Varietas padi Inpari 32 digemari penggilingan
Varietas padi Inpari 32.

AGRIKAN.ID – Varietas padi yang digemari perusahaan penggilingan padi yang membeli gabah di Cilacap, Jawa Tengah, menurut seorang petani padi dan pengepul, adalah Pandan Wangi, Situ Bagendit, Ciherang, Inpari 32, dan Inpari 33.

Petani tersebut menyarankan kepada petani padi untuk tidak menanam IR 42. Bukan larangan, ya. Varietas IR 42 ini jika digiling berasnya banyak yang patah. Beras utuh dan beras kepalanya rendah.

Baca juga: Fase pertumbuhan tanaman padi

Padahal, konsumen beras lebih menyukai memasak nasi dari beras utuh dan beras kepala. Bagi perusahaan penggilingan, beras utuh dan beras kepala lebih mahal dari beras patah atau pun menir.

Berikut ini lima varietas padi yang digemari perusahaan penggilingan padi yang membeli gabah di Cilacap, Jawa Tengah, yaitu:

  • Pandan Wangi
  • Situ Bagendit
  • Ciherang
  • Inpari 32
  • Inpari 33

Varietas padi Pandan Wangi

  • Varietas Pandan Wangi merupakan padi aromatik yang beraroma wangi. Aroma tersebut berasal dari kandungan senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (2AP).
  • Varietas ini cocok ditanam di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
  • Asal varietas ini dari populasi varietas lokal Pandan Wangi Cianjur.
  • Tinggi tanaman sekitar 168 cm. Jumlah anakan produktif 15-18 batang/rumpun.
  • Umur tanaman (panen) sekitar 155 hari setelah sebar (HSS).
  • Bentuk gabah bulat.
  • Warna gabah kuning emas.
  • Potensi hasil sekitar 7,4 ton gabah kering giling (GKG)/ha. Rata-rata hasil sekitar 5,7 ton GKG/ha.
  • Kadar amilosanya sekitar 24,96%. Kadar amilosanya tergolong sedang (20-25%) sehingga tekstur nasinya pulen (sedang).

Baca juga: Mutu gabah dan rendemen

Varietas padi Situ Bagendit

  • Varietas Situ Bagendit merupakan padi aromatik yang beraroma wangi. Aroma tersebut berasal dari kandungan senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (2AP).
  • Varietas ini cocok ditanam di lahan kering. Selain itu bisa juga ditanam di lahan sawah.
  • Asal varietas ini merupakan persilangan Batur/S2823-7d-8-1-A/S2823-7d-8-1-A.
  • Tinggi tanaman sekitar 90-105 cm. Jumlah anakan produktif 12-13 batang/rumpun.
  • Umur tanaman (panen) sekitar 110-120 hari setelah sebar (HSS).
  • Bentuk gabah panjang ramping.
  • Warna gabah kuning bersih.
  • Potensi hasil sekitar 3-5 ton gabah kering giling (GKG)/ha.
  • Kadar amilosanya sekitar 22%. Kadar amilosanya tergolong sedang (20-25%) sehingga tekstur nasinya pulen (sedang).

Varietas padi Ciherang

  • Varietas padi ini cocok ditanam di ekosistem sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut (dpl).
  • Asal varietas ini dari IR8349-53-1-3-1-3/3*IR19661-131-3-1-3/4*IR64.
  • Tinggi tanaman sekitar 107-115 cm. Jumlah anakan produktif 14-17 batang /rumpun.
  • Umur tanaman (panen) sekitar 116-125 hari setelah sebar (HSS).
  • Bentuk gabah panjang ramping.
  • Warna gabah kuning bersih.
  • Potensi hasil sekitar 5-7 ton gabah kering giling (GKG)/ha.
  • Kadar amilosanya sekitar 23%. Kadar amilosanya tergolong sedang (20-25%) sehingga tekstur nasinya pulen (sedang).

Klik video: 5 Varietas padi yang laris

Varietas padi Inpari 32

  • Varietas padi ini cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m di atas permukaan laut (dpl).
  • Asal varietas ini dari Ciherang/IRBB64.
  • Tinggi tanaman sekitar 97 cm. Jumlah anakan produktif sekitar 17 batang/rumpun.
  • Umur tanaman (panen) sekitar 120 hari setelah sebar (HSS).
  • Jumlah gabah 118 butir/malai.
  • Bentuk gabah medium.
  • Warna gabah kuning bersih.
  • Potensi hasil sekitar 8,42 ton gabah kering giling (GKG)/ha. Rata-rata hasil 6,3 ton GKG/ha.
  • Rendemen beras pecah kulit (brown rice) sekitar 79,72% (dari GKG). Rendemen beras giling (beras putih atau polished rice atau white rice) sekitar 71,49% (dari GKG).
  • Warna beras pecah kulit putih kuning.
  • Kadar amilosanya sekitar 23,46%. Kadar amilosanya tergolong sedang (20-25%) sehingga tekstur nasinya sedang (pulen).

Varietas padi Inpari 33

  • Varietas padi ini cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m di atas permukaan laut (dpl).
  • Tinggi tanaman sekitar 93 cm. Jumlah anakan produktif sekitar 18 batang/rumpun.
  • Umur tanaman (panen) sekitar 107 hari setelah sebar (HSS).
  • Jumlah gabah 86 butir/malai.
  • Bentuk gabah panjang ramping.
  • Warna gabah kuning bersih.
  • Potensi hasil sekitar 9,8 ton gabah kering giling (GKG)/ha. Rata-rata hasil sekitar 6,6 ton GKG/ha.
  • Rendemen beras pecah kulit (brown rice) sekitar 78,5% (dari GKG). Rendemen beras giling (beras putih atau polished rice atau white rice) sekitar 67,9% (dari GKG).
  • Warna beras pecah kulit putih kuning.
  • Kadar amilosanya sekitar 23,42%. Kadar amilosanya tergolong sedang (20-25%) sehingga tekstur nasinya sedang (pulen).

Demikian informasi lima varietas padi yang banyak digemari perusahaan penggilingan padi yang berburu membeli gabah di Cilacap, Jawa Tengah. Semoga informasi ini bermanfaat.

Syatrya Utama | Jurnalis dan Alumni IPB University | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id.
  2. Keputusan Menteri Pertanian tentang masing-masing varietas padi.
  3. https://www.kliktani.com/2018/11/padi-pandan-wangi.html.