negara produsen terbesar jagung di dunia
Estimasi produksi jagung di dunia tahun 2021.

Dari estimasi produksi jagung di dunia tahun 2021, kontribusi 15 negara sekitar 1.078,34 juta ton atau 89,19%. Indonesia termasuk salah satu dari 15 negara produsen terbesar jagung di dunia.

Selebihnya, yang sekitar 130,66 juta ton atau 10,81%, diproduksi di beberapa negara lainnya.

Kontribusi produksi paling tinggi jagung tetap Amerika Serikat sekitar 382,59 juta ton atau 31,65% dari total produksi jagung di dunia.

Peringkat kedua China sekitar 273 juta ton atau sekitar 22,58%, dan peringkat ketiga Brazil sekitar 118 juta ton atau sekitar 9,76%.

Jagung digunakan antara lain untuk bahan baku pakan, pangan, industri, benih, konsumsi langsung, dan sebagainya.

Peringkat Indonesia sebagai produsen jagung

Dari tabel Estimasi Produksi Jagung di Dunia, peringkat Indonesia nomor 12. Total produksi jagung nasional sekitar 12 juta ton atau 0,99% dari total produksi dunia.

Tetapi, berdasarkan prognosis Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik, produksi jagung Indonesia tahun 2021 diperkirakan 15,79 ton pipilan kering dengan kadar air 14%.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 23 Nopember 2021, ketika mendampingi Presiden Jokowi menanam jagung di Kabupaten Janeponto, Sulawesi Selatan.

Jika menggunakan data yang disampaikan Menteri Pertanian, posisi Indonesia sebagai produsen terbesar jagung di dunia, bisa di nomor 10. Yaitu di atas jumlah produksi jagung Federasi Rusia.

Kebutuhan jagung nasional tahun 2021 untuk pakan, konsumsi langsung, dan industri pangan sekitar 14,37 juta ton.

Dengan demikian, khusus untuk tahun 2021 ini tersedia stok jagung nasional sekitar 1,42 juta ton.

Ditambah stok jagung tahun 2020 yang sekitar 1,43 juta ton, maka pada pada akhir tahun 2021 ini stok jagung nasional sekitar 2,85 juta ton.

Stok jagung tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan industri pakan dan peternak unggas mandiri sekitar 3 bulan (Januari – Maret 2022).

Meningkatkan produktivitas jagung nasional

Produksi jagung nasional sebagian besar dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sumatra Selatan.

Rata-rata produktivitas jagung nasional sekitar 3,85 ton/ha. Angka tersebut dihitung dari total produksi jagung 15,79 juta ton dan luas panen 4,10 juta ha.

Meski demikian, menurut Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, untuk di sentra produksi sudah ada yang produktivitasnya 8-9 ton/ha.

Meningkatkan produktivitas merupakan salah satu cara memenuhi kebutuhan jagung nasional.

Menggunakan benih unggul merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas jagung nasional.

Varietas yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas jagung antara lain NASA (Nakula Sadewa) 29 dan HJ21 Agritan.

Kedua varietas jagung tersebut merupakan produk inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Varietas NASA 29, yang merupakan jagung hibrida dengan umur tanaman sekitar 103 hari setelah tanam, dirilis tahun 2017.

Potensi hasil jagung NASA 29 sekitar 13,7 ton/ha pipilan kering dengan kadar air 15%. Tetapi rata-rata hasilnya sekitar 11,9 ton/ha.

Varietas HJ21 Agritan, yang merupakan jagung hibrida dengan umur tanaman sekitar 82 hari setelah tanam, dirilis tahun 2014.

Potensi hasil jagung HJ21 Agritan sekitar 12,2 ton/ha pipilan kering berkadar air 15%. Tetapi rata-rata hasilnya sekitar 11,4 ton/ha.

Jika kedua varietas tersebut ditanam petani, katakanlah realisasi hasilnya sekitar 5 ton pipilan kering/ha, maka dengan luas panen 4,10 juta ha, total produksi jagung nasional bisa mencapai 20,50 juta ton.

Data estimasi produksi jagung di dunia tersebut di atas, masih bersifat sementara. Bisa jadi produksi jagung di Indonesia pada tahun 2021 ini peringkat 10 di dunia.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com