konsumen Indonesia peduli informasi bahan makanan
Solusi pati termodifikasi melalui aplikasi pada produk keju, roti dan biskuit, serta saus.

AGRIKAN.ID –  Dengan tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026 mempertemukan produsen makanan dan minuman, pemasok bahan makanan, serta pemangku kepentingan industri untuk bertukar pengetahuan dan mengeksplorasi perkembangan di industri bahan makanan.

Cargill berpartisipasi dalam Fi Asia, 16-18 September 2026, di Jakarta International Expo (JIEXPO). Perusahaan ini memadukan wawasan konsumen, pengetahuan tentang  bahan makanan, dan keahlian dalam aplikasi dalam berbagai kategori makanan untuk membantu produsen makanan dan minuman menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang di Indonesia dan kawasan regional.

Cargill juga menyoroti temuan APAC IngredienTracker 2025, sebuah studi konsumen yang memberikan wawasan mengenai bagaimana pandangan terhadap bahan makanan dari konsumen di empat negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Lihat juga: Pabrik pemurnian minyak sawit Cargill

Studi ini mengkaji empat platform bahan makanan, yaitu Kakao & Cokelat, Pemanis, Pengatur Tekstur, serta Lemak & Minyak, dengan melihat tingkat pengenalan konsumen terhadap bahan tersebut, persepsi terkait kesehatan, pengaruh terhadap keputusan pembelian, serta keterkaitannya dengan berbagai kategori makanan dan minuman.

“Studi IngredienTracker menunjukkan konsumen Indonesia semakin memperhatikan bahan makanan, yang turut memengaruhi produk yang mereka pilih serta percakapan mereka mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman,” kata Stephanie Sajuti, Senior Director, Go to Market Food Manufacturing Southeast Asia, Cargill Food SEA & ANZ.

“Persepsi (tersebut) dapat menjadi pertimbangan penting bagi produsen ketika mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” kata Stephanie, dalam rilis Cargill, Kamis, 17 September 2026.

“Di Fi Asia 2026, Cargill menghubungkan temuan ini dengan keahlian bahan makanan dan kemampuan aplikasinya di berbagai kategori makanan dan minuman, serta menampilkan solusi yang dirancang untuk memenuhi harapan konsumen,” katanya.

Konsumen Indonesia semakin peduli informasi bahan makanan

Berdasarkan studi Cargill APAC IngredienTracker, di Indonesia, konsumen semakin memperhatikan informasi bahan makanan, dengan lebih dari 80% memeriksa daftar bahan tersebut saat pertama kali membeli sebuah produk makanan dan minuman.

Mereka juga menghargai transparansi dan bahan yang sudah dikenal. Sementara banyak di antara mereka menghindari bahan makanan artifisial, bahan yang tidak dikenal, dan bahan yang dimodifikasi secara genetik.

Studi ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 90% konsumen memilih produk yang diproduksi secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Lihat juga: Cokelatin Signature angkat citra kakao Indonesia

Hasil studi juga menunjukkan bahwa pertimbangan terkait kesehatan juga relevan untuk konsumen Indonesia. Sebanyak 54% konsumen menyatakan mengikuti pola makan rendah gula, sementara lebih dari 80% bersedia membayar lebih untuk produk dengan bahan makanan yang lebih sehat.

Selain itu, berdasarkan testimoni responden, lebih dari 90% percaya bahwa makanan dan minuman yang mereka konsumsi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Konsumen Indonesia juga aktif membicarakan aspek kesehatan makanan dan minuman. Hampir 80% membagikan komentar atau saran mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman di media sosial. Sementara itu, lebih dari 80% sering dimintai pendapat oleh orang lain mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman.

Temuan Cargill APAC IngredienTracker juga menunjukkan kategori makanan dan minuman yang paling sering dikaitkan konsumen Indonesia dengan bahan tertentu.

Temuan ini memberikan konteks mengenai penerapan solusi bahan makanan dalam berbagai formulasi.

4 Contoh aplikasi dan solusi bahan makanan

Di Fi Asia, Cargill menampilkan contoh aplikasi dan solusi bahan makanan di berbagai kategori makanan dan minuman. Hal ini memberikan kesempatan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan industri untuk mengeksplorasi bagaimana wawasan konsumen dapat mendukung pemilihan bahan makanan dan pengembangan produk.

Lihat juga: Dari buah menjadi biji kakao kering

Yaitu cita rasa yang lebih kaya melalui solusi kakao dan cokelat, formulasi pemanis untuk menyeimbangkan rasa manis dan cita rasa dengan aplikasi minuman berkadar gula lebih rendah, pengalaman sensori yang lebih menyenangkan melalui solusi pati untuk tekstur, serta solusi lemak dan minyak nabati untuk berbagai aplikasi pangan.

