Rata-rata hasil varietas beras merah Inpari Arumba sekitar 6,12 ton gabah kering giling (GKG)/ha.
Beras merah Inpari Arumba. Sumber: bbpadi.litbang.pertanian.go.id.

Pada sebagian masyarakat, terjadi pergeseran pola konsumsi beras. Bukan lagi memakan nasi sekadar kenyang, tetapi juga yang bermanfaat bagi kesehatan.

Meski harga beras merah (red rice) relatif mahal dibanding beras putih (white rice), yang banyak ditanak masyarakat, toh ada juga masyarakat yang suka beras merah untuk kesehatan.

Perubahan pola konsumsi beras tersebut yang menjadi salah satu alasan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Kementerian Pertanian, merilis varietas beras merah.

(Ingin belanja beras merah pulen organik di Tokopedia, silakan klik: https://tokopedia.link/sKRBF16XJqb dan https://tokopedia.link/cjFf3K8YJqb).

Varietas unggul baru beras merah yang sudah dirilis BB Padi antara lain:

  • Inpari Arumba
  • Pamelen
  • Pamera
  • Inpari 24 Gabusan

Inpari Arumba

Varietas beras merah Inpari Arumba yang dirilis tahun 2020 ini merupakan hasil persilangan varietas padi aromatik Sintanur dengan Bahbutong, yang memiliki beras berwarna merah.

Tekstur nasi Inpari Arumba ini pulen dengan rasa yang enak sehingga dapat mengurangi stigma masyarakat yang selama ini menganggap beras merah itu cenderung kurang enak.

Rata-rata hasil Inpari Arumba sekitar 6,12 ton gabah kering giling (GKG)/ha dengan potensi hasil bisa mencapai 10,6 ton GKG/ha.

Varietas beras merah ini tahan serangan wereng batang cokelat biotipe 1, agak tahan biotipe 2 dan 3, serta agak tahan 4 ras utama blas daun.

Pamelen

Varietas beras merah Pamelen ini dirilis BB Padi tahun 2019. Beras merah ini merupakan hasil persilangan IR 64 dengan Oryza rofipogon.

Rata-rata hasil Pamelen ini sekitar 6,73 ton GKG/ha dengan potensi hasil bisa mencapai 11,91 ton GKG/ha. Umur panen sekitar 112 hari setelah semai (HSS).

Tekstur nasi Pamelen ini pulen dengan kadar amilosa sekitar 18,6 persen.

Varietas Pamelen ini agak tahan serangan wereng batang cokelat biotipe 1, agak tahan hawar daun bakteri (HDB) kelompok III, IV, dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro.

Pamera

Varietas beras merah aromatik Pamera ini dirilis BB padi pada tahun 2019. Varietas ini merupakan hasil persilangan Pusa Basmati 4, Pandan Wangi Cianjur, dan Bahbutong.

Rata-rata hasil Pamera sekitar 6,43 ton GKG/ha dengan potensi hasil bisa mencapai 11,33 ton GKG/ha. Umur panen sekitar 113 hari setelah semai (hss).

Tekstur nasi Pamera ini sedang dengan kadar amilosa sekitar 21,1 persen.

Varietas Pamera ini agak tahan wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3, tahan hawar daun bakteri (HDB) kelompok III dan VIII, serta tahan blas ras 033 dan 173.

Inpari 24 Gabusan

Varietas beras merah Inpari 24 Gabusan ini dirilis BB padi pada tahun 2012.

Rata-rata hasil Inpari 24 Gabusan ini sekitar 6,7 ton GKG/ha dengan potensi hasil 7,7 ton GKG/ha. Umur panen sekitar 111 hari sejak semai (hss).

Tekstur nasi Inpari 24 Gabusan ini pulen dengan kadar amilosa sekitar 18 persen.

Varietas beras merah dengan tinggi tanaman sekitar 106 cm ini tahan terhadap hawar daun bakteri (HDB).

