Haji Sumardi balon Wali Kota Bengkulu
Drs. H. Sumardi, MM, dapat mandat Partai Golkar untuk maju pada pemilihan Wali Kota Bengkulu 2024.

AGRIKAN.ID – Drs. H. Sumardi, MM, 65, dapat mandat Partai Golkar untuk maju pemilihan Wali Kota (pilwakot) Bengkulu 2024. Begitu juga rekannya, Yudi Darmawansyah, dapat mandat yang sama.

Mandat tersebut sudah mendapat restu dari DPD (Dewan Pengurus Daerah) II Partai Golkar Kota Bengkulu, DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu, dan DPP (Dewan Pengurus Pusat) Partai Golkar.

Sebagai calon kepala daerah (cakada), mereka diminta untuk melakukan sosialisasi, untuk melihat sejauh mana dukungan masyarakat. Biasanya nanti ada survei internal untuk melihat dukungan itu.

Lihat juga: Putra Bengkulu jabat Danjen Kopassus

Berdasarkan hasil sosialisasi tersebut akan ditentukan calon dengan elektabilitas tertinggi yang akan diusung Partai Golkar. Selain itu, perlu juga dukungan dari partai lain selain Partai Golkar supaya bisa memenuhi syarat pencalonan. Sebab, secara syarat belum cukup hanya mengandalkan Partai Golkar.

Banyak warga Kota Bengkulu berharap Haji Sumardi menjadi bakal calon (balon) dan kemudian resmi jadi calon Wali Kota Bengkulu. Survei menentukan, apakah Haji Sumardi lolos menjadi calon.

Setelah calon, apakah Sumardi terpilih jadi Wali Kota Bengkulu? Semuanya tergantung karunia Allah SWT.

Membangun spirit dan silaturahmi

Haji Sumardi, kelahiran Tebat Gunung, Maras (dulu di Kabupaten Bengkulu Selatan, tetapi sejak 25 Februari 2003 masuk Kabupaten Seluma), 23 April 1959, itu selalu membangun spirit untuk maju.

Orang  yang berhasil itu, mengutip C.K Prahalad dari Harvard Business School, Amerika Serikat, adalah orang yang mempunyai spirit tinggi. “Siapa yang mempunyai spirit tinggi, dia pancangkan bendera (cita-cita), dan dia ingin sampai ke sana. Orang mempunyai spirit ingin bangkit, orang itu pasti maju,” kata Sumardi, anak pertama dari delapan bersaudara dari pasangan Yasima dan Saidi.

Pria yang pernah bercita-cita menjadi tentara itu, sempat mengenyam pendidikan bernuansa militer semasa Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Pemerintahan Dalam Negeri di Pusdik Angkatan Darat di Cimahi, Bandung, 1993. Di sana, alumnus APDN Palembang, 1989, itu menikmati dunia ketentaraan.

Lihat juga: Membangun Bengkulu semakin alap

Dari Sespim tersebut, suami Hajah Aeni, SE, itu menyerap tiga filosofi. Pertama, menerapkan disiplin. Kedua, mengambil keputusan. Ketiga, memilih strategi. Dengan menimbang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, keputusan diambil untuk mengatasi masalah jangka pendek dan jangka panjang, tetapi dengan meminimalkan risiko terburuk terhadap keputusan yang diambil tersebut.

“Ciri kepemimpinan, dia harus mengambil keputusan dengan tegas dan lugas pada saat itu. Dia tidak pernah ragu,” kata ayah dari M. Dedy Supinno, Verty Memorindah, dan M. Haryo Julianto Putra, itu.

Tetapi sebagai pemimpin, Sumardi juga berani merevisi keputusan jika hasilnya kurang afdal seiring berjalannya waktu. “Saat keputusan itu diambil sudah benar. Dari sana saya tahu, siapa yang bekerja sungguh-sungguh dan siapa penjilat. Keputusan saya revisi,” kata anggota DPRD Provinsi Bengkulu itu.

Selain membangun spirit dan menerapkan disiplin, satu hal lagi yang membuat Sumardi berhasil, yaitu menjalin silaturahmi atau memupuk persahabatan. “Rezeki itu datang bukan dari siapa-siapa, kecuali dari Allah SWT, melalui persahabatan dan bekerja dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Akumulasi spirit, disiplin, silaturahmi, dan karunia dari Allah SWT, Sumardi bisa meraih cita-citanya.

Merasa takut itu manusiawi

Tetapi apakah alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu pernah takut? “Adanya rasa takut dalam bertindak itu manusiawi,” kata lulusan SMA Negeri I Manna, Bengkulu Selatan, tahun 1980 itu.

“Rasa takut itu mungkin saja ada. Tapi saya lebih takut lagi kalau sampai takut,” kata Sumardi, yang akrab dipanggil Kombes. Perlu diketahui, di Kepolisian, Kombes itu Komisaris Besar, yang merupakan tingkat pertama perwira menengah (pamen). Bagi Sumardi, Kombes itu panggilan kesayangannya.

Lalu, bagaimana cara Sumardi mengatasi rasa takut? Ia berkeyakinan, bahwa segala sesuatu itu jalan dari Allah SWT. Karena itulah, dalam kehidupannya, Sumardi selalu berdoa dan meminta petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, silaturahmi juga salah satu cara Sumardi mengatasi rasa takut.

