Prototipe karet bantalan bangunan tahan gempa.
Prototipe karet bantalan bangunan tahan gempa. Sumber: PT Riset Perkebunan Nusantara.

PT Riset Perkebunan Nusantara dan Universitas Kristen Krida Wacana meneliti prototipe karet bantalan bangunan tahan gempa untuk dipasang di pondasi.

Penelitian tersebut meliputi teknologi rekayasa material karet dan desain struktur karet bantalan tahan gempa untuk rumah tahan gempa (RTG).

“Riset sejak 2020 dan akan berlanjut sampai 2024 mengenai teknologi rekayasa material karet dan struktur karet bantalan untuk bangunan tahan gempa,” kata Adi Cifriadi.

Adi Cifriadi merupakan Kepala Divisi di Pusat Penelitian Karet, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor.

Ia menyampaikan perkembangan riset tersebut pada Jumat, 15 Oktober 2021, melalui Zoom.

Untuk penelitian tersebut, Adi bekerjasama dengan Usman Wijaya dari Departemen Teknik Sipil Universitas Kristen Krida Wacana (Unkrida), Jakarta.

“Tahun 2021 kita sedang mengajukan prototipe. Targetnya tahun 2022, 2023, dan 2024 produk siap uji dan produksi,” kata Usman Wijaya.

Desain struktur karet bantalan

Desain struktur seismic base isolator (alat peredam gempa di dasar bangunan atau di pondasi) terbuat dari 100% karet alami dan baja.

Diameternya 200 mm dan tingginya 150 mm. Jumlah lapisan karet 13. Tebal setiap satu lapisan karet 10 mm. Jumlah lapisan baja 12. Tebal setiap satu lapisan baja 1 mm. Jadi susunannya adalah karet, plat baja, karet, plat baja, karet, dan seterusnya. Di bagian luar adalah lapisan karet.

Pada bagian dasar dan atas seismic base isolator dipasang end plate, semacam baja untuk nanti dihubungkan dengan bangunan. Ukuran end plate-nya 300 mm x 300 mm.

Karet alam berfungsi mengurangi getaran akibat gempa bumi, sedangkan lapisan baja untuk menambah kekuatan karet bantalan.

“Penelitian kami 2020 dan 2021 sedang membuat prototipe seismic base isolator,” kata Usman Wijaya.

“Rencananya tahun 2022 akan ada produksi untuk rumah tapak, 2023 untuk sekolah, dan 2024 sudah bisa diproduksi massal untuk dirilis ke industri,” tambah Usman.

“Kerjasama dengan industri sudah ditandatangani awal tahun ini,” kata dosen Perencanaan Struktur Tahan Gempa di Departemen Teknik Sipil Unkrida, Jakarta, itu.

Prototipe seismic base isolator baru dibuat untuk rumah tapak sederhana RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Teknologi rumah ini dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Posisi karet bantalan (seismic base isolator) ditempatkan pada pondasi rumah. Pada rumah RISHA diperlukan 9 titik kolom yang perlu dipasang 9 karet bantalan pada titik tersebut.

Prototipe karet bantalan itu sudah diuji dengan model gempa San Fransisco, yang getarannya paling besar.

Pada rumah RISHA yang tidak dipasang prototipe karet bantalan, menurut Usman, rumahnya mengalami pelelehan. Maksudnya terjadi kerusakan.

Sementara pada rumah RISHA yang dipasang seismic base isolator, rumahnya tidak terjadi pelelehan. “Kita lihat nggak terjadi pelelehan. Tidak terjadi kerusakan,” kata Usman.

Dengan pemasangan karet bantalan tersebut, hanya menambah biaya rumah sekitar 10% dari total biaya konstruksi.

Potensi bisnis karet bantalan untuk bangunan

Rencananya, hasil penelitian karet bantalan untuk bangunan tahan gempa itu akan diujicobakan pada bangunan satu tapak di Sukabumi, Jawa Barat.

Selain itu, teknologi karet bantalan itu sudah digunakan PT Bukaka untuk membuat LRB (Lead Rubber Bearing) sebagai karet bantalan jembatan dan jalan layang tahan gempa.

Indonesia ini termasuk negara kepulauan dan negara gempa sehingga diperlukan bangunan yang tahan gempa.

Menurut Usman, pada rumah RISHA diperlukan 9 karet bantalan tahan gempa. Satu bantalan itu beratnya sekitar 13 kg. Berat karetnya saja sekitar 3 kg.

Dengan kebutuhan 9 titik kolom untuk satu unit rumah RISHA untuk dipasang karet bantalan tahan gempa, maka satu unit rumah membutuhkan 9 x 3 kg karet = 27 kg.

Jika dibangun 1 juta unit RISHA yang dipasang karet bantalan tahan gempa, maka diperlukan karet sekitar 27.000 ton. Hal ini berarti menciptakan pasar karet untuk kebutuhan domestik.

Dari pengamatan Usman ketika berkunjung ke daerah-daerah yang terkena bencana gempa, banyak rumah rakyat yang enjiniringnya luput dari tahan gempa. Rumahnya banyak hancur.

“Kami berharap, enjiniring rumah rakyat dipasang dengan karet bantalan tahan gempa,” kata Usman, yang dulu tinggal di kebun karet sejak usia 3 tahun sampai SMA di Sumatra Utara.

Dengan kebijakan pemerintah membangun rumah rakyat tahan gempa, maka akan menciptakan peluang bisnis karet bantalan. Peluang bisnis ini juga akan dinikmati petani karet.

Jika nanti pemasangan seismic base isolator ini tidak hanya di rumah RISHA, tetapi juga bangunan lainnya, kebutuhan karet akan semakin besar.

Penelitian PT Riset Perkebunan Nusantara dan Universitas Kristen Krida Wacana untuk karet bantalan tahan gempa ini membuka peluang baru bisnis olahan karet untuk bangunan.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Bahan presentasi, Teknologi Rekayasa Material Karet dan Desain Struktur Karet Bantalan Tahan Gempa (Seismic Base Isolator) untuk Mendukung PRN Bangunan Tahan Gempa oleh Adi Cifriadi, Ketua Peneliti Balai Penelitian Teknologi Karet, Pusat Penelitian Karet, PT Riset Perkebunan Nusantara, Jumat, 15 Oktober 2021.
  2. Rilis PT Riset Perkebunan Nusantara, Karet Bantalan Bangunan Tahan Gempa untuk Mendukung Infrastruktur yang Tangguh terhadap Kebencanaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here