Mengonsumsi lobster dapat meminimalisir risiko anemia.
Ilustrasi satu porsi daging lobster. Sumber: doktersehat.com.

Di dunia dikenal dua jenis lobster. Pertama, American lobster (Homarus americanus), yang dihidup di daerah yang lebih dingin.

Kontribusi American lobster terhadap pasar lobster di dunia sekitar 70%. American lobster ini biasa juga disebut dengan New England lobster atau Nothern lobster.

Kedua, spiny lobster, yang hidup di daerah tropis atau yang lebih hangat. Di Indonesia banyak ditemukan spiny lobster.

Kontribusi spiny lobster ini terhadap pasar di dunia sekitar 30%. Spiny lobster ini biasa juga disebut dengan Caribbean lobster.

Nutrisi lobster

Biasanya nutrisi dan manfaat lobster bagi kesehatan diukur dari konsumsi satu porsi daging lobster (lobster meat) atau 145 gram.

Satu ekor lobster, porsi cangkang dan limbah sekitar 70% dan dagingnya sekitar 30%. Daging lobster ini diperoleh dari bagian:

  • Daging di perut dan ekor (abdomen and tail) 15%.
  • Daging pada capit (claw meat) 10%.
  • Daging di buku kaki (knuckle) 3%.
  • Daging pada kaki renang dan kaki jalan (leg meat) 2%.
Mengonsumsi lobster dapat mengurangi risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
American lobster. Salah satu cirinya mempunyai capit gede pada kaki jalan. Kredit foto: ramihalim/Getty Images. Sumber: thoughtco.com.

Di pasaran kita mengenal enam ukuran lobster berdasarkan bobot hidup.

  • Chicken: bobot hidup (segar) lobster kurang dari 450 gram per ekor.
  • Quarter: bobot hidup (segar) lobster 550 – 650 gram per ekor.
  • Halves atau select: bobot hidup (segar) lobster 650 – 775 gram per ekor.
  • Deuces: bobot hidup (segar) lobster 900 – 1.000 gram.
  • Jumbo: bobot hidup (segar) lobster 1.300 gram per ekor.
  • Super jumbo: bobot hidup (segar) lobster di atas 2.500 gram per ekor.

Jika kita ingin mendapatkan satu porsi 145 gram daging lobster, sebaiknya kita membeli lobster ukuran quarter. Satu porsi ini mengandung:

  • 129 kalori
  • 1,25 gram lemak
  • 0 gram karbohidrat
  • 27,55 gram protein

Lemak yang banyak terdapat pada lobster adalah lemak tak jenuh ganda. Ada juga lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh. Di sisi lain, lobster juga sebagai sumber asam lemak omega-3.

Lobster juga mengandung kolesterol. Dari satu porsi 145 gram daging lobster, kandungan kolesterolnya sekitar 212 mg. Masih di bawah konsumsi kolesterol yang diperbolehkan, yaitu 300 mg per hari.

Protein lobster juga tergolong protein tanpa lemak (lean protein). Pada protein lobster ini terkandung asam-asam amino esensial yang diperlukan tubuh.

Kandungan mineral dan vitamin lobster:

  • Besi (Fe)
  • Tembaga (Cu)
  • Selenium (Se)
  • Fosfor (P)
  • Magnesium (Mg)
  • Sodium atau Natrium (Na) 705 mg
  • Potasium atau Kalium (K)
  • Seng (Zn)
  • Vitamin B12
  • Vitamin E
  • Choline (Vitamin B4)
  • Vitamin A
Mengonsumsi lobster dapat meningkatkan sistem imun.
Lobster batik (Panulirus longipes longipes), salah satu spesies spiny lobster. Salah satu cirinya, kaki jalannya tidak mempunyai capit gede seperti halnya American lobster. Sumber: taieol.tw.