Kandungan nutrisi beras merah

Secara umum, setiap 100 gram beras merah mengandung nutrisi berikut ini:

  • Air: 64 gram
  • Energi: 149 kal
  • Protein: 2,8 gram
  • Lemak: 0,4 gram
  • Karbohidrat: 32,5 gram
  • Serat: 0,3 gram
  • Kalsium: 6 mg
  • Fosfor: 63 mg
  • Zat besi: 0,8 mg
  • Natrium: 5 mg
  • Kalium: 91,4 mg
  • Magnesium: 43 mg
  • Seng: 0,9 mg
  • Tembaga: 0,20 mikrogram
  • Vitamin B3: 1,6 mg
  • Vitamin B1: 0,06 mg

Selain itu, beras merah juga mengandung antioksidan flavonoid seperti anthocyanin (antosianin), apigenin, myricetin, dan quercetin.

8 Manfaat beras merah

Dengan kandungan nutrisi seperti di atas, berikut ini 8 manfaat mengonsumsi nasi yang ditanak dari beras merah.

  1. Meningkatkan sistem imun tubuh
  2. Mendukung fungsi saraf
  3. Menangkal radikal bebas
  4. Mencegah penyakit jantung
  5. Menurunkan kadar gula darah
  6. Mengatasi obesitas
  7. Mengatasi penyakit asma
  8. Menjaga kesehatan tulang

Meningkatkan sistem imun tubuh

Beras merah mengandung zat seng (Zn) dan besi (Fe). Besi berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh sehingga beperan penting dalam sistem imun tubuh.

Kandungan seng diperlukan untuk membantu produksi sel-sel darah putih, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Mendukung fungsi saraf

Beras merah mengandung zat besi. Mineral ini membantu fungsi saraf bekerja dengan baik, sehingga dapat mencegah penyakit pada otak.

Rata-rata hasil varietas beras merah Pamera sekitar 6,43 ton GKG/ha.
Varietas beras merah Pamera. Sumber: technology-indonesia.com.

Menangkal radikal bebas

Radikal bebas dapat merusak sel dan jaringan, yang dapat menyebabkan peradangan, kanker, dan sebagainya.

Beras merah mengandung antosianin. Antioksidan yang sangat kuat ini dapat menangkal radikal bebas sehingga dapat mengatasi kerusakan sel dan jaringan.

Mencegah penyakit jantung

Beras merah mengandung antioksidan, kalium, magnesium, dan zat lignan.

Kandungan zat tersebut dapat mencegah peningkatan kadar kolesterol, mengendalikan tekanan darah, dan mencegah penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis).

Dengan mengonsumsi beras merah, maka berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung.

Menurunkan kadar gula darah

Beras merah mempunyai Indeks Glikemik (IG) rendah. IG merupakan ukuran seberapa cepat makanan diserap sehingga meningkatkan kadar gula darah.

Beras putih, yang umumnya memiliki IG tinggi, lebih mudah dicerna dan diserap, sehingga dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Dengan IG rendah, beras merah lebih lama dicerna dan diserap sehingga tidak akan mudah meningkatkan kadar gula darah.

Selain itu, beras merah juga mempunyai asam fitat, polifenol, dan tinggi serat sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darah.

Mengatasi obesitas

Beras merah mengandung serat, protein, dan karbohidrat kompleks yang relatif lebih tinggi dari beras putih.

Dengan mengonsumsi nasi merah membuat perut terasa kenyang relatif lebih lama sehingga dapat mengurangi konsumsi karbohidrat. Hal ini berpotensi untuk mengatasi obesitas.

Mengatasi penyakit asma

Beras mengandung magnesium. Mineral ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit asma.

Menjaga kesehatan tulang

Beras merah kaya kandungan magnesium. Mineral ini dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

Magnesium diperlukan untuk membangun sel-sel tulang sehingga mencegah osteoporosis (kekeroposan tulang).

Magnesium berperan membantu aktivasi vitamin D dalam mengatur kebutuhan kalsium dan fosfat untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang.

Nah, sahabat Agrikan.id, demikianlah penjelasan varietas beras merah dan manfaatnya untuk kesehatan.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/padi-merah-inpari-arumba-kaya-antioksidan.
  2. https://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/3936/.
  3. http://technology-indonesia.com/pertanian-dan-pangan/inovasi-pertanian/inilah-empat-varietas-unggul-padi-tipe-khusus/.
  4. https://www.republika.co.id/berita/q96w14370/kementan-kenalkan-inpari-arumba-varietas-baru-beras-merah.
  5. https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/pangan/7037-Beras-Merah-Inpari-24-Lebih-Pulen-Tapi-Tetap-Sehat.