tip memilih daging ayam segar di pasar
Karkas ayam segar, ayam suntik, ayam berformalin, dan ayam bangkai. Sumber foto: diolah dari buku Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan.

AGRIKAN.ID – Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang harganya relatif terjangkau dan mudah diperoleh.

Masyarakat konsumen tentu mendambakan daging ayam yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) karena terjamin jika dikonsumsi.

Aman berarti tidak mengandung bibit penyakit dan bahan kimia atau obat-obatan yang dapat mengganggu kesehatan. Sehat berarti memiliki zat-zat bergizi dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan.

Lihat juga: Daging ayam sumber protein keluarga

Utuh berarti tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan lain. Halal berarti dipotong dan ditangani sesuai dengan syariat Agama Islam.

Setelah ayam disembelih secara halal dihasilkan karkas, yaitu bagian tubuh ayam yang telah dicabut bulunya, dikeluarkan jeroannya (hati, jantung, rempela, paru-paru, usus, ginjal), serta dipotong kaki, leher, dan kepalanya.

Untuk ayam broiler (ayam ras pedaging), bobot karkasnya sekitar 60,1% dari bobot ayam hidup (live bird).

Lihat juga: karkas ayam broiler

Karkas ini bisa dijual secara utuh (whole chicken). Bisa juga dijual potongan. Ada yang dipotong dua (vertikal atau simetris), dipotong empat, dipotong delapan, atau dipotong 12 sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Di pasar, karkas ayam ini bisa dalam bentuk segar (fresh), segar dingin (disimpan di lemari pendingin atau chiller atau kulkas pada suhu 10C – 100C), atau beku (disimpan di lemari pembeku atau freezer pada suhu -180C).

Jika langsung untuk dimasak pada hari pembelian, biasanya konsumen atau masyarakat lebih suka membeli karkas ayam dalam bentuk segar. Awam lebih mengenalnya dengan ayam segar.

Lihat juga: Daging ayam beku dan segar

Tetapi di pasar, kadangkala ada oknum pedagang yang kurang baik, yaitu menjual daging ayam suntik (ayam gelonggongan), ayam berformalin, dan ayam bangkai (ayam tiren atau ayam mati kemaren).

Mari kita mengenal ciri-ciri daging ayam segar, ayam suntik, ayam berformalin, dan ayam bangkai agar bisa mendapatkan ayam segar dan terhindar membeli ayam suntik, ayam berformalin, dan ayam bangkai.

Ciri-ciri daging ayam segar

Sebelum membeli daging ayam segar, sebaiknya masyarakat umum memperhatikan ciri-cirinya.

  • Warna putih kekuningan cerah (tidak gelap, tidak pucat, tidak kebiruan, dan tidak terlalu merah).
  • Bau tidak menyimpang (tidak berbau amis, tidak ada bau menyengat, tidak ada bau busuk, dan tidak ada bau asam).
  • Permukaan daging lembab (tidak kering dan tidak basah).
  • Permukaan daging bersih dan tidak ada darah.
  • Serabut daging relatif halus.
  • Bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna putih agak pucat.
  • Pumbuluh darah di leher dan sayap kosong (tidak ada sisa darah).
  • Teksturnya elastis dan tidak terlalu keras. Cara mengeceknya dengan menekan dan merasakan tekstur daging. Daging yang segar cenderung kembali seperti bentuk semula setelah ditekan.
  • Perhatikan lalat di sekitarnya. Meski lalat adalah hewan pengganggu dan penyebar penyakit, tetapi kehadirannya sebagai indikator yang baik dalam menentukan kesegaran pangan asal hewan.
  • Daging disimpan dalam kondisi dingin (pada suhu 10C – 100C). Biasanya ini untuk daging yang dijual di pasar swalayan.
  • Jika membeli daging ayam segar di pasar swalayan, periksa tanggal produksinya. Jika tanggal produksinya tidak jauh dari tanggal pembelian, maka daging ayam tersebut masih segar dan layak dibeli. Perhatikan juga kemasannya, apakah bocor atau tidak. Jika kemasannya rusak, sebaiknya pilih kemasan lain yang tanggal produksinya dekat dengan tanggal pembelian.

Lihat ebook: Tip memilih daging ayam segar dan sehat

Ciri-ciri daging ayam suntik (ayam gelonggongan)

Ayam suntik atau ayam gelonggongan adalah ayam yang disuntik dengan air agar terlihat lebih gemuk, berisi, dan bila ditimbang menjadi lebih berat. Beratnya bisa bertambah sekitar 100 – 200 gram.

Biasanya ayam suntik ini dilakukan oknum pedagang untuk meraih keuntungan yang kurang wajar.

Lihat juga: Segmen pasar ayam broiler

Akibatnya tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan masyarakat.

Berikut ini ciri-ciri daging ayam suntik atau ayam gelonggongan yang perlu dipahami masyarakat agar terhindar membeli daging ayam tersebut.

