30 petani, termasuk Asrip, Basri, dan Artim, menanam jahe merah, dari hasil uji laboratorium Bintang Toedjoe, proses panen sudah dapat dilakukan pada 20-26 Oktober 2021.

Total lahan 30 petani yang menanam jahe merah sekitar 2,5 hektar. Diperkirakan hasilnya sekitar 16 ton yang dapat dipasok ke Bintang Toedjoe.

Untuk Asrip, yang luas lahannya sekitar 4.000 m2, bisa menghasilkan 2,5 ton jahe merah. Sementara untuk Basri dan Artim, hasil mereka masing-masing sekitar 1 ton.

Para petani berharap, panen jahe merah berikutnya bisa lebih banyak lagi yang sesuai dengan standar QCD Bintang Toedjoe.

Sigit P. Kumala, Ketua Pengurus YDBA, berharap semakin banyak petani yang mengikuti program ini sehingga banyak yang mendapatkan manfaat program pembinaan ini.

Sebagai informasi, pada saat ini bertambah lagi 6 petani yang bergabung dalam program ini. Mereka sudah menanam bibit jahe merah sesuai dengan ilmu yang diberikan YDBA dan Bintang Toedjoe.

Para petani jahe merah yang mengikuti program ini sudah sesuai dengan filosofi agribisnis, yaitu menanam komoditas pertanian yang berorientasi pasar. Begitu dipanen sudah ada pembelinya.

Model kemitraan seperti ini sangat menarik dikembangkan di berbagai daerah. Petani yang menanam jahe merah dengan model kemitraan ini bukan berorientasi pada produksi, tetapi berorientasi pasar.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com 

Referensi:

Rilis YDBA, Jumat, 22 Oktober 2021.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here