Merawat alpukat di pekarangan rumah.
Tanaman alpukat di pekarangan rumah.

Kegiatan merawat alpukat di pekarangan rumah meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, pendangiran, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Perawatan di sini dibatasi setelah bibit tanaman alpukat, baik dari biji maupun dari sambung pucuk atau sambung celah, dipindahkan ke lahan pekarangan rumah.

Penyiraman alpukat di pekarangan rumah

  • Penyiraman terutama dilakukan terhadap tanaman muda. Sebab, sistem perakaran tanaman muda belum cukup mampu menyerap air tanah yang lebih dalam.
  • Penyiraman setiap hari pada pagi atau sore hari dengan hand sprayer (penyemprot tangan) atau gayung.
  • Penyiraman jangan berlebihan, terutama pada tanaman muda, karena bisa menyebabkan tanaman mati.

Penyiangan tanaman alpukat

  • Penyiangan adalah pembersihan rumput atau tanaman pengganggu (gulma), benalu, dan tunas liar.
  • Sampah hasil penyiangan dapat ditimbun, dibuang, atau dijadikan penutup tanah.
  • Penyiangan dilakukan secara rutin. Pada tahap awal dilakukan setelah penanaman bibit. Selanjutnya dilakukan setiap 1 – 2 bulan sekali.

Baca juga: Manfaat Alpukat untuk Kesehatan

Pemupukan tanaman alpukat

  • Pada masa vegetatif (belum berbuah), tanaman alpukat lebih membutuhkan unsur nitrogen (N) untuk mendukung pertumbuhan, sedangkan pada masa generatif (berbuah), tanaman alpukat lebih membutuhkan fosfor (P) dan kalium (K) untuk mendukung pembungaan dan pembuahan.
  • Biasanya, bibit yang ditanam dari biji mulai berbuah pada umur 10 – 15 tahun, sedangkan bibit dari sambung pucuk mulai berbuah pada umur 5 – 8 tahun setelah tanam.
  • Pupuk yang diberikan adalah pupuk organik (pupuk kandang atau pukan atau kompos) dan pupuk anorganik (NPK, Urea, TSP, KCl, ZA, dan lain-lain).
  • Pemberian pupuk kandang setahun sekali sebanyak 30 kg/tanaman sampai tanaman alpukat berumur 4 tahun atau belum berbuah.
  • Untuk pupuk NPK, pertama kali diberikan 6 bulan setelah pindah tanam dengan dosis 150 gram/tanaman. Untuk selanjutnya, pemupukan setiap 6 bulan dan dosisnya ditambah 50 gram dari dosis sebelumnya.
  • Untuk tanaman berumur muda (1 – 4 tahun), pemberian Urea 0,3 – 1,1 kg/tanaman, TSP 0,5 – 1 kg/tanaman, dan KCl 0,2 – 0,8 kg/tanaman. Rentang pemberian setiap 6 bulan sekali.
  • Untuk tanaman berumur produksi (di atas 5 tahun atau mulai berbuah) diberikan pupuk kandang 30 kg/tanaman, Urea 2,5 – 3,5 kg/tanaman, TSP 3,5 kg/tanaman, dan KCl 4 kg/tanaman. Rentang pemberian pupuk ini setiap 6 bulan sekali.
  • Untuk tanaman berumur muda, waktu pemupukan menjelang musim kemarau atau awal musim penghujan, sedangkan tanaman berbuah setelah panen atau menjelang pembungaan.
  • Pemupukan dilakukan dengan membuat lubang, parit, garitan atau rorakan melingkar di sekeliling batang di bawah batas kanopi atau daun terluar. Setelah itu pupuk dibenamkan dan ditimbun.
  • Selain diberi pupuk melalui akar, tanaman alpukat juga perlu diberi pupuk daun untuk mendukung pembentukan daun.
Pemupukan alpukat di pekarangan rumah.
Parit melingkar di sekeliling batang untuk pemberian pupuk. Sumber: Sadwiyanti, L. dkk.

Pendangiran tanaman alpukat

  • Pendangiran atau penggemburan tanah dilakukan pada tanah di bawah tajuk dengan radius 75 – 100 cm dari batang tanaman.
  • Biasanya pemupukan melalui akar dapat dilakukan bersamaan dengan pendangiran atau penggemburan tanah tersebut.
  • Pada saat penggemburan ini, dilakukan juga pembuatan lubang, parit, garitan, atau rorokan untuk pemupukan.

Pemangkasan tanaman alpukat

  • Pemangkasan dilakukan terhadap cabang-cabang yang terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati atau cabang lain yang tidak diinginkan.
  • Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman alpukat yang sudah berumur satu tahun.
  • Pertahankan tinggi tanaman alpukat 4 – 5 m dari permukaan tanah dan letak cabang terendah dengan jarak 1 – 1,5 m dari permukaan tanah.

Video terkait: Pucuk Daun Alpukat

Pengendalian hama dan penyakit

Hama utama yang biasa menyerang tanaman alpukat sebagai berikut:

  • Ulat kipat (Cricula trifenestrata)
  • Ulat peliang atau penggulung daun
  • Aphids (Aphids gossypii)
  • Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd)
  • Kumbang bubuk cabang atau ranting (Xyleborus coffeae)
  • Lalat buah (Dacus dorsalis)

Penyakit utama yang biasa menyerang tanaman alpukat sebagai berikut:

  • Antraknosa
  • Bercak daun atau bercak coklat
  • Busuk akar dan kanker batang
  • Busuk buah
  • Embun tepung

Pengendalian hama dan penyakit utama tersebut di atas dapat dilakukan secara alami (dengan musuh alami dan biopestisida) maupun kimiawi (dengan pestisida kimia).

Penjelasan lebih rinci tentang cara mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman alpukat ini akan dibuat dalam artikel terpisah.

Nah, sahabat Agrikan.id, demikianlah penjelasan tentang cara memelihara alpukat di pekarangan rumah. Semoga informasi ini bermanfaat.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Sadwiyanti, L; Sudarso, D; dan Budiyanti, T. 2009. Budidaya Alpukat. Solok: Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kementerian Pertanian.
  2. http://etheses.uin-malang.ac.id/964/4/04520002%20Bab%202.pdf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here