manfaat ekologis kebun sawit
Ekofisiologis hutan tropis dan kebun sawit

AGRIKAN.ID – Menarik untuk melihat perbandingan manfaat ekologis kebun sawit dan hutan tropis dalam pelestarian lingkungan.

Dari indikator ekofisiologis, kebun sawit dan hutan tropis memiliki karakteristik yang mirip.

Dari fungsi tata air seperti evapotranspirasi, cadangan air tanah, penerusan curah hujan, laju infiltrasi, dan kelembapan udara, kebun sawit sama dengan hutan tropis.

Tetapi dari fungsi penyerapan karbondioksida (CO2) dan penghasilan oksigen (O2), kebun sawit dan hutan tropis mempunyai keunggulan masing-masing.

Dari segi total biomassa atau stok karbon, hutan tropis lebih unggul, yaitu hampir empat kali dari stok karbon kebun sawit.

Tingginya stok karbon pada hutan tropis tersebut mencerminkan besarnya volume keanekaragaman hayati (biodivesity).

Karena itulah, hutan tropis difungsikan terutama sebagai pelestarian keanekaragaman hayati dan penyimpanan stok karbon.

Tetapi dari indikator penyerapan karbondioksida dari atmosfir bumi, kebun sawit lebih unggul dari hutan tropis.

Penyerapan karbondioksida tersebut dapat dilihat dari indikator efisiensi fotosintesis, efisiensi konversi energi matahari, dan asimilasi (fotosintesis) netto.

Sementara itu, jumlah karbon yang terfiksasi (terikat) di dalam biomassa (in circulation) relatif sama antara kebun sawit dan hutan tropis.

Perbedaannya, annual increment (berkembang teratur sedikit-demi sedikit secara tahunan) kebun sawit lebih unggul dari hutan tropis.

Sebab, hutan tropis sudah pada fase steady-state (asimilasi atau fotosintesis sudah sama dengan respirasi), sedangkan kebun sawit masih bertumbuh (asimilasi lebih besar dari respirasi).

Jadi, untuk menyerap karbondioksida dari atmosfir bumi, kebun sawit lebih unggul dari hutan tropis.

Penghasilan oksigen dari kebun sawit dan hutan tropis

Kebun sawit lebih unggul menghasilkan oksigen (O2) dari hutan tropis.

Menurut Henson (1999) dan Harahap et al (2005), volume oksigen yang dihasilkan kebun sawit 18,7 ton O2/ha/tahun, sedangkan hutan tropis sekunder hanya 7,09 ton O2/ha/tahun.

Dengan keunggulan masing-masing kebun sawit dan hutan tropis, justru menguntungkan dalam upaya pelestarian ekosistem global, dengan syarat ditempatkan pada fungsi dan ruang yang tepat.

Hutan tropis memang harus difungsikan sebagai pelestarian keanekagaman hayati (biodiversity) dan stok karbon.

Untuk menyerap kembali karbondioksida atmosfir bumi agar gas rumah kaca (GRK) tidak meningkat, merupakan keunggulan kebun sawit.

Begitu juga menghasilkan oksigen, yang diperlukan untuk kehidupan, kebun sawit lebih unggul dari hutan tropis.

Jadi, kebun sawit dan hutan tropis merupakan dua sub-ekosistem yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Tungkot Sipayung dan Jan Horas V. Purba. 2015. Ekonomi Agribisnis Minyak Sawit. Bogor: Palm oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI).
  2. https://www.infosawit.com/news/9434/manfaat-sisi-ekologis-kelapa-sawit–selain-sisi-ekonominya.