Manfaat lobster bagi kesehatan

  1. Meminimalisir risiko anemia. Zat tembaga (Cu) dan besi (Fe) berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah. Anemia dicirikan dengan kekurangan sel darah merah atau sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Lobster merupakan salah satu sumber tinggi zat tembaga.
  2. Mengoptimalkan fungsi tiroid. Lobster merupakan sumber selenium (Se) yang baik. Selain sebagai antioksidan, selenium juga membantu tiroid menyerap dan memetabolisme hormon. Meningkatkan asupan selenium dapat memperbaiki kesehatan secara umum, menenangkan suasana hati, dan memperbaiki fungsi tiroid.
  3. Merawat kesehatan mental. Meningkatkan asupan asam lemak omega-3 dapat mengurangi gejala-gejala mental seperti agresif, impulsif, dan depresi. Sementara selenium dapat meminimalisir risiko anak menderita gangguan mental ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder).
  4. Menurunkan kadar kolesterol. Lobster mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini dapat menetralisir kolesterol jahat dalam darah (LDL). Kolesterol jahat ini dapat meningkatkan tekanan darah jika menempel pada dinding pembuluh darah. Di sinilah perlunya mengonsumsi lobster.
  5. Meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh. Lobster mengandung seng (Zn). Seng ini bermanfaat dalam sistem kekebalan tubuh. Defisiensi seng dapat meningkatkan risiko infeksi dan radang paru-paru. Satu porsi lobster (145 gram daging lobster) mengandung 6 mg seng atau setara 67% kebutuhan harian wanita atau 56% kebutuhan harian pria.
  6. Mengurangi risiko kanker prostat. Banyak mengonsumsi makanan laut seperti lobster dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Dengan mengonsumsi lobster dapat meningkatkan asupan asam lemak omega-3: EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid).
  7. Merawat kesehatan tulang. Lobster mengandung kalsium (Ca) dan fosfor (P). Kedua mineral ini berfungsi dalam pembentukan tulang.
  8. Mendukung kesehatan ibu hamil. Lobster merupakan sumber choline atau kolin (vitamin B4) yang luar biasa. Ibu hamil yang mengonsumsi choline yang cukup dapat meningkatkan kesehatan janinnya. Pada kehamilan tiga bulan kedua, kebutuhan choline ibu hamil sekitar 450 mg. Dengan mengonsumsi satu porsi lobster sudah bisa memenuhi kebutuhan choline 26%.
  9. Merawat kesehatan otak. Choline tidak hanya bermanfaat bagi ibu hamil, tetapi juga orang tua. Asupan choline dapat menjaga fungsi memori visual dan verbal otak sehingga risiko terkena penyakit Alzheimer rendah. DHA juga berperan dalam menjaga kondisi kognitif. Vitamin B12 juga berperan dalam merawat fungsi myelin, elemen yang melindungi sistem saraf otak.
  10. Merawat kesehatan jaringan tubuh. Lobster banyak mengandung protein tanpa lemak (lean protein). Dalam protein ini terdapat asam-asam amino esensial. Asam amino esensial ini berperan dalam merawat kesehatan jaringan tubuh.
  11. Mengurangi risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Kandungan nutrisi pada lobster dapat mengurangi risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Dengan mengonsumsi lobster dapat mengurangi risiko penyakit tersebut.

Risiko mengonsumsi lobster

  1. Alergi. Mengonsumsi lobster, udang, kepiting, atau rajungan dapat menyebabkan alergi bagi orang-orang tertentu. Hal ini dapat memicu diare, muntah, batuk, gatal-gatal, dan sebagainya.
  2. Sumber lobster. Lobster dari sumber yang kurang terpercaya bisa mengandung parasit, biotoksin, logam berat (seperti merkuri), dan polutan kimia. Hal ini bisa meracuni tubuh. Karena itu belilah lobster dari sumber yang terpercaya. Atau makanlah lobster di rumah makan yang terpercaya.

Begitulah kandungan nutrisi dan manfaat lobster bagi kesehatan. Karena itulah wajar jika lobster tergolong komoditas (seafood) yang bernilai ekonomi tinggi. Banyak manfaatnya bagi kesehatan kita.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. https://www.thoughtco.com/american-lobster-profile-2291817. Diakses Sabtu, 18 Juli 2020.
  2. https://www.thoughtco.com/spiny-lobster-facts-4582934. Diakses Sabtu, 18 Juli 2020.
  3. https://doktersehat.com/manfaat-lobster/. Diakses Sabtu, 18 Juli 2020.
  4. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3635986/heboh-soal-ekspor-benih-lobster-ini-manfaat-lobster-bagi-kesehatan. Diakses Sabtu, 18 Juli 2020.
  5. https://www.medicalnewstoday.com/articles/303332#diet. Diakses Kamis, 16 Juli 2020.
  6. https://www.verywellfit.com/lobster-nutrition-facts-4134901. Diakses Kamis, 16 Juli 2020.