Air rebusan daun sungkai
Harlon Nuzirwan, batang sungkai, dan daun sungkai. Sumber: Dokumentasi Harlon Nuzirwan.

Ceritanya begini. Sekitar 3 Maret 2020, sehari setelah Jokowi mengumumkan ada penderita Covid-19 di Indonesia, Harlon Nuzirwan naik pesawat dari Jakarta ke Palembang dan kembali lagi ke Jakarta.

Dua hari kemudian ia ke Bali dan menginap 2 hari. Lalu, 7 Maret ia ke Bengkulu dengan transit di Jakarta.

Sejak di Bali, ia sudah merasakan kepala pusing, batuk angin (kering). Setiba di Bengkulu, badannya meriang dan kepala tambah pusing.

Tapi ia tidak terlalu peduli. Bahkan masih sempat memakan duku 1 kg. Ia bertahan dengan meminum madu sesendok. Batuk angin tetap berlanjut. Bahkan sudah berdahak.

Pada 10 Maret, badannya bertambah lemas. Sendi dan tulang mulai nyeri. Dengan dipapa ke mobil, ia dibawa keluarganya ke klinik.

Setelah diperiksa, suhu badannya mencapai 38 derajat C. Selain disuntik, ia dikasih obat yang cukup banyak. Tetapi, keesokan harinya badannya tetap sakit. Bertambah lemas.

Pria kelahiran Bengkulu, 14 Februari 1957, ini benar-benar tidak berdaya. Tergeletak di tempat tidur.

Kemudian datang temannya untuk minta buah mata kucing atau buah lengkeng. Maklum di sekitar rumah ayah 4 anak dan 5 cucu ini banyak ditanami lengkeng. Temannya kaget melihat kondisi Harlon.

Dua tangkai pucuk sungkai

Melihat kondisi Harlon, yang pernah bekerja di perusahaan semi pemerintah di bidang pengadaan air di Selangor, Malaysia, ini temannya menyarankan kepada Harlon untuk meminum air rebusan daun sungkai (Peronema canescens Jack). Waktu itu temannya melihat tanaman sungkai di halaman rumah Harlon.

Setelah temannya pulang, pengusaha SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum) atau pompa bensin di Bengkulu Tengah, ini meminta istrinya untuk merebus daun sungkai.

Dua tangkai pucuk sungkai (sekitar 20 helai daun) berwarna hijau, direbus dengan 6 gelas air Aqua (sekitar 1.200 ml). Airnya dibiarkan menguap sampai tersisa hanya sekitar satu gelas (sekitar 300 ml).

Kemudian, pengusaha yang mempunyai rumah di Bengkulu, Jakarta, dan Malaysia, ini meminum air rebusan tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mengantuk. Tertidur pulas. Baru bangun sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saat bangun, badan berkeringat, panas hilang, dan segar bugar sampai sekarang,” katanya.

Gejala virus Corona dari China. Sumber: bbc.com.

Harlon belum pernah merasakan penyakit seperti di atas. Ia juga bukan seorang perokok. Ia merasakan gejala yang dialaminya seperti gejala Covid-19.

Kalau ia perokok, tentu daun sungkai itu untuk membersihkan paru-parunya. Sebab, salah satu manfaat daun sungkai adalah membersihkan paru-paru.

Dari pengalamannya tersebut, Harlon yang beristrikan orang Banjar ini membuat video testimoni tentang manfaat air rebusan daun sungkai dapat mengatasi penyakit yang sedang mewabah saat ini: Covid-19. Viral.

“Saya hanya untuk amal saja membuat video (testimoni itu),” tulisnya melalui WA.

Teh daun sungkai

Menurut pengusaha yang pernah ke Taj Mahal, India, ini, di Malaysia, daun sungkai sudah dijual dalam bentuk teh daun sungkai. Di Negeri Jiran itu, sungkai disebut semambu. Teh daun sungkai ini dibuat dengan dicampur dengan teh hijau Zahra. Teh daun sungkai ini dikemas dalam kemasan yang modern.

Di dalam brosur teh daun sungkai, tertera manfaat meminum teh daun sungkai untuk kesehatan.

  1. Meningkatkan antibodi (zat kekebalan tubuh).
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.
  3. Merawat buasir atau wasir (pembengkakan pada pembuluh vena di bagian rektum dan dubur).
  4. Membersihkan paru-paru.
  5. Merawat gout (artiritis akibat penumpukan kristal asam urat pada air seni), sembap (bengkak), dan kencing manis.
  6. Mengobati dan mencegah penyakit osteoporosis (kekeroposan tulang).
  7. Menghindari penyakit dimensia (kemerosotan daya pikir) dan amnesia (kehilangan daya ingat).
  8. Mempercantik kulit.

Memang belum diketahui dengan pasti, apakah Harlon menderita Covid-19 atau tidak. Tetapi gejala yang dialaminya mirip Covid-19.

Gejala penyakit ini dimulai dengan batuk kering dan gangguan pernafasan. Batuk itu terus-menerus lebih dari satu jam atau batuk rejan tiga kali dalam waktu 24 jam.

Teh daun sungkai (kiri dan kanan) dan daun sungkai (tengah). Sumber: Harlon Nuzirwan.

Bisa saja Harlon terkena Covid-19, bisa juga tidak. Belum ada tes terhadap dirinya. Tetapi, testimoni Harlon ini bisa memberikan harapan baru untuk menangkal Covid-19, yang disebabkan virus Sars-Cov-2.

Untuk kebaikan kita semua, Harlon mencoba membuat sendiri teh daun sungkai. Teh ini dibungkus dalam plastik. “Dalam bentuk daun atau teh, khasiat (daun sungkai) sama saja,” tulis Harlon melalui WA.

Syatrya Utama (Email: syatrya_utama@yahoo.com)

(Tulisan ini diperbaharui pada Sabtu, 9 Mei 2020)

Referensi:

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51232803.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here