eFishery kampanye makan ikan mencegah stunting
Peserta Kampanye Hari Makan Ikan menerima ikan eFishery.

AGRIKAN.ID – Menjelang Hari Ikan Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 21 Nopember, bekerja sama dengan Forikan (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) dan ahli gizi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, eFishery Foundation mengadakan Kampanye Hari Makan Ikan di Bandung, Jawa Barat.

Kampanye tersebut dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan untuk mencegah stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak). eFishery merupakan perusahaan teknologi akuakultur dari Indonesia yang bermisi menyediakan protein dunia melalui akuakultur.

Lihat juga: eFishery raih ASEAN Business Award

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa 7 Nopember 2023 tersebut diikuti dengan pendistribusian ikan kepada 125 peserta acara yang terdiri dari petugas PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), ibu hamil dan menyusui serta perangkat daerah setempat.

Penyebab dan pencegahan stunting

Stunting merupakan kondisi pada anak yang ditandai dengan tinggi badan kurang jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Anak dengan asupan nutrisi yang minim sejak kecil dan berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Tapi perlu diingat. Anak pendek belum tentu mengalami stunting. Tetapi anak yang mengidap stunting hampir dipastikan berperawakan pendek.

Lihat juga: Ikan nila dan kandungan nutrisinya

Menurut WHO (World Health Organization), sekitar 20% kasus stunting terjadi sejak janin di dalam kandungan.

Hal ini bisa terjadi antara lain karena ibu hamil kurang mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti zat besi, asam folat, dan yodium sehingga janinnya kurang menyerap nutrisi yang baik.

Setelah ibu hamil melahirkan, bayinya kurang mendapat asupan gizi yang baik terutama pada usia di bawah dua tahun. Dalam hal ini asupan ASI (air susu ibu) dan MPASI (makanan pendamping ASI).

Lihat juga: Siklus hidup udang vaname

Selain itu, stunting bisa juga disebabkan kurangnya asupan makanan, terutama yang kaya protein, mineral seng, dan zat besi yang sangat dibutuhkan anak pada usia balita (bawah lima tahun).

Salah satu cara mencegah atau mengatasi stunting adalah dimulai dari ibu hamil dengan mengonsumsi makanan yang bergizi agar janinnya mendapat asupan nutrisi yang baik.

Setelah kelahiran, bayi perlu diberi ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Di samping ASI, sampai usia dua tahun bayi diberi MPASI. Dalam hal ini ibu menyusui juga perlu mendapat asupan nutrisi yang baik.

Lihat juga: Ikan kembung kaya Omega 3

Sampai balita dan seterusnya, anak perlu diberi makanan yang kaya protein, mineral, dan vitamin.

Mengonsumsi ikan kaya protein

Ikan merupakan bahan makanan yang mengandung nutrisi seperti protein, asam lemak tak jenuh Omega 3 (Eicosapentaenoic Acid atau EPA dan Docosahexaenoic Acid atau DHA), yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, seng, taurin, dan coenzyme Q10.

Selenium berperan dalam membuat antioksidan. Co-enzyme Q10 juga berfungsi sebagai antioksidan. Taurin merupakan asam amino yang berperan dalam fungsi retina dan kognitif. Sementara EPA dan DHA antara lain berperan menurunkan trigliserida (lemak darah tidak sehat) dan tekanan darah.

Dengan rutin mengonsumsi ikan yang kaya protein dan nutrisi lainnya bisa menjadi solusi efektif atau jitu dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.

Lihat juga: Ikan lele mengandung Omega 3 dan 6

Menurut WHO, suatu negara dikatakan memiliki masalah stunting jika kasusnya mencapai 20%.

Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2021, kasus balita menderita stunting mencapai 24,4%. Dengan demikian, masalah stunting di Indonesia perlu ditangani dengan baik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi ikan, karena ikan merupakan sumber protein yang mudah didapat, harganya terjangkau, dan kaya akan nutrisi yang baik untuk mencegah stunting,” kata Luciana Dita Chandra Murni.

Lihat juga: Manfaat makan lobster bagi kesehatan

“eFishery Foundation terus berupaya menegaskan komitmen perusahaan untuk pengembangan kualitas hidup masyarakat,” kata Head of Regulatory and Government Affairs eFishery itu.

“Kami selalu berupaya mewujudkan salah satu misi eFishery, yaitu menyediakan kebutuhan pangan dunia yang berkualitas melalui produk akuakultur,” katanya. “Kami berharap bisa terus berkontribusi kepada masyarakat secara berkelanjutan dan mendorong mitra lain melakukan hal yang sama.”

Pada saat ini konsumsi ikan di Indonesia sekitar 56,00 kg/kapita/tahun. Tingkat konsumsi ini lebih rendah dari target Kementerian Kelautan dan Perikanan yang secara nasional 61,02 kg/kapita/tahun.

Rendahnya konsumsi ikan ini bisa berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam hal kecukupan asupan protein dan nutrisi penting lainnya.

Ikan sumber gizi yang baik dengan harga terjangkau

“Kami sangat senang dan mengapresiasi inisiatif kampanye dalam menyambut Hari Ikan Nasional yang dilakukan oleh eFishery Foundation,” kata Herni Herdiani.

“Selama ini masyarakat kurang mendapatkan edukasi bahwa ada sumber gizi yang baik dan terjangkau yaitu ikan,” kata Ketua Forikan Jawa Barat itu.

“Kegiatan ini memberikan dampak yang baik untuk peningkatan pengetahuan masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan. Semoga kegiatan Hari Makan Ikan bersama eFishery ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Salah satu tujuan utama acara Kampanye Hari Makan Ikan yang diinisasi eFishery Foundation ini adalah untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat dalam memahami pentingnya konsumsi ikan dan manfaat produk perikanan sehingga mampu meningkatkan konsumsi ikan di tingkat daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bukti sinergi berbagai pihak untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan konsumsi ikan dan mengurangi angka stunting di Indonesia.

Syatrya Utama | Bloger, Jurnalis, dan Alumni IPB University | Email: syatrya_utama@yahoo.com

Referensi:

  1. Rilis eFishery, Selasa, 7 Nopember 2023.
  2. Nikijuluw, VPH. 2011. Manfaat Ikan (Kumpulan Artikel Dalam Warta Pasar Ikan). Jakarta: Direktorat Pemasaran Dalam Negeri, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  3. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-stunting.
  4. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1388/mengenal-apa-itu-stunting.