pabrik permurnian minyak sawit Cargill
Pabrik baru pemurnian minyak sawit Cargill di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Sumber foto: Cargill Indonesia.

AGRIKAN.ID – Cargill Indonesia meresmikan refinery baru minyak sawit di Kabupaten Way Kanan, Lampung, Selasa, 21 Oktober 2025, bertepatan dengan 50 tahun Cargill beroperasi di Indonesia. Nilai investasi pabrik pemurnian minyak sawit tersebut sekitar US$200 juta (atau setara Rp3,32 triliun).

Refinery merupakan proses pemurnian minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO) untuk menghilangkan kotoran, warna, bau, dan zat-zat lainnya yang tidak diinginkan. Hasilnya adalah minyak sawit murni, yang biasa disebut dengan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO).

Hasil samping pemurnian minyak sawit adalah Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Produk samping ini bisa digunakan antara lain untuk bahan sabun cuci, metil ester (biodiesel), tepung lemak, dan cocoa butter substitute (CBS). CBS ini bisa digunakan mengganti lemak kakao dalam memproduksi cokelat.

Lihat juga: Kinerja industri sawit Indonesia 2024

RBDPO bisa diolah lebih lanjut menjadi olein (minyak cair) dan stearin (lemak padat). Stearin antara lain diolah menjadi oleokimia. Sebagai hasil utama pemurnian, olein bisa diolah lebih lanjut antara lain menjadi minyak goreng, minyak salad, mentega putih (shortening), dan metil ester (biodiesel).

Hasil pemurnian tersebut digunakan untuk memenuhi permintaan pasar di kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Tentunya CPO-nya bersumber dari perkebunan sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Yaitu perkebunan yang menerapkan sistem ketertelurusan yang bebas deforestasi.

Lampung sebagai wilayah ramah investasi

“Kami menyambut baik terpilihnya Lampung sebagai lokasi pembangunan refinery baru Cargill,” kata Rahmat Mirzani Djausal.

“(Hal itu) mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi provinsi Lampung sebagai wilayah yang ramah bagi investasi, serta pertumbuhan sektor industri di Indonesia,” kata Gubernur Lampung itu.

Lihat juga: Pengembangan gula cair batang sawit tua

“Investasi ini mendukung pengembangan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan,” katanya.

“Kami mengapresiasi kemitraan dengan Cargill dan berharap dapat terus berkolaborasi untuk memperkuat peran Lampung dalam kemajuan Indonesia” tambahnya.

Cargill bangga 50 tahun bersama Indonesia

“Cargill bangga telah bertumbuh selama 50 tahun bersama Indonesia,” kata Penne Kehl, Asia Pacific Group President of Cargill Agriculture and Trading.

“Investasi kami di refinery ini menandai era baru kemitraan, seiring dengan upaya kami untuk meningkatkan produksi produk kelapa sawit yang aman dan berkelanjutan, serta membangun rantai pasok yang tangguh dan berkontribusi terhadap sistem pangan global yang aman, bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tambahnya.

(Sahabat yang terhormat. Jika ingin tahu data luas lahan dan produksi 9 minyak nabati global (1961-2022), silakan klik link ebook ini: 9 Minyak Nabati)

Refinery di Lampung ini dirancang untuk dapat mengolah hingga 3.000 metrik ton minyak sawit per hari dan memiliki kapasitas untuk memurnikan satu juta metrik ton minyak sawit per tahun.

Fasilitas pemurnian ini juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah, peralatan hemat energi serta sistem pengelolaan air yang meminimalisir dampak operasional terhadap lingkungan dan juga masyarakat sekitar, sekaligus menjaga standar kualitas produk yang tinggi.

Memperkuat rantai pasok Cargill dari hulu ke hilir

“Bersama dengan pabrik dan perkebunan milik Cargill, refinery ini memperkuat rantai pasok terintegrasi Cargill dari hulu ke hilir, dari perkebunan hingga pelanggan, untuk memastikan ketertelusuran dan keberlanjutan yang lebih baik,” kata Azlan Adnan.

“Refinery ini juga meningkatkan kapasitas kami untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat atas minyak sawit yang berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen kami terhadap komunitas di tempat kami beroperasi,” kata Managing Director, Bisnis Tropical Oil Cargill itu.

Cargill secara aktif juga mendukung pengembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Lihat juga: Peremajaan sawit rakyat ala PalmCo

Melalui program inisiatif, seperti Program Kesehatan Keluarga dan Kesadaran Lingkungan di Desa Srengsem, di mana Cargill membantu memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan gizi masyarakat, mendorong gaya hidup sehat di kalangan anak sekolah, serta mengembangkan praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Menandai perjalanan Cargill yang ke-50 tahun di Indonesia, pencapaian ini tidak hanya sebagai perayaan keberhasilan bersama, tetapi juga menegaskan kembali dedikasi perusahaan untuk melayani pelanggan melalui inovasi, memberikan dukungan kepada masyarakat sekitar, mempromosikan keberlanjutan serta mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Perjalanan Cargill di Indonesia

Sebanyak 155 ribu karyawan Cargill di 70 negara bekerja tanpa henti untuk mewujudkan tujuannya, yaitu menyediakan nutrisi bagi dunia secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Cargill memulai kegiatan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1974 dengan mendirikan pabrik pakan ternak di Bogor, Jawa Barat. Saat ini, Cargill berkantor pusat di Jakarta dan memiliki lebih dari 19 ribu karyawan.

Perusahaan ini memiliki lebih dari 50 lokasi yang mencakup kantor, pabrik, dan fasilitas di seluruh Indonesia, dengan kegiatan bisnis meliputi pakan ternak, kakao, kopra, produk olahan berbahan unggas, minyak sawit, serta pati dan pemanis.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Rilis Cargill Indonesia, Selasa, 21 Oktober 2025, Cargill Resmikan RefineryMinyak Sawit Senilai USD$200 Juta di Lampung Perkuat Pasokan Minyak Nabati yang Transparan dari Sumber yang Bertanggung Jawab.
  2. Sipayung, T dan Purba, JHV. 2015. Ekonomi Agribisnis Minyak Sawit. Bogor: Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI).