Dari pemetikan produksi teh, dapat diolah menjadi teh putih, teh hijau, teh oolong, dan teh hitam.
Ilustrasi. Hamparan kebun teh di Arosuka, Kabupaten Solok. Sumber: dokumentasi Agrikan.id.

Pemetikan pucuk teh merupakan pengambilan pucuk tananam teh yang terdiri atas 1 kuncup ditambah 2 – 3 daun muda.

Yang dimaksud dengan pemetikan di sini adalah pemetikan produksi untuk diolah menjadi teh putih (white tea), teh hijau (green tea), teh oolong, dan teh hitam (black tea).

Bukan pemetikan jendangan, yaitu pemetikan yang dilakukan pada tahap awal setelah pemangkasan.

Pada umumnya pemetikan jendangan dilakukan setelah 10 kali pemetikan kemudian dilanjutkan dengan pemetikan produksi.

Pemetikan produksi terus-menerus sesuai dengan jenis petikan tertentu sampai dilakukan pemangkasan.

Macam dan rumus petikan

Macam petikan berdasarkan pada mutu pucuk yang dihasilkan tanpa memperhatikan bagian yang ditinggalkan.

Rumus petikan digambarkan dengan lambang huruf dan angka. Rumus ini mengacu pada penamaan daun teh.

Daun pucuk teh terdiri atas peko, kuncup burung, daun 1, daun 2, daun 3, daun licin, dan kepel ceuli.
Ranting dan penamaan daun teh. Sumber: Kementerian Pertanian, 2010.

Macam dan rumus petikan:

  1. Petikan imperial. Yang dipetik hanya kuncup peko (p). Rumus petikannya: (p+0).
  2. Petikan pucuk pentil. Yang dipetik peko ditambah satu daun muda (m) di bawahnya. Rumus petikannya: (p+1m).
  3. Petikan halus. Yang dipetik peko ditambah satu atau dua lembar daun muda kalau yang dipetik pada ranting peko. Bisa juga yang dipetik adalah kuncup burung (b) ditambah dengan satu lembar daun muda kalau yang dipetik pada ranting kuncup burung. Rumus petikannya: (p+2m, b+1m).
  4. Petikan medium. Rumus petikannya: (p+2m, p+3m, b+1m, b+2m, b+3m).
  5. Petikan kasar. Rumus petikannya: (p+3, p+4, b+1t, b+2t, b+3t). Yang dimaksudkan t di sini adalah daun tua.
  6. Petikan kepel (k). Di sini daun yang tinggal pada perdu hanya kepel. Rumus petikannya: (p+n/k, b+n/k).

Jenis pemetikan

Berdasarkan daun yang ditinggalkan, pemetikan produksi dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Pemetikan ringan. Jika daun yang tertinggal pada perdu satu atau dua daun di atas kepel. Rumusnya: k+1 atau k+2.
  2. Pemetikan sedang. Jika daun yang tertinggal pada bagian tengah perdu tidak ada, tetapi di bagian pinggir ada satu atau dua daun di atas kepel. Rumusnya k+o pada bagian tengah, k+1 pada bagian pinggir.
  3. Pemetikan berat. Jika tidak ada daun yang tertinggal pada perdu di atas kepel dengan rumus: (k+0).

Pada umumnya, pemetikan yang dilakukan adalah pemetikan sedang dengan bidang petik rata.

Jenis petikan

Jenis petikan adalah macam pucuk yang dihasilkan dari pelaksanaan pemetikan.

Petikan halus, petikan medium, dan petikan kasar pucuk teh.
Petikan halus (1), petikan medium (2), dan petikan kasar (3). Sumber: Kementerian Pertanian, 2020.

Berdasarkan jumlah helai daun, jenis petikan terdiri atas beberapa kategori:

  1. Petikan halus. Yang dipetik adalah pucuk peko (p) dengan satu daun, atau pucuk burung (b) dengan satu daun muda (m). Rumusnya: rumus p+1 atau b+1m.
  2. Petikan medium. Yang dipetik adalah pucuk peko dengan dua atau tiga daun muda, serta pucuk burung dengan satu, dua atau tiga daun muda. Rumusnya: (p+2, p+3, b+1m, b+2m, b+3m).
  3. Petikan kasar. Yang dipetik di sini adalah pucuk peko dengan lebih empat daun dan pucuk burung dengan beberapa daun tua (t). Rumusnya: { (p+4 atau lebih, b+(1-4t)}.

Daur petik

Daur petik adalah jangka waktu pemetikan yang satu sampai dengan jadwal pemetikan berikutnya.

Biasanya daur petik pucuk teh itu 7 – 14 hari.
Ilustrasi. Pucuk tanaman teh yang terdiri atas peko dan 3 helai daun muda. Sumber: dokumentasi Agrikan.id.

Daur petik tergantung pertumbuhan pucuk teh. Biasanya daur petik pucuk teh itu 7 – 14 hari sekali.

Beberapa faktor yang menentukan pertumbuhan pucuk teh:

  • Umur pangkas yang makin lambat menyebabkan daur petik semakin panjang.
  • Makin tinggi letak kebun, pertumbuhan semakin lambat sehingga daur petik jadi panjang.
  • Daur petik lebih lama pada musim kemarau dibandingkan pada musim hujan.
  • Daur petik tanaman sehat lebih singkat dibandingkan dengan tanaman kurang sehat.

Demikianlah sahabat Agrikan.id mengenai pemetikan pucuk tanaman teh.

Referensi:

Effendi, D.S dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here