  • Perhatikan pada dada ayam, ada bekas jarum suntikan.
  • Perhatikan pada paha ayam, ada bekas jarum suntikan.
  • Kulit ayam meregang karena daging terisi air.
  • Daging ayam terlihat lebih basah.
  • Tekstur daging ayam lembek karena adanya air di bawah lapisan kulit.
  • Jika daging ayam diangkat maka akan meneteskan air.
  • Jika daging ayam diiris secara melintang dapat mengeluarkan air.

Ciri-ciri daging ayam berformalin

Ayam berformalin adalah karkas atau daging ayam yang mengandung formalin. Formalin tersebut diberikan melalui suntikan ke dalam daging atau daging dicelupkan ke dalam larutan formalin.

Tujuannya agar masa simpan daging ayam di suhu ruang (sekitar 25oC) bisa lebih lama sehingga oknum pedagang bisa menjual daging ayam berformalin lebih lama sampai terjual.

Lihat juga: Daging ayam yang bermutu

Tetapi hal tersebut bisa membahayakan kesehatan masyarakat. Sebab formalin (formaldehyde) merupakan pengawet mayat dan tidak aman untuk dikonsumsi.

Masyarakat umum perlu mengenal ciri-ciri daging ayam berformalin agar terhindar membeli daging ayam tersebut.

  • Pada ayam berformalin, jika dicubit bagian kulitnya (dianjurkan menggunakan sarung tangan atau pinset pada saat mencubit kulit), maka kulit tidak kembali ke semula dan kulit terlihat kaku.
  • Warna kulit daging ayam lebih putih. Hal ini terjadi karena formalin membuat pigmen pada daging ayam menjadi rusak sehingga mengubah warna daging.
  • Jika diraba, kulit terasa kesat. Teksturnya lebih keras.
  • Tercium bau kimia. Bisa bau dari formalin itu sendiri atau bahan kimia lainnya dalam proses pengolahan.
  • Jika terdapat cairan keluar dari karkas dan teksturnya bertepung, ini pertanda daging ayam tersebut sudah kemasukan bahan kimia. Tekstur daging yang bertepung tersebut merupakan sisa-sisa bahan kimia.
  • Daging ayam tidak dihinggapi lalat. Lalat tidak mau hinggap di daging ayam berformalin.

Ciri-ciri daging ayam bangkai (ayam tiren atau ayam mati kemaren)

Ayam bangkai atau ayam tiren atau ayam mati kemaren adalah ayam yang telah mati yang disembelih atau tidak disembelih sehingga darah tidak keluar dari tubuh ayam.

Ayam tiren ini banyak dijajakan di pasar dengan harga yang sangat murah.

Lihat juga: Sumber daging ayam

Mestinya ayam yang mati di kandang atau dalam pengangkutan transportasi, dikubur. Tetapi ada oknum pedagang yang memanfaatkan ayam mati ini untuk tetap dipotong dan dijual di pasar.

Masyarakat umum perlu mengenal ciri-ciri daging ayam tiren agar terhindar membeli daging ayam tersebut.

  • Perhatikan pada sayap. Pembuluh darah pada pangkal sayap berwarna biru kehitaman karena berisi darah.
  • Perhatikan permukaan karkas. Permukaannya terlihat warna kemerahan (seperti memar).
  • Perhatikan pada daging di balik kulit. Terdapat warna kemerahan pada daging (seperti memar).
  • Perhatikan pada pembuluh darah di balik kulit. Pembuluh darah kapiler terlihat jelas (merah kehitaman).
  • Perhatikan pada leher, ada pembuluh darah yang tidak terpotong. Permukaan potongan saluran napas (trakea), saluran makan (esofagus), dan pembuluh darah rata, pembuluh darah terisi darah dan berwarna kehitaman (gelap).
  • Warna daging tidak cerah, pucat, kebiruan, dan merah.
  • Bau daging ayam menyengat, agak anyir atau amis, terkadang berbau darah atau busuk.
  • Kalau dipegang, konsistensi otot dada dan paha lembek.
  • Pada kulit terdapat bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap, dan dada.
  • Bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna kemerahan.
  • Ayam tiren biasa juga dijual dalam kondisi setengah matang dengan pewarna kuning. Cek dulu sebelum membeli. Buka kulit ayam tersebut. Jika ayam tiren, biasanya terdapat bercak darah yang membeku di antara kulit dan dagingnya.

Nah, sahabat AGRIKAN.ID, demikian informasi mengenai ciri-ciri daging ayam segar, ayam suntik, ayam berformalin, dan ayam tiren.

Tentu masyarakat menginginkan ayam segar dan menghindari ayam suntik, ayam berformalin, dan ayam tiren.

Syatrya Utama | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan. 2018. Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan. Bogor: Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH).
  2. Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan. 2010. Tanya Jawab Seputar Daging Ayam Sumber Makanan Bergizi.
  3. Riset informasi di broilerx.com, deheus.id, disnakeswan.lebakkab.go.id, ditjenpkh.pertanian.go.id, ejournal.unuja.ac.id, fk.ui.ac.id, hock.id, putraperkasa.co.id, sogood.id, dan sumbermakanan.co.id.

Lihat Ebook: Panduan Praktis Menulis Artikel