Cita rasa yang lebih kaya melalui solusi kakao dan cokelat

Dari studi Cargill APAC IngredienTracker, konsumen Indonesia paling sering mengaitkan bahan kakao dan cokelat dengan produk kembang gula cokelat, produk roti dan biskuit, makanan penutup dan es krim, serta produk susu.

Lihat juga: Lemak kakao dan bungkil cokelat

Indonesia juga menjadi salah satu negara asal sumber kakao yang paling banyak dipilih konsumen untuk produk cokelat. Preferensi terhadap asal lokal ini menambah relevansi bahan kakao Cargill yang ditampilkan di Fi Asia.

Di fasilitas pengolahan kakao Cargill di Gresik, Jawa Timur, Indonesia, Cargill memproduksi bubuk kakao, kakao massa, dan lemak kakao. Melalui Cocoa Development Centre, atau pusat R&D kakao Cargill, pelanggan dapat mengeksplorasi formulasi dengan cita rasa, warna, dan karakteristik sensori yang berbeda.

Formulasi pemanis untuk menyeimbangkan rasa manis dan cita rasa

Dalam hal bahan pemanis, dari studi Cargill APAC IngredienTracker, konsumen Indonesia paling sering mengaitkan stevia dengan minuman kemasan yang dibeli untuk dikonsumsi di rumah, termasuk minuman teh dalam kemasan, diikuti oleh produk kembang gula dan produk kembang gula cokelat.

Lebih dari separuh konsumen Indonesia mengikuti pola makan rendah gula (gula pasir atau sukrosa), yang menunjukkan relevansi pilihan dengan kadar gula lebih rendah.

Lihat juga: Gula cair nira batang sawit tua

Namun, mengurangi gula tidak cukup hanya dengan mengganti gula, karena gula juga berperan dalam memberikan rasa, body (kekentalan di lidah dan langit-langit di mulut), dan sensasi di mulut. Oleh karena itu, produsen perlu mempertimbangkan bagaimana berbagai bahan makanan dapat bekerja bersama dalam suatu formulasi.

Di Fi Asia, Cargill menghubungkan temuan ini dengan solusi pemanis Sweetmix™ dan solusi pemanis berbasis stevia untuk aplikasi minuman dan produk susu, dengan contoh aplikasi seperti teh rasa buah, sirup rasa madu, dan minuman pengganti makanan dengan rasa kopi.

Solusi tersebut dirancang untuk membantu produsen mengeksplorasi formulasi dengan kadar gula yang lebih rendah, sekaligus mendukung rasa, sensasi di mulut, dan kinerja produk yang dibutuhkan.

Pengalaman sensori yang lebih menyenangkan melalui solusi pati untuk tekstur

Studi Cargill APAC IngredienTracker menunjukkan konsumen Indonesia paling sering mengaitkan pati pangan termodifikasi (pati alami yang sengaja diubah sifat fisik, kimia, atau enzimatisnya agar karakteristiknya lebih unggul sesuai dengan kebutuhan industri makanan) dengan produk roti dan biskuit serta bahan-bahan makanan untuk memasak.

Lihat juga: Yuk, kenali tipe gandum

Di Fi Asia, Cargill menghubungkan temuan ini dengan solusi pati termodifikasi yang ditunjukkan melalui aplikasi pada produk keju, roti dan biskuit, serta saus.

Tergantung pada kebutuhan formulasi di dalam sebuah produk, solusi ini dapat membantu mendukung kualitas sensori seperti kelembutan, kerenyahan, rasa juicy (meninggalkan kesan basah di mulut), rasa creamy (halus), tekstur, dan sensasi di mulut yang konsisten, serta fungsi seperti pengentalan, stabilisasi, dan emulsifikasi.

Solusi lemak dan minyak nabati untuk berbagai aplikasi pangan

Berdasarkan studi Cargill APAC IngredienTracker, konsumen Indonesia telah mengenal minyak sawit, minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak kelapa, serta paling sering mengaitkannya dengan bahan masakan. Mereka juga menghubungkan minyak nabati tersebut dengan makanan siap saji dan makanan ringan gurih.

Lihat juga: 9 Istilah minyak sawit dan produk turunannya

Temuan ini memberikan konteks mengenai peran lemak dan minyak nabati dalam membentuk struktur, tekstur, dan sensasi di mulut pada produk makanan.

Untuk mendukung produsen yang mengembangkan produk dalam berbagai kategori tersebut, Cargill memiliki kemampuan untuk melayani pasar Indonesia dengan fasilitas produksinya dan jaringan rantai pasoknya di kawasan yang memproduksi berbagai jenis lemak dan minyak nabati, didukung oleh Lipid R&D Center di Port Klang, Malaysia, dan Food Innovation Center di Singapura.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com