urea rendah karbon untuk keberlanjutan
Sabic Agri-Nutrients Company (SABIC AN), produsen pupuk urea rendah karbon

AGRIKAN.ID – SABIC AN (Sabic Agri-Nutrients Company) mengirim 2.700 ton pupuk urea rendah karbon ke Ravensdown, koperasi petanian di Timaru, Selandia Baru, Juli lalu.

Pupuk urea rendah karbon untuk para petani tersebut diproduksi SABIC AN dengan menggunakan amonia berjejak karbon rendah.

SABIC AN merupakan perusahaan yang mendapatkan sertifikasi independen pertama di dunia untuk memproduksi amonia rendah karbon.

Sebagai perusahaan publik, SABIC AN terdaftar di Bursa Efek Saudi (Tadawul). Sekitar 50,1% saham SABIC AN dikuasai SABIC dan sisanya dimiliki perusahaan lain dan masyarakat di Tadawul.

Lihat juga: Pupuk ber-SNI dukung ketahanan pangan

Sebagai salah satu produsen pupuk terdepan di dunia, SABIC AN antara lain memproduksi urea, amonia, fosfat, dan produk terspesialisasi lainnya.

SABIC sendiri merupakan perusahaan kimia terdiversifikasi terkemuka di dunia yang berkantor pusat di Riyadh, Arab Saudi.

Dengan 31 ribu karyawan di seluruh dunia dan beroperasi di sekitar 50 negara, SABIC mempunyai lini manufaktur skala global di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Pasifik.

SABIC memproduksi beragam produk seperti kimia, komoditas dan plastik berperforma tinggi, nutrisi pertanian, dan metal.

Mendukung inovasi dan jiwa kecerdasan, SABIC sudah mengantongi 9.946 paten dan patent pending.

Selain itu, SABIC juga memiliki sumber daya riset melalui hub inovasi di lima lokasi strategis: Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Utara.

Lihat juga: Pupuk NPK Jeranti untuk tanaman buah

Arab Saudi telah menjadi yang terdepan dalam memproduksi dan mengekspor komoditas hidrogen bersih dan produk turunannya seperti amonia.

Kerjasama antara Arab Saudi dan Selandia Baru dalam inovasi ini juga merupakan bagian strategi ambisius negara Timur Tengah itu untuk menjadi pemimpin dunia sebagai pusat hidrogen bersih.

Kini Arab Saudi tengah mencari mitra di seluruh dunia untuk membantu mereka mencapai target energi bersihnya.

Pemerintah Indonesia pun mengakui dan melihat potensi energi baru dan terbarukan (EBT) seperti amonia untuk mendukung perekonomian dan pencapaian target aksi iklim Indonesia.

Urea rendah karbon untuk keberlanjutan

Aksi keberlanjutan telah menjadi bagian besar dari strategi SABIC AN mendukung operasi bisnis menjadi bertanggung jawab dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami terus berkomitmen mengembangkan solusi yang dapat memberdayakan pelanggan kami dalam mencapai ambisi keberlanjutan mereka,” kata Abdulrahman Shamsaddin, CEO (Chief Executive Officer) SABIC AN.

“Kerjasama kami dengan Ravensdown merupakan langkah besar kami mencapai tujuan ini dan merupakan bukti komitmen SABIC dalam mengantarkan solusi rendah karbon kepada pelanggan kami dan mendukung mereka dalam mencapai target net zero,” tambahnya.

Lihat juga: Pupuk Boom Flower untuk tanaman padi

“Kolaborasi dengan SABIC AN merupakan faktor penting dalam mencapai komitmen kami mengurangi emisi karbon sebesar 50% sampai dengan tahun 2030,” kata Garry Diack, CEO Ravensdown.

Diack juga menambahkan bahwa teknik manufaktur inovatif SABIC AN dalam memproduksi urea rendah karbon berpotensi menjadi gebrakan industri pupuk global.

Pengiriman urea ke Selandia Baru ini merupakan bagian dari upaya SABIC mengirim produk rendah karbon pertama ke beberapa negara Asia Pasifik.

Hal tersebut merupakan upaya berkelanjutan menyediakan solusi rendah karbon ke pelanggan dengan bahan kimia rendah karbon dan solusi pupuk yang berkomitmen untuk menjadi karbon netral di seluruh lini operasinya sebelum tahun 2050.

Lihat juga: Fase pertumbuhan tanaman padi

Pengiriman produk rendah karbon ini akan mendorong industri pertanian dan energi di Asia.

Sebagaimana kita ketahui, menurut data International Energy Agency, sekitar 70% amonia di dunia digunakan untuk industri pupuk dan 30% industri lainnya seperti plastik, energi, dan serat sintetik.

Pengiriman produk rendah karbon ke Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan

Pada Juni 2023, SABIC telah mengirimkan 5.000 ton amonia rendah karbon sebagai pengiriman komersial pertama ke perusahaan Taiwan, Taiwan Fertilizer Co. (TFC).

Pada April 2023, SABIC mengirimkan amonia rendah karbon bersertifikasi independen pertama ke Jepang, yaitu Fuji Oil Company, yang akan digunakan untuk pembangkit energi.

Amonia rendah karbon tersebut merupakan produksi SABIC dengan bahan mentah dari Aramco dan dijual Aramco Trading Company kepada Fuji Oil Company.

Desember 2022, Lotte Fine Chemical (LFC), Korea Selatan, menerima pengiriman komersial 25.000 ton amonia biru pertama di dunia yang tersertifikasi independen dari SABIC AN dan Aramco.

Pengiriman amonia biru tersebut dari pelabuhan Industrial King Fahad di Jubail, Arab Saudi, dan diterima di Ulasan, Korea Selatan, 20 Desember 2022.

“Tujuan kami adalah mengavitalisasi pencapaian penting ini untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap netralitas karbon,” kata Abdulrahman Shamsaddin, CEO SABIC AN.

“SABIC AN berkomitmen tidak hanya menjadi karbon netral sebelum 2050, tetapi juga berkolaborasi dengan pelanggan untuk mencapai target net zero mereka, seiring pelanggan di sektor energi, pupuk, dan kimia mencari pemasok (penyedia) hidrogen dan amonia rendah karbon,” tambahnya.

“Kami dapat memenuhi permintaan mereka (pelanggan) dengan memanfaatkan kemampuan kami di sepanjang rantai nilai (hidrogen dan amonia rendah karbon),” kata Abdulrahman Shamsaddin.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi petani atau pembaca yang peduli dengan penggunaan pupuk urea rendah karbon di lahan pertanian.

Syatrya Utama | Bloger, Jurnalis, dan Alumni IPB University | Email: syatrya_utama@yahoo.com.

Referensi:

  1. Rilis SABIC AN, 14 Agustus 2023.
  2. https://www.sabic.com/en/products/agri-nutrients.
  3. https://www.sabic.com/en/reports/annual-2021/our-businesses/agri-nutrients.