Buku biografi Wayan Supadno
Bambang Sumbodo sedang membaca buku biografi Wayan Supadno. Sumber: Dokumentasi Bambang Sumbodo.

Bambang Sumbodo, 40, warga Paiton, Probolinggo, merasa bertambah semangatnya setelah membaca buku biografi, Wayan Supadno Perwira TNI: Sukses Menjadi Petani.

“Buku Pak Wayan ini menambah semangat baru untuk lebih giat bertani,” kata Bambang melalui WA, Selasa, 5 Mei 2020.

Buku biografi setebal 264 halaman ini dibaca bersama saudaranya, Mas Yon dan Kadir, yang bekerja dengannya. Bambang ingin agar saudaranya juga mempunyai semangat yang sama dengan dirinya.

Pria kelahiran Probolinggo, 3 Desember 1979 ini terinspirasi dengan Wayan Supadno yang dari nol bisa mempunyai usaha memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, hormon pertumbuhan, dan biopestisida.

Mas Yon (kiri) dan Kadir (kanan) sedang membaca buku biografi Wayan Supadno. Sumber: Dokumentasi Bambang Sumbodo.

Bambang, suami Endang Puji Lestari (yang mempunyai bisnis butik), ini terinspirasi dengan perilaku Wayan Supadno yang mengolah lahan tidur sehingga menjadi lebih produktif.

Bambang juga ingin berbuat seperti Wayan. Tidak ingin membiarkan kalau ada lahan tidur.

Di dalam bab 17 disebutkan bahwa Wayan Supadno mengubah lahan cadangan perumahan di Desa Singosari, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seluas 21 ha menjadi sawah.

Bangkit dari kebangkrutan

Sebagai petani padi, jagung, tembakau, juga bisnis porang dan jualan daging sapi ini, Bambang kian bersemangat setelah membaca tentang bagaimana Wayan Supadno bangkit dari kebangkrutan.

Gegara merambah ke bisnis properti dan rumah sakit, Wayan Supadno bangkrut Rp 38 miliar. Meski dalam kondisi demikian, pria kelahiran Banyuwangi ini tetap bisa bangkit. Kiat bangkit dari kebangkrutan ini dapat dibaca pada Bab 12.

“Kita jangan sampai sedih. Fighting spirit character (karakter semangat berprestasi) harus dibangun. Semangat untuk tempur, semangat untuk berkreasi, semangat untuk mengekspresikan, semangat untuk menampilkan, ini lho saya.”

Wayan Supadno

Hal ini menjadi pelajaran yang berharga bagi Bambang. Ayah tiga anak ini, Zaendy Adrian Ramadani, Ahmad Zaendy Fauzy, dan Firmansyah Danny Sumbodo ini ingin tetap semangat dalam kondisi apapun.

Dengan tetap semangat dan cinta pekat kepada Tuhan, kita bisa sukses bangkit dari kebangkrutan.

Buku biografi Wayan Supadno. Sumber: Dokumentasi Wayan Supadno.

Sukses itu rangkaian kegagalan

Dengan motivasi tinggi Wayan terus melakukan riset tentang pupuk organik, pupuk hayati, hormon pertumbuhan, dan biopestisida.

Riset mendalam itu sukses menjadikan wayan sebagai formulator pupuk organik, pupuk hayati, hormon pertumbuhan, dan biopestisida.

Riset ini pula yang membuka jalan Wayan menjadi pengusaha sukses, setelah bangkrut.

Wayan melihat kesuksesan dan kegagalan dengan cara berpikir positif. Dengan berpikir positif, menurut Wayan, kita akan mencari hikmah dari setiap peristiwa yang dialami.

Mesti kita gagal atau terhambat, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan. Justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri kita.

Hikmah kesuksesan dan kebangkrutan inilah yang dipetik Bambang dari buku biografi Wayan Supadno. Sukses adalah rangkaian dari ragam kegagalan. Tidak ada sukses yang mendadak.

Syatrya Utama (email: syatrya_utama@yahoo.com)

(Catatan: Buku biografi Wayan Supadno ini dijual paket Rp 200.000 dapat 4 buku. Belum termasuk ongkos kirim dan biaya penanganan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here