Nugget ayam kultur atau biasa disebut nugget ayam laboratorium (lab) dibiakan dari sel daging ayam.
Chef Colin Buchan dan GOOD Meat.

Nugget ayam kultur atau biasa disebut nugget ayam laboratorium (lab) dibiakan dari sel daging ayam. Bukan dari pemeliharaan di kandang ayam, yang memerlukan waktu budidaya 30-45 hari.

Sel yang dibiakan tersebut berasal dari biopsi sel ayam hidup, daging ayam segar, bank sel, atau akar bulu ayam. Sel tersebut bisa berupa sel utama (otot dan lemak) dan sel punca (stem cell).

Sebelum dimasukkan ke bioreaktor, sel tersebut distandardisasi terlebih dulu. Di bioreaktor terdapat media tumbuh dengan puluhan zat seperti gula, garam, asam amino, mikronutrien, dan zat perangsang tumbuh. Setiap sel hewan membutuhkan media tumbuh yang berbeda-beda.

Di dalam bioreaktor, sel tersebut diproduksi secara eksponensial dengan cepat. Diperkirakan waktu yang diperlukan untuk menghasilkan daging ayam, yang beratnya sekitar 1,5 kg, adalah 14 hari. Bandingkan budidaya ayam di kandang peternakan, yang memerlukan waktu 30-45 hari.

Daging yang dihasilkan adalah format daging ayam untuk nugget dengan merek GOOD Meat. Tetapi kelak, di bawah bendera Eat Just Asia, patungan Eat Just Inc., Amerika Serikat, dan Proterra Investment Partners Asia Pte. Ltd., Singapura, akan diproduksi juga format daging ayam yang lain.

Format daging ayam lainnya yang akan diproduksi antara lain dada ayam. Sekarang ini, produksi daging nugget ayam, Eat Just Asia bekerjasama dengan Food Innovation and Resource, fasilitas penelitian pangan yang dijalankan bersama Singapore Polytechnic dan Entreprise Singapore.

Ke depan, peluang bisnis daging buatan atau daging kultur bakal semakin besar.
Dada daging ayam kultur yang diproduksi di bioreaktor.

Nugget ayam di Klub 1880 Singapura

Penghidangan pertama nugget ayam lab di restoran mewah Klub 1880, Singapura, Sabtu, 19 Desember 2020.

“Ini sebuah sejarah, pertama kali penjualan daging kultur, yang tidak merusak hutan untuk tempat habitat ayam, atau menggunakan antibiotik. Kami sangat senang bermitra dengan 1880 untuk menghidangkan daging kultur,” kata Josh Tetrick, co-founder dan CEO Eat Just.

Klub 1880 didirikan tiga tahun lalu (2018) oleh Marc Nicholson di Robertson Quay, Singapura.

“Kami sangat terhormat menjadi pusat peluncuran global daging kultur Eat Just Inc. Ini sebuah revolusi untuk mengatasi perubahan iklim dan menciptakan peluang luar biasa untuk memberi makan penduduk dunia (planet),” kata Marc Nicholson, pendiri Klub 1880 di Singapura.

“Kerjasama ini sangat menyenangkan bagi saya. Bekerja dengan bahan makanan baru, sesuatu yang sangat kreatif, sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya, dan saya berpikir orang akan mencintainya (daging kultur format nugget ayam),” kata Eksekutif Chef Colin Buchan 1880.

Klub 1880 sangat terhormat menjadi pusat peluncuran global daging kultur Eat Just Inc.
Marc Nicholson, pendiri Klub 1880, Singapura.

“Suatu karir yang langka untuk menciptakan peluang kategori makanan baru dan membantu merancang suatu makanan yang nikmat, pertama di dunia. Bekerjasama dengan Chef Colin pada peluncuran menu ini merupakan suatu yang menyenangkan. Ke depan, kita akan melihat anggota Klub 1880 berdatangan ke sini,” kata Chef Nate Park, Direktur Pengambangan Produk Eat Just.

Produksi nugget ayam kultur ini belum banyak. Paling banter sekitar 48 porsi nugget ayam kultur per hari. Karena itulah harganya masih mahal, sekitar Rp 300 ribuan per porsi. Jadi, wajar kalau penghidangan nugget ayam kultur ini dilakukan di Klub 1880, sebuah klub yang mewah.

Peluang bisnis daging kultur

Ke depan, bisnis daging ayam lab (cultured chicken) atau daging buatan (cultured meat) ini akan semakin besar. Pada 2019, menurut laporan Barclays, diperkirakan pasar daging kultur di dunia sekitar US$ 14 miliar atau 1% dari total pasar industri daging di dunia, yang US$ 1,4 triliun.

Tetapi ke depan, pasar daging kultur ini bakal semakin besar. Pada tahun 2029, pasar daging kultur ini bisa mencapai US$ 140 miliar. Karena itulah, Singapura ingin menangkap peluang pasar ini. Negara itu adalah pertama di dunia yang mengizinkan daging kultur secara komersial.

Menurut Eat Just Inc., produsen daging kultur merek GOOD Meat, Singapore Food Agency (SFA), regulator pangan di Singapura, mengatakan daging ayam kultur aman dikonsumsi. SFA baru mengizinkan secara komersial format daging kultur untuk nugget ayam.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Rilis Eat Just Inc., Eat Just Follows Regulatory Approval with Historic, First-Ever Sale of Cultured Meat, 16 Desember 2020.
  2. https://www.1880.com.sg/. Diakses Senin, 25 Januari 2021.