susu merupakan sumber nutrisi esensial
Ilustrasi. Susu cair dengan kemasan aseptik. Sumber foto: Krus Haryanto.

AGRIKAN.ID – Kebiasaan minum susu secara teratur satu sampai dua gelas per hari bisa memenuhi kebutuhan nutrisi esensial tubuh seperti protein, kalsium, vitamin B2, vitamin B12, dan vitamin D.

Nutrisi esensial adalah senyawa yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar dan tumbuh. Protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air adalah nutrisi esensial karena harus dipasok dari makanan dan minuman. Tubuh tidak membuat atau memproduksi cukup banyak nutrisi tersebut.

Susu sapi segar yang terdiri dari 88 persen air dan 12 persen zat gizi utama boleh dikatakan sebagai paket nutrisi yang baik. Nutrisi utama dalam susu antara lain protein, kalsium, fosfor, vitamin D, vitamin B2, vitamin B12, dan yodium.

Protein untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, dan pembentukan otot. Kalsium dan fosfor untuk pembentukan dan kepadatan tulang serta gigi. Vitamin D berperan meningkatkan penyerapan kalsium secara optimal. Vitamin B2 dan B12 berperan penting dalam metabolisme energi, fungsi saraf, dan pembentukan sel darah merah. Yodium mendukung fungsi tiroid dan metabolisme tubuh.

Protein untuk kesehatan dan kecerdasan

Protein merupakan salah satu zat makanan yang diperlukan manusia agar bisa bertumbuh kembang dan sehat. Fungsi dasarnya antara lain untuk membuat dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Ketersediaan protein dalam menu makanan tidak hanya diperlukan anak-anak yang masih dalam pertumbuhan, tetapi juga diperlukan orang-orang dewasa. Bahan makanan sumber protein harus tersedia dalam menu makanan sehari-hari agar tubuh kita memperoleh asupan gizi yang seimbang.

Kecukupan konsumsi protein tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan, tetapi juga berkorelasi dengan kecerdasan. Jadi, untuk membangun sumber daya manusia berkualitas, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memenuhi kebutuhan protein, baik itu protein hewani maupun nabati.

Protein nabati harganya relatif murah, tetapi kandungan asam amino esensialnya kurang lengkap. Bandingkan dengan kandungan asam amino esensial dalam protein hewani jauh lebih komplet.

Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik. Karena itulah, untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan cerdas, yang menjadi Visi Indonesia Emas 2045, antara lain perlunya mengonsumsi susu secara teratur setiap hari. Apalagi susu mudah diserap anak-anak.

Visi Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita jangka panjang Indonesia untuk menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada 100 tahun kemerdekaannya (tahun 2045). Yang menjadi target utama visi tersebut adalah menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan pendapatan tinggi, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

Perlu diketahui, menurut Badan Pusat Statistik, konsumsi susu di Indonesia baru sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan Vietnam sekitar 37,2 liter, Malaysia 42,7 liter, dan Singapura 46,1 liter. Jadi, konsumsi susu di Indonesia masih kalah jauh dari negara-negara tetangga.

Meningkatkan konsumsi susu melalui MBG

Menyisipkan program susu gratis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu cara meningkatkan konsumsi susu. Program ini menyasar peserta didik (dari jenjang pendidikan anak usia dini atau PAUD sampai dengan jenjang SMA atau sederajat), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kami mendukung program susu gratis yang disisipkan dalam program MBG. Susu bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen vital untuk memerangi stunting dan meningkatkan kecerdasan kognitif generasi muda,” kata Hongbiao Li, Direktur Utama PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia), produsen kemasan aseptik, dalam jumpa pers di Cikande, Serang, Banten, Selasa, 20 Januari 2026.

Tantangan terbesar dalam memasukkan susu ke dalam program MBG adalah distribusi dan keamanan pangan, terutama di wilayah geografis Indonesia yang luas dan kepulauan. Tanpa teknologi pengemasan yang canggih, risiko kerusakan nutrisi dan kontaminasi bakteri sangat tinggi.

Baca juga: Jenis dan nama susu di label pangan

PT Lami Packaging Indonesia memahami bahwa teknologi kemasan aseptik adalah kunci. Sebagai produk bernutrisi yang mudah rusak, susu memerlukan sistem yang mampu menjaga kualitas dan keamanannya dari produksi hingga konsumsi. Di sinilah perlunya ketersediaan kemasan aseptik.

Kemasan aseptik memungkinkan susu tetap segar dan bernutrisi hingga 9-12 bulan tanpa bahan pengawet dan tanpa memerlukan rantai dingin. Inovasi ini menjadi solusi nyata agar susu dalam program MBG dapat menjangkau seluruh anak Indonesia secara aman, higienis, dan efisien.

“Keberhasilan program (MBG) tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kemampuan sistem distribusi untuk memastikan susu dapat disalurkan secara aman dan efisien. Tanpa dukungan pengemasan yang memadai, dampak gizi yang diharapkan dari program ini tidak akan tercapai optimal,” kata Ahmad Rizalmi, Public Relations Manager PT Lami Packaging Indonesia.

Susu merupakan salah satu sumber nutrisi esensial bagi tubuh. Penyisipan program susu gratis dalam program MBG merupakan salah satu cara memacu konsumsi susu di Indonesia. Dengan peningkatan konsumsi susu tersebut diharapkan dapat mencerahkan kesehatan dan kecerdasan rakyat Indonesia.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com