Telur ayam ras
Telur dengan kerabang mengilap. Sumber: bpmsph.org

Dokter Zhang Wenhong, Ph.D, 51, sangat dikagumi rakyat China. Ia kini menjadi selebritas online.

Di tengah merebaknya Covid-19 di Negeri Tirai Bambu, itu, Kepala Departemen Penyakit Menular Rumah Sakit Huashan, Shanghai, China, itu dengan bahasa yang sederhana memberikan pesan agar kita dapat menangkal penyakit yang menyerang saluran pernafasan itu.

Apa resep Dokter Zhang, lulusan Shanghai Medical College Universitas Fudan tahun 1990-an? Inilah resepnya:

  1. Banyak minum air (hidrasi)
  2. Minum susu (gizi seimbang)
  3. Makan telur ayam (gizi seimbang)
  4. Banyak tidur (istirahat)
  5. Tidak keluar rumah (agar tidak tertular Covid-19 dari orang-orang yang mengemban Covid-19)

Karuan saja, pesan yang disampaikan dokter yang pernah mengikuti pelatihan post-doctoral di Beth Israel Deaconess Medical Center, yang berafiliasi dengan Harvard Medical School, menjadi viral.

Menurut Zhan Jiang, profesor jurnalistik dan komunikasi dari Beijing Foreign Studies University, Dokter Zhang mampu memberikan informasi yang membuat rakyat tercerahkan di tengah kegelapan epidemi virus Corona, penyebab penyakit Covid-19.

Telur ayam kampung dan negeri

Dalam hal ini Agrikan akan fokus pada telur ayam.

Dari artikel lain kami memperoleh informasi bahwa yang sebenarnya itu adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan penekanan mengonsumsi sup telur ayam atau sup daging ayam.

Seperti yang ditulis Dahlan Iskan di disway.id, yang disampaikan Dokter Zhang adalah makan telur ayam.

Memang telur ayam dan juga daging ayam relatif murah. Kalau kita membeli satu kilogram telur ayam dengan ukuran medium atau M (53-63 gram per butir), kita sudah bisa bisa mengantongi 15 – 16 butir.

Umumnya, masyarakat Indonesia mengonsumsi telur dari unggas yang diternakan.

Yang banyak dimakan adalah telur ayam, itik, dan puyuh.

Sedangkan telur penyu, kalkun, angsa, merpati, dan lainnya belum banyak digunakan karena produksinya relatif sedikit.

Secara umum kandungan zat gizi telur ayam kampung dan ayam negeri (broiler) sama.

Kandungan zat gizi per 50 gram telur ayam kampung dan ayam negeri sama (setara sebutir telur ukuran kecil), yaitu energi 85 kkal, protein 7 gram, lemak 6 gram, karbohidrat 0,5 gram, kalsium 27 mg, zat besi 1,4 mg, vitamin A 155 RE.

Tetapi, apabila anak Anda atau Anda mengonsumsi telur ayam negeri (broiler) ukuran besar tentu kandungan zat gizinya lebih besar dibandingkan dengan telur ayam kampung yang berukuran kecil.

Komposisi zat gizi telur ayam segar.

Nilai biologis telur

Telur merupakan makanan sumber protein tinggi dan mengandung hampir semua zat gizi essensial.

Protein telur sering dijadikan standar pembanding protein makanan dengan sumber protein lain. Nilai biologis telur adalah 93,7%. Bandingkan dengan susu yang 84,5%, ikan 76%, dan daging sapi 74,3%.

Hal ini berarti jumlah dan komposisi asam-asam amino telur sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir semuanya dapat digunakan untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel tubuh yang usang.

Di dalam telur terdapat karoten (lutein dan zeaxanthin).

Menurut National Eye Institute, Amerika Serikat, kedua antioksidan tersebut dapat mengurangi risiko terkena penyakit berkurangnya daya penglihatan karena usia (age-related macular degeneration-AMD).

Selain itu, kedua antioksidan tersebut bisa juga mengurangi risiko terkena katarak hingga 20%

Yang menarik, zat choline dalam telur. Menurut  Journal of the American College of Nutrition (JACN), 5 Oktober 2000, choline berperan mengatur sinyal saraf, sinyal sel, dan metabolisme lemak.

Karena itu dianjurkan bagi ibu-ibu hamil mengonsumsi telur, karena choline ini berperan dalam pengembangan kecerdasan bayi yang kelak dilahirkan.

Kolesterol

Masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi telur, walaupun kandungan kolesterol dalam satu butir kuning telur sekitar 200 mg.

Kandungan kolesterol sebesar ini masih dapat ditoleransi karena tubuh manusia membutuhkan kolesterol antara 1000 – 1500 mg per hari.

Kolesterol tersebut diperlukan untuk memproduksi vitamin D dan getah lambung, melindungi sel syaraf serta menghasilkan berbagai hormon.

Kalau seseorang mengonsumsi 2 (dua) butir telur sehari baru memperoleh kolesterol sebanyak 400 mg, sedangkan penderita sakit jantung masih diperbolehkan mengonsumsi kolesterol sampai 200-300 mg atau setara dengan sebutir telur ayam sehari.

Jadi mengonsumsi telur tidak menunjukkan peningkatan kolesterol (USDA Research Service, 2004).

Memang ada korelasi, tingginya kadar kolesterol darah dengan risiko penyakit jantung dan stroke (pecah atau tersumbatnya pembuluh darah di otak).

Tetapi, menurut penelitian Dr. Frank B. Hu dkk dari Harvard University di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, menyantap sebutir telur per hari tidak meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Riset itu dipublikasikan Journal of the American Medical Association (JAMA), 21 April 1999.

Lantas, berapa sebaiknya kita mengonsumsi telur ayam per hari?

Kalau kita mengacu pada penelitian Frank B. Hu dkk., kita boleh menyantap sebutir telur per hari, seperti halnya anjuran American Heart Association.

Tapi kita juga bisa mengikuti UK Heart Association (Inggris), yang menyarankan batas aman 2 – 4 butir telur per minggu.

Kita bebas memilih, mau berkiblat ke Inggris ataukah berpaling ke Negeri Paman Sam. Silakan saja.

Tetapi yang penting, sesuai dengan anjuran Dokter Zhang, yang di China populer dengan sebutan Papa Zhang (Dad Zhang), salah satu cara untuk menangkal Covid-19 adalah dengan mengonsumsi telur ayam.

Referensi:

  1. https://www.disway.id/r/886/papa-zhang.
  2. https://www.scmp.com/news/china/society/article/3075202/coronavirus-meet-doctor-who-became-online-celebrity-his-straight.
  3. https://necsi.edu/respiratory-health-for-better-covid-19-outcomes.
  4. https://www.virology-education.com/wenhong-zhang-phd/.
  5. https://www.caixinglobal.com/2020-04-02/zhang-wenhong-how-china-can-manage-risks-from-asymptomatic-cases-101537613.html.
  6. Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan. 2010. Tanya Jawab Seputar Telur Sumber Makanan Bergizi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here