Meningkatkan jumlah bunga alpukat menjadi buah.
Ilustrasi alpukat Hass dengan tipe pembungaan A. Gambar oleh sandid dari Pixabay.

Cara meningkatkan jumlah bunga alpukat menjadi buah dapat dilakukan dengan menanam alpukat yang berbunga tipe A dan B dalam satu kebun.

Biasanya, jika hanya mengandalkan penyerbukan bunga jantan terhadap bunga betina dari satu pohon yang sama, jumlah bunga yang menjadi buah sekitar 0 – 1%.

Jumlah bunga menjadi buah ini biasa disebut fruit set, yaitu hasil penyerbukan bunga jantan terhadap bunga betina yang berhasil menjadi buah.

Jika ingin meningkatkan fruit set pada tanaman alpukat, salah satu caranya dengan menanam campuran varietas dengan tipe pembungaan yang berbeda, yaitu tipe A dan tipe B dalam satu hamparan.

Pada dasarnya, bunga alpukat itu merupakan bunga lengkap dan sempurna. Dalam satu bunga terdapat bunga jantan dan bunga betina.

Bunga jantan terdiri dari benang sari, kepala sari, dan serbuk sari (yang terdapat di dalam kepala sari).

Bunga betina terdiri dari stigma (kepala putik), tangkai stigma, dan ovarium (bakal buah atau biji).

Bunga tersebut tersusun atas malai yang keluar dari ujung ranting. Malai tersebut berbentuk payung dan bercabang banyak.

Biasanya, musim berbunga alpukat pada awal musim hujan, sedangkan musim berbuah lebat pada Desember, Januari, dan Februari.

Pada umumnya, buah alpukat dapat dipetik setelah berumur 6 – 7 bulan dari saat bunga mekar, setelah terjadi penyerbukan bunga jantan terhadap bunga betina.

Di Indonesia, yang memang cocok untuk tanaman alpukat, musim panen dapat terjadi setiap bulan.

Produktivitas tanaman alpukat yang tumbuh dan berbuah dengan baik sekitar 70 – 80 kg/pohon/tahun. Tetapi rata-ratanya sekitar 50 kg/pohon/tahun.

Perilaku pembungaan alpukat

Perilaku pembungaan pada tanaman alpukat disebut synchronous dichogamy. Yaitu, bunga yang sama mekar dua kali dalam waktu dua hari dengan fungsi yang berbeda pada saat masing-masing mekar.

Pada saat mekar pertama, berfungsi sebagai bunga betina. Kepala putik siap menerima serbuk sari dari bunga jantan. Fase bunga betina mekar ini sekitar 2 – 4 jam.

Setelah itu, bunga betina akan menguncup. Kemudian bunga yang sama akan mekar kembali pada hari kedua, yang berfungsi sebagai bunga jantan. Pada saat ini, kepala sari akan melepaskan serbuk sari.

Setelah mekar yang kedua ini, bunga akan menguncup hingga menjadi buah atau bunga akan gugur.

Selain synchronous dichogamy, bunga alpukat juga memiliki perilaku yang unik. Waktu berfungsinya bunga jantan dan bunga betina berbeda antarvarietas.

Karena itulah dikenal dua tipe pembungaan pada tanaman alpukat, yaitu pembungaan tipe A dan tipe B.

Pada tipe A, bunga mekar pertama pada pagi hari adalah bunga betina, sedangkan bunga mekar kedua pada sore hari pada hari berikutnya adalah bunga jantan.

Contoh tanaman alpukat dengan pembungaan tipe A:

  • Anaheim
  • Cipedak
  • Gwen
  • Hass
  • Hazzard
  • Lamb Hass
  • Misrah (Batuah)
  • Pesako
  • Pinkerton
  • Reed
  • Rincon
  • Tongar
  • Wina Bandungan
  • Wurtz

Pada tipe B, bunga mekar pertama pada sore hari adalah bunga betina, sedangkan bunga mekar kedua pada pagi hari pada hari berikutnya adalah bunga jantan.

Contoh tanaman alpukat dengan pembungaan tipe B:

  • Aligator (Opal)
  • Bacon
  • Edranol
  • Ettinger
  • Fuertindo
  • Idola
  • Kendil
  • Llanos Hass
  • Mega Gagauan
  • Mega Paninggahan
  • Mega Murapi
  • Nabal
  • Nobel
  • Raja Giri
  • Sharwil
  • Shepard
  • Siginjai
  • Zutano

Dengan menanam alpukat dengan pembungaan tipe A dan B dalam satu kebun atau hamparan, maka diharapkan dapat meningkatkan jumlah bunga alpukat menjadi buah.

