Teh putih terbuat dari peko dan daun muda tanaman teh.
Teh putih Silver Needle dari Yunan, China. Sumber: mandalatea.com. Diakses Selasa, 8 September 2020.

Teh putih (white tea) yang bermutu tinggi terbuat dari peko (kuncup) tanaman teh Camellia sinensis var. Khenge Bai Hao and Camellia sinensis var. Fudin Bai Hao, yang hanya tumbuh di Fujian, China.

Peko tersebut akan terlihat berwarna putih pucat dan berbulu halus. Rambut atau bulu halus ini merupakan instrumen alami tanaman teh untuk melindungi tunas baru dari serangan serangga.

Pemanenan peko ini dilakukan secara hati-hati dengan tangan. Jumlahnya tidak banyak, relatif sedikit. Karena itu jangan heran kalau harga teh putih ini relatif mahal, sekitar Rp 1,5 – 2 juta per kg.

Tetapi ada juga teh putih dari peko dan daun muda (pertama atau kedua di bawah peko) tanaman teh di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itulah di pasar dikenal berbagai jenis teh putih.

Di Indonesia sendiri, tanaman teh yang ditanam secara komersial terdapat dua varietas, yaitu Camellia sinensis (L.) O. Kuntze var sinensis dan Camellia sinensis (Master) Kitamura var assamica.

Peko dan daun muda tanaman teh serta kandungan polifenolnya.
Ilustrasi. Pucuk tanaman teh. Sumber: dokumentasi agrikan.id, Kementerian Pertanian (2010), dan Pusat Penelitian Teh dan Kina (2006).

Produksi teh putih

Pengolahan teh putih hanya melalui proses pelayuan dan pengeringan. Pelayuan segera dilakukan setelah pemetikan peko dan atau daun muda selama sekitar 72 jam.

Melalui pelayuan ini, diharapkan kadar air peko dan atau daun muda teh turun menjadi sekitar 12%. Setelah pelayuan, peko dan atau daun muda teh ini dikeringkan dengan mesin pengering.

Jadi pada pengolahan teh putih ini tidak terjadi reaksi oksidasi enzimatis (oksimatis). Dulu reaksi oksimatis ini disebut fermentasi sehingga teh putih ini digolongkan sebagai teh tanpa fermentasi.

Proses yang menimal dan tanpa oksimatis ini membuat teh putih mempunyai cita rasa yang lembut.

Jenis teh putih

Seperti daerah asalnya Provinsi Fujian, China, teh putih mempunyai peringkat yang berbeda-beda.

Teh putih yang hanya terbuat dari peko disebut supreme grade. Peko dipetik dengan tangan secara hati-hati pada musim semi (di China) yang hanya dalam waktu 2 – 7 hari per tahun.

Ada lagi teh putih high grade yang terbuat dari peko dan dua daun muda (pertama dan kedua) di bawah peko, yang juga dipetik pada musim semi (di China) hanya dalam waktu 2 – 7 hari per tahun.

Kadangkala tanaman teh harus dinaungi dulu sebulan atau lebih sebelum dipetik pucuknya supaya menghasilkan teh putih berkadar klorofil rendah dan antioksidan polifenol yