AGRIKAN.ID – Salah satu tujuan penetapan Hari Susu Nusantara (HSN), yang diperingati setiap 1 Juni sejak ditetapkan tahun 2008, antara lain untuk mendorong pertumbuhan peternakan sapi perah rakyat dan meningkatkan konsumsi susu segar.
Tetapi sampai tahun 2026 ini, produksi susu segar dalam negeri (SSDN) baru sekitar 1 juta ton atau sekitar 21% dari kebutuhan susu nasional, yang mencapai sekitar 4,7 juta ton per tahun. Berarti sekitar 3,7 juta ton atau 79% masih berasal dari susu impor, terutama dalam bentuk susu bubuk.
Melihat kondisi tersebut, pada peringatan HSN ke-18 ini, Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN) Teguh Boediyana menyampaikan keterangan resmi, Minggu, 31 Mei 2026, tentang enam usulan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, menetapkan usaha peternakan sapi perah khususnya peternakan sapi perah rakyat menjadi bagian yang diprioritaskan dalam program swasembada pangan.
Lihat juga: Mau swasembada susu, tingkatkan populasi sapi perah
Kedua, pemerintah segera menerbitkan peraturan perundangan, sekurangnya dalam bentuk Instruksi Presiden, untuk mempercepat perkembangan peternakan sapi perah rakyat yang diyakini dapat menciptakan lapangan kerja terutama untuk generasi muda serta swasembada susu.
Ketiga, memberi kesempatan kepada peternak sapi perah rakyat dapat ikut menikmati nilai tambah dari susu segar yang mereka produksi. Sejauh ini, susu segar yang dihasilkan peternakan sapi perah rakyat hanya sebagai bahan baku Industri Pengolahan Susu (IPS). Nilai tambahnya dinikmati IPS.
Keempat, dengan berkembangnya investasi peternakan sapi perah skala besar hendaknya diatur agar terjadi kemitraan yang ideal dengan peternak sapi perah rakyat. Sekurang-kurangnya 20 persen sapi perah skala besar diplasmakan kepada peternak sapi perah rakyat.
Kelima, hilirisasi usaha peternakan sapi perah rakyat perlu dipacu sehingga dapat berkontribusi secara signifikan dalam program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keenam, dengan pertimbangan harga sapi perah impor sangat tinggi, maka perlu ada subsidi atas harga sapi perah impor untuk peternak sapi perah dalam upaya meningkatkan skala pemilikan sapi dari para peternak.
Djarum Group bangun industri susu di Brebes
Nah, salah satu investasi skala besar bakal dilakukan Djarum Group, melalui Savoria Group, di Brebes, Jawa Tengah. Savoria akan mengembangkan peternakan sapi perah dan pabrik pengolahan susu dalam satu kawasan sekitar 710 ha. Rencananya, peletakan batu pertama pertengahan tahun 2026.
Peternakan tersebut diharapkan bisa menampung sapi perah trah Friesian Holstein (FH) sekitar 30 ribu ekor. Dengan populasi tersebut, diharapkan susu segar yang bisa dihasilkan sekitar 180 ribu ton per tahun.
“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan dukungan lahan sekitar 710 hektare dan kapasitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun,” kata Ihsan Mulia Putri, CEO Savoria Group, dalam siaran pers Kementerian Pertanian, Jumat, 17 April 2026.
Lihat juga: Djarum Group bangun industri susu terpadu di Brebes
Investasi tersebut melibatkan sekitar 5.000 petani untuk pengembangan program pakan hijauan sekitar 2.000 ha per tahun. Selain itu, sekitar 8.000 peternak dilibatkan dalam pengembangan sapi perah. “Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” kata Ihsan Mulia Putri.
“Dengan adanya investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia), serta kesejahteraan masyarakat di Brebes dan Jawa Tengah,” kata Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.
Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com













