SFA dan JAPFA dorong kemajuan akuakultur tropis
SFA dan JAPFA menandatangani nota kesepahaman untuk mendorong kemajuan akuakultur tropis.

AGRIKAN.ID – Singapore Food Agency (SFA) dan Japfa Pte. Ltd (JAPFA), perusahaan agrifood terkemuka di Asia, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki dan mengembangkan kemitraan strategis di bidang riset dan pengembangan (R&D) guna mendorong kemajuan akuakultur tropis.

Melalui kerja sama ini, SFA dan JAPFA akan bersama-sama mengembangkan solusi praktis di bidang kesehatan organisme akuatik (aquatic health) dan digitalisasi untuk menjawab berbagai tantangan di industri akuakultur.

Lihat juga: Sistem agroindustri negara tropis kepulauan

Kemitraan tersebut akan berfokus pada dua bidang krusial yang berperan penting dalam meningkatkan ketahanan dan produktivitas budidaya, yaitu kesehatan organisme akuatik dan pengelolaan penyakit, serta pemanfaatan teknologi digital.

Pemantauan dan diagnosis penyakit berbasis AI

Ruang lingkup kolaborasi yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut mencakup pemantauan dan diagnosis penyakit berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pengambilan keputusan dalam budidaya berbasis AI, serta sistem ketertelusuran (traceability).

SFA dan JAPFA juga akan mengeksplorasi peluang untuk menggabungkan kemampuan riset Singapura dengan keahlian komersial, operasional, dan digital JAPFA serta lini bisnis akuakulturnya, PT Suri Tani Pemuka (STP).

Lihat juga: Manfaat makan ayam probiotik Olagud

Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam memproduksi protein hewani di berbagai negara di Asia, mulai dari peternakan hingga akuakultur, JAPFA memiliki pemahaman mendalam mengenai praktik budidaya di wilayah tropis.

Kemitraan ini juga membuka peluang bagi lembaga riset, penyedia teknologi, dan mitra industri di Singapura untuk bersama-sama mengembangkan solusi yang memungkinkan deteksi dini penyakit dan risiko lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan kegiatan budidaya.

Solusi praktis kemajuan akuakultur tropis

“Nilai dari riset dan pengembangan terletak pada kemampuan menerjemahkan inovasi ilmiah menjadi solusi praktis yang dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” kata Damian Chan, Chief Executive Officer SFA, dalam rilis SFA, Selasa, 27 Oktober 2028.

“Dengan memadukan kemampuan riset Singapura dengan keahlian operasional, teknologi, dan skala bisnis JAPFA, kita dapat mempercepat pengembangan dan adopsi solusi praktis di bidang kesehatan organisme akuatik, manajemen penyakit, dan akuakultur digital,” katanya.

“Kemajuan akuakultur akan memberikan hasil terbaik ketika riset berjalan beriringan dengan kegiatan produksi dan didasarkan pada pemahaman yang kuat terhadap kondisi di lapangan,” kata Gabriella Santosa, Direktur sekaligus Chief Operating Officer, Corporate Shared Services Japfa Pte. Ltd.

Lihat juga: Renaldo Santosa, Dirut Japfa Comfeed Indonesia

“Produksi pangan yang efisien, berkelanjutan, dan berskala besar di kawasan ini memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lokal serta didukung oleh teknologi terkini. Kami menyambut baik kerja sama dengan SFA dan komunitas riset Singapura untuk mengeksplorasi solusi yang memberikan dampak nyata,” katanya.

Melalui nota kesepahaman ini, SFA dan JAPFA bertujuan mempererat hubungan antara dunia riset dan industri, sekaligus mempercepat pengembangan solusi praktis yang dapat diterapkan dan diperluas dalam kegiatan akuakultur tropis.

Selain memperkuat kapabilitas Singapura di bidang akuakultur topis, kemitraan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan berbagai inovasi yang dapat membantu menjawab tantangan akuakultur tropis di Kawasan dan berkontribusi terhadap sistem pangan regional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com