Pada alpukat tipe A, bunga mekar pertama pada pagi hari adalah bunga betina, sedangkan bunga mekar kedua pada sore hari pada hari berikutnya adalah bunga jantan.
Pada tanaman alpukat, yang mekar pertama adalah bunga betina (kiri) dan yang mekar kedua adalah bunga jantan (kanan).

Sebab, pada pagi hari, bunga betina alpukat tipe A dan bunga jantan alpukat tipe B mekar bersamaan sehingga memudahkan penyerbukan bunga jantan dari tipe B terhadap bunga betina dari tipe A.

Meningkatkan penyerbukan alami bunga alpukat

Bayangkan jika mengandalkan penyerbukan dari satu pohon untuk tipe A saja atau tipe B saja. Waktu penyerbukan bunga jantan dan bunga betina sangat singkat, antara jam 12.00 – 15.00 waktu setempat.

Jangan heran jika fruit set tanaman alpukat sekitar 0 – 1%. Dengan menanam alpukat tipe A dan B dalam satu kebun, diharapkan fruit set dapat meningkat sampai sekitar 27,2%.

Selain menanam alpukat tipe A dan B dalam satu hamparan, fruit set juga dapat meningkat dengan cara memperbanyak serangga polinator (penyerbuk) seperti lebah, semut rang-rang, dan lalat.

Tentu saja peran angin sangat penting dalam proses penyerbukan alami bunga alpukat.

Untuk meningkatkan populasi serangga polinator dapat dilakukan dengan menanam kaliandra, mawar, melati, dan tanaman yang lainnya yang bunganya bagus dan wangi di sekitar tanaman alpukat.

Perhatikan lebah yang menghisap madu bunga alpukat. Ia hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya.

Serbuk sari dari bunga jantan menempel pada kaki lebah dan kemudian kaki itu menempel ke kepala putik bunga betina sehingga terjadi penyerbukan.

Perhatikan juga semut yang berjalan-jalan di bunga jantan dan betina. Kaki semut menginjak serbuk sari  bunga jantan dan membawanya menempel ke kepala putik bunga betina, terjadilah penyerbukan.

Penyerbukan buatan meningkatkan jumlah bunga menjadi buah

Lantas bagaimana jika tanaman alpukat terserang kutu daun atau hama lainnya? Penyemprotan hama tersebut dengan insektisida dapat menyebabkan serangga polinator mati?

Nah, untuk itulah dilakukan pencegahan. Sebelum bunga mekar, sebaiknya tanaman alpukat sudah disemprot dengan insektisida untuk membasmi hama. Ketika bunga mekar, hama sudah berkurang.

Hal lain yang dapat menyebabkan penyerbukan alami gagal adalah hujan lebat. Pada musim hujan, benang sari lengket dan serbuk sarinya sulit lepas.

Angin sulit meniupkan serbuk sari untuk memindahkannya ke kepala putik. Serangga polinator juga tidak mudah memindahkan serbuk sari ke kepala putik. Ya, kalau sudah begini, hukum alam.

Untuk itulah bisa dilakukan dengan penyerbukan buatan. Tapi ini biasanya dilakukan untuk populasi tanaman alpukat yang relatif sedikit atau ditanam di halaman rumah dan tingginya masih terjangkau.

Cloud Hosting Indonesia

Pertama, dengan kuas kecil dan halus. Sapukan kuas ke bunga jantan untuk mengambil serbuk sarinya.

Lalu kuaskan secara pelan-pelan ke bunga betina. Diharapkan terjadi penyerbukan dan pembuahan.

Kedua, dengan memetik bunga jantan, yang mempunyai tiga tangkai di tengahnya. Lalu dicolok-colokan satu per satu ke bunga betina sehingga terjadi penyerbukan.

Nah, dengan menanam alpukat tipe A dan B dalam satu kebun, meningkatkan populasi serangga polinator, dan melakukan penyerbukan buatan, diharapkan dapat meningkatkan fruit set alpukat.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Sadwiyanti, L; Sudarso, D; dan Budiyanti, T. 2009. Budidaya Alpukat. Solok: Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
  2. https://www.agric.wa.gov.au/spring/growing-avocados-flowering-pollination-and-fruit-set.
  3. Channel YouTube “Bibit Unggul Blitar 5758” dan “Andi Noor Prayogi”.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here