
AGRIKAN.ID – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang jangka waktu kenaikan sementara HET (Harga Eceran Tertinggi) beras premium 25 April 2024 sampai 31 Mei 2024.
Sebelumnya, kenaikan sejenak HET beras premium dimulai selama 10 – 23 Maret 2024. Kemudian diperpanjang 24 Maret 2024 sampai 24 April 2024. Lalu diperpanjang lagi sampai 31 Mei 2024.
Perpanjangan jangka waktu 25 April 2024 sampai 31 Mei 2024 ini tidak hanya untuk kenaikan HET beras premium, tetapi juga HET beras medium. Sebelumnya HET beras medium belum dinaikkan.
Dengan relaksasi tersebut, HET beras premium yang semula Rp13.900 – Rp 14.800 per kg sesuai dengan Peratuan Bapanas No. 7 Tahun 2023, naik menjadi Rp14.900 – Rp15.800 per kg, sedangkan HET beras medium dari Rp10.900 – Rp11.800 per kg naik menjadi Rp12.500 – Rp13.500 per kg.
Lihat juga: 3 Fase pertumbuhan tanaman padi
Perpanjangan relaksasi HET beras premium dan pemberlakuan relaksasi HET beras medium tersebut, ”Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras premium dan beras medium di pasar tradisional dan ritel modern,” kata Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas, Rabu, 24 April 2024, sebagaimana dikutip cnbcindonesia.com.
“(Pemberlakukan) relaksasi HET beras medium dan perpanjangan relaksasi HET beras premium berlaku sampai dengan 31 Mei 2024,” imbuhnya.
Relaksasi HET beras premium dan medium tersebut, menurut Arief, dilakukan setelah mencermati harga beras yang cenderung masih tinggi meskipun pada saat ini masih dan sedang panen raya padi.
Dengan relaksasi HET beras premium dan medium tersebut, diharapkan pedagang beras premium dan medium di pasar tradisional dan ritel modern merasa nyaman, sementara masyarakat atau konsumen bisa lebih mudah membeli beras tersebut dengan harga yang relatif terjangkau.
Sebagaimana kita ketahui, sesuai peraturan, pedagang tidak boleh menjual beras premium dan beras medium di atas HET. Jika pedagang menjual di atas HET, dianggap melanggar peraturan.
Tetapi di sisi lain, konsumen membutuhkan kedua jenis beras tersebut. Untuk itulah pemerintah memperpanjang relaksasi HET beras premium dan memberlakukan relaksasi HET beras medium.
Apa itu beras premium dan beras medium
Kelas mutu beras, menurut Peraturan Menteri Perdagangan No. 57 Tahun 2017, terdiri atas beras premium dan beras medium.
Beras premium, menurut peraturan tersebut, memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, dan butir patah maksimal 15%.
Sementara itu, beras medium memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, dan butir patah maksimal 25%.
Biasanya beras premium dijual bermerek. Begitu juga beras medium. Sementara beras yang tidak bermerek atau dikenal beras generik, kualitasnya di bawah beras premium dan beras medium.
Lihat juga: Fleksibilitas harga gabah dan beras
Perlu diketahui, derajat sosoh menunjukkan tingkat hilangnya lapisan bekatul (perikap, testa, dan aleuron) akibat penyosohan (polishing).
Semakin tinggi nilai derajat sosoh, semakin sedikit lapisan bekatul yang tersisa di butir beras.
Secara garis beras, derajat sosoh tersebut terbagi empat:
- Derajat sosoh 100% (extra well milled rice). Pada kelompok ini, lapisan perikap, testa, dan aleuron, serta lembaga dari butir beras sudah terlepas seluruhnya. Beras premium dan medium bisa masuk kelompok ini.
- Derajat sosoh 95% (well milled rice). Pada kelompok ini, 95% lapisan perikap, testa, dan aleuron serta lembaga dari butir beras sudah terlepas dan masih tersisa 5%. Beras premium dan medium bisa masuk kelompok ini.
- Derajat sosoh 90% (reasonably milled rice). Pada kelompok ini, 90% lapisan perikap, testa, dan aleuron serta lembaga dari butir beras sudah terlepas dan masih tersisa 10%.
- Derajat sosoh 80% (ordinarily milled rice). Pada kelompok ini, 80% lapisan perikap, testa, dan aleuron serta lembaga dari butir beras sudah terlepas dan masih tersisa 20%.
Selain derajat sosoh, mutu beras juga dilihat dari penampilan. Hal ini terkait dengan jenis dan kemampuan mesin penggiling, kompetensi operator, dan mutu gabah yang digiling.
Dari segi penampilan, mutu beras terdiri atas beras kepala (BK), beras patah (BP), dan butir menir.
Berdasarkan derajat sosoh, penampilan, dan kadar air didapat beras premium, medium, dan generik.
Biaya produksi padi dari sudut pandang petani
Di sini menggunakan perhitungan biaya produksi padi yang disampaikan Wartijah, petani padi dan juga Direktur CV Re Agro Lestari, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Jadi, dengan menggunakan disclaimer (penafian), perhitungan ini hanya berlaku di sebagian daerah Indramayu, sedangkan untuk daerah lain, bisa saja perhitungannya berbeda.
Pada perhitungan ini, diasumsikan pendekatan komersial. Maksudnya, tidak ada subsidi pupuk, subsidi benih atau bantuan lainnya dari pemerintah.
Komponen biaya produksi padi sebagaimana disampaikan Wartijah kepada AGRIKAN.ID ketika berbincang di sebuah acara di Jakarta, Kamis, 7 Maret 2024.
- Biaya sewa lahan Rp15 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya traktor untuk pengolahan lahan Rp1,5 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya pembersihan dan pembenahan pematang sawah Rp1,5 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya benih dan biaya penyemaian Rp1 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya penanaman Rp1,5 juta per hektare per musim tanam.
- Biaya penyiangan dan penyulaman Rp1,5 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya pupuk 5 kuintal x Rp7.000 per kg = Rp3,5 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya tenaga kerja pemupukan untuk dua kali aplikasi Rp0,6 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya pestisida Rp3,5 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya tenaga kerja untuk lima kali aplikasi pestisida Rp1,5 juta per hektar per musim tanam.
- Biaya panen padi dengan pola bagi hasil 1:6. Maksudnya begini, satu bagian untuk pemanen dan enam bagian untuk petani. Misalnya, jika produktivitas 7.500 kg gabah kering panen (GKP) per hektar per musim tanam, maka bagian untuk pemanen sekitar 1.100 kg dan petani 6.400 kg.
- Biaya mesin perontok padi (power thresher) Rp1,5 juta per hektar per musim tanam.
Dari perhitungan Wartijah, dengan komponen biaya tersebut, maka total biaya produksi padi sekitar Rp40 juta per hektare per musim tanam. Satu musim tanam padi sekitar 120 hari atau empat bulan.
HET beras premium dan medium hitungan petani
Jika menggunakan fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap GKP bagi Bulog, yang berlaku 3 April 2024 sampai 30 Juni 2024, Rp6.000 per kg, maka pendapatan petani Rp38,40 juta.
Di sini asumsi produktivitas 7.500 kg dan bagian petani setelah dipotong bagian pemanen adalah 6.400 kg. Dari perhitungan di atas marjin petani minus Rp1,6 juta per hektare per musim tanam.
Karena itulah, menurut Wartijah, sebaiknya pemerintah menetapkan HPP terhadap GKP bagi Bulog Rp7.000 per kg sehingga pendapatan petani sekitar Rp44,80 juta per hektare per musim tanam. Dari sini diperoleh keuntungan petani Rp 4,80 juta per musim tanam atau sekitar Rp1,20 juta per bulan.
Dengan harga GKP Rp7.000 per kg, maka menurut Wartijah, yang juga Direktur CV Re Agro Lestari, HET beras premium menjadi sekitar Rp15.500 per kg dan HET beras medium sekitar Rp14.500 per kg.
Dari relaksasi HET beras premium yang Rp14.900 – Rp15.800 per kg, tergantung zona wilayah, yang berlaku 24 April 2024 sampai 30 Juni 2024, HET beras premium mendekati perhitungan petani.
Lihat juga: Pupuk subsidi tahun 2024 ditambah
Dari relaksasi HET beras medium yang Rp12.500 – Rp13.500 per kg, tergantung zona wilayah, yang juga berlaku 24 April sampai 30 Juni 2024, HET beras medium masih di bawah perhitungan petani.
Petani masih bisa meningkatkan marjin (keuntungan) atau kesejahteraan dengan meningkatkan produktivitas dan menekan (mengefisienkan) biaya produksi padi per hektare per musim tanam.
Biaya produksi bisa ditekan, misalnya petani mendapat penuh subsidi pupuk sehingga petani cukup mengeluarkan biaya aplikasi pupuk yang sekitar Rp0,6 juta per hektare per musim tanam.
Dengan penanaman benih atau bibit padi berkualitas dan perawatan yang baik, petani bisa meningkatkan produktivitas, misalnya menjadi 8.500 kg GKP per hektar per musim tanam.
Dari perhitungan di atas, petani berharap pemerintah menetapkan harga keseimbangan baru beras sehingga petani semangat menanam padi dan konsumen nyaman membeli beras.
Syatrya Utama | Email: konten.agrikan@gmail.com
Referensi:
- Winarno Tohir. 2019. Pertanian Presisi untuk Mensejahterakan Petani. Jakarta: Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7309017/lengkap-daftar-terbaru-het-beras-premium-medium.
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20240424175048-4-533136/kenaikan-het-beras-berlanjut-diperpanjang-sampai-31-mei-2024.