Meniti karir di Bengkulu

Setamat SMA Negeri I Manna, Sumardi memulai karir tahun 1982 di Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Selatan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Berselang tiga tahun, Sumardi mendapat tugas kuliah di APDN (Akademi Pemerintah Dalam Negeri) di Palembang. Lulus 1989.

Kemudian ia menjadi Camat di Pino Kelutum (Pino Raya). Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di UGM, Yogyakarta. Sepulang dari UGM, ia menjadi Kepala Subbagian di BKD Pemda Bengkulu Selatan.

Pada saat penyesuaian jabatan, ia diamanahkan merangkap jabatan menjadi Kabag Pemerintah Umum dan Kepala Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Lalu Sumardi menjabat Kepala Dinas Kebersihan merangkap Kabag Tata Kota dan Pengawas PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum).

Dua tahun kemudian, ia menjadi Camat Sukaraja, 1995 – 2000. Setelah lima tahun ia dipindahkan menjadi Kabag Pemerintah Desa, kemudian menjadi Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Bengkulu Selatan. Kemudian, orang yang baik itu, menjadi Kabid Perdagangan Bengkulu Selatan.

Karirnya kian pesat ketika diangkat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Gubernur Agusrin Maryono Najamuddin. Setelah naik pangkat Golongan IV A, ia menjadi Kabag Ortala (Organisasi dan Tata Laksana) Provinsi Bengkulu. Kala itu ia masih Sekpri Gubernur dan menjabat Kasatpol Pamong Praja.

Lihat juga: Membangun agropolitan di Bengkulu Selatan

Kemudian 2008 – 2011, ia menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu. Pada, 2011 – 2015, Sumardi menjabat Asisten I Setdaprov (Sekretariat Daerah Provinsi) dan merangkap Plt (Pelaksana Tugas) Sekda (Sekretaris Daerah). Sumardi pun pernah menjabat Wali Kota Bengkulu, 2012 – 2013.

Kemudian pada tahun 2018, ia mengundurkan diri dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil (Daerah Pemilihan) Kota Bengkulu. Saat menjajaki dunia legislatif, ia bergabung dengan Partai Golkar. Ia diajak Gubernur Rohidin Mersyah jadi calon anggota legeslatif.

Sumardi terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu 2019 – 2024. Kemudian ia terpilih kembali untuk 2024 – 2029. Tahun 2024 ini, ia juga mendapat mandat Golkar untuk maju Pilwakot Bengkulu.

Permintaan orang tua dan bantuan orang lain

Sumardi tidak pernah bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), apalagi anggota DPRD. Ia lebih tertarik jadi tentara. Saat tes masuk Akademi Militer (Akmil), matanya kurang sehat sehinga ia tidak lulus. Setelah sehat, ia tetap tidak bisa ikut seleksi Akmil karena orang tuanya memintanya jadi PNS.

Pada saat mau masuk PNS, ia tidak mengurus pesyaratan. Yang mengurusnya Syariful Merahli, staf  Kol. (Purn) Zamharira Zahari, Bupati Bengkulu Selatan. Zamharira adalah orang tua angkat Sumardi.

Lihat juga: Harlon Nuzirwan dan daun sungkai

“Saya hanya ikut tes saja atas perintah ibu Sawanar, istri bapak Zamharira Zahari,” ungkap Sumardi, sebagaimana dikutip bengkulu.tribunnews.com. Saat lulus PNS pun Sumardi awalnya masih kurang berminat untuk berkarir sebagai PNS karena masih ingin mewujudkan cita-citannya masuk Akmil.

Apalagi waktu itu gaji seorang PNS belum jelas. “Karena ada jaminan gaji dari Kabag Kepegawaian Adri Azhari, saya akhirnya masuk kerja sebagai PNS. Itulah sejarah karir saya,” kenang Sumardi.

Memang, kadangkala, apa yang diinginkan manusia belum tentu tercapai. Tetapi berkat dukungan orang tua kandung dan angkat serta orang lain, Sumardi berhasil dengan baik sampai sekarang.

Tentu dibalik itu semua, ada karunia dari Allah SWT, yang turut melancarkan karir Sumardi di PNS.

Menjadi motor utama untuk kemajuan masyarakat Kota Bengkulu

Ada satu hukum alam, law of attraction, jadi pegangan Sumardi. Yang baik menarik yang baik, yang buruk menarik yang buruk. Ia ingin menjadi motor utama untuk menarik yang buruk menjadi baik.

Lihat juga: Menata Pantai Panjang Kota Bengkulu

Keluarga merupakan unit terkecil masyarakat. Keberhasilan meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan cara yang baik dan benar, berarti juga kesuksesan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika nanti lolos sebagai calon Wali Kota Bengkulu dan menang dalam pemilihan, Sumardi berusaha menggunakan hukum alam law of attraction ini untuk memajukan masyarakat Kota Bengkulu, yang terkenal dengan Pantai Panjang, itu. Sebuah cita-cita, yang telah diukir Sumardi di dalam hatinya.

Syatrya Utama | Email: konten.agrikan@gmail.com

Referensi:

  1. https://bengkulu.tribunnews.com/2024/04/23/profil-sumardi-anggota-dprd-diberi-mandat-dari-golkar-untuk-maju-pemilihan-walikota-bengkulu-2024?page=4.
  2. Majalah Agribisnis AGRINA.