Kepik hitam dan bulir padi.
Kepik hitam di bulir padi. Sumber: Brosur BBPOPT, 2012.

Kepik hitam (Paraeucosmetus pallicornis Dallas). Dilaporkan pertama kali menyerang tanaman padi di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga, Sulawesi Utara.

Penduduk setempat mengenalnya dengan semut hitam. Bentuk, ukuran, dan pergerakannya seperti semut hitam.

Imago kepik hitam.
Imago (dewasa) kepik hitam sedang mengisap bulir padi muda. Sumber: Brosur BBPOPT, 2012.

Sekarang, hama ini telah menyebar ke Provinsi Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

Bioekologi

  • Kepik hitam aktif pada pagi dan siang hari. Pada pagi hari berlindung di pangkal batang atau rumpun padi atau pada vegetasi rerumputan di permukaan tanah.
  • Nimfa instar-1 dan instar-2 umumnya berada pada pangkal batang. Mengisap cairan tanaman padi dan rerumputan.
  • Nimfa instar-3, instar-4, instar-5, dan imago (kepik dewasa) merusak bulir padi.
  • Di lapangan, lebih banyak ditemukan pada fase bulir padi matang susu, terutama pada kondisi lembap dan cocok untuk kehidupan kepik hitam.
Instar-1, 2, dan 3 kepik hitam. Sumber: Brosur BBPOPT, 2012.

Gejala serangan

  • Hama kepik hitam merusak tanaman padi dengan cara menusukkan stiletnya ke dalam bulir padi dan mengisap cairan gabah.
  • Gejala serangan: bulir padi menjadi cokelat dan mudah hancur saat digilinig. Beras berwarna cokelat kehitaman. Jika beras dimasak, nasinya terasa pahit.
  • Petani rugi. Pedagang padi tidak mau membeli gabah yang berasal dari lahan terserang.

Siklus hidup kepik hitam mulai dari telur, nimfa (instar-1, instar-2, instar-3, instar-4, instar-5), dan dewasa.

Siklus hidup di atas berdasarkan pengamatan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) dan Instalasi Pengamatan Peramalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Pinrang, Sulawesi Selatan, tahun 2011.

Instar-4 dan 5 kepik hitam.
Instar-4 dan instar-5 kepik hitam. Sumber: Brosur BBPOPT, 2012.

Telur

  • Diletakkan berkelompok atau satu persatu secara acak pada batang padi dan serasah.
  • Berbentuk lonjong dan berwarna jingga.
  • Berukuran panjang 1 mm dan lebar 0,3 mm.
  • Menetas setelah 4-6 hari.

Nimfa

  • Berbentuk ramping dan berwarna hitam menyerupai seranga dewasa. Kecuali instar-1 berwarna merah.
  • Nimfa terdiri atas 5 instar (instar-1, instar-2, instar-3, instar-4, dan instar-5).
  • Lama perkembangan nimfa berkisar 12-21 hari.

Dewasa

  • Berukuran panjang 7-7,5 mm.
  • Fermur tungkai depan membesar dan mempunyai duri sebanyak 8 buah.
  • Tungkai tengah berukuran lebih kecil dari pada tungkai depan.
  • Lama hidup dewasa 6-12 hari.
Kepik hitam dewasa. Sumber: Brosur BBPOPT, 2012.

Pengendalian

Potensi kerusakan dan kehilangan hasil produksi padi akibat serangan hama kepik hitam ini tinggi.

Oleh karena itu rekomendasi pengendalian meliputi teknik bercocok tanam, pola tanam, pemanfaatan agensia hayati, dan pengendalian pestisida nabati.

Teknik bercocok tanam

  • Pengolahan tanah dan sanitasi lingkungan untuk menghilangkan sumber serangan, gulma, dan mematikan populasi hama yang ada.
  • Pemupukan yang berimbang dengan dosis spesifik lokasi yang diharapkan dapat memberi ketahanan pada tanaman.
Bulir padi.
Bulir padi yang diserang kepik hitam. Sumber: Brosur BBPOPT, 2012.

Pola tanam

  • Pengaturan jarak tanam dibuat agak lebar untuk menciptakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai untuk perkembangan hama. Misalnya tanam sistem legowo 2:1.
  • Jarak tanam yang terlalu rapat mempertinggi kelembapan iklim mikro yang menjadi faktor pendorong perkembangan hama.
  • Melakukan pergiliran varietas padi dan pola tanam padi – palawija.
  • Melakukan pengaturan air secara berkala untuk mengurangi kelembapan di sekitar pertanaman.

Pemanfaatan agensia hayati

  • Aplikasi jamur entomopatogen seperti Beauveria bassiana.
  • Jamur ini merupakan mikroorganisme indigenous yang sangat potensial, mengandung racun beauvericin dan nucleus sehingga mengakibatkan pembengkakan yang disertai pengerasan pada serangga hama yang terinfeksi.

Pengendalian pestisida nabati

  • Aplikasi ekstrak daun nimba yang mengandung azadirachtim, racun perut.
  • Racun ini bersifat menghambat pertumbuhan. Mengganggu proses fisiologi serangga.

Referensi:

Sukar; Faridah, Indah; Gabriel, Dwitya Rizqillah. 2012. Kepik Hitam (Paraeucosmetus pallicornis). Brosur. Karawang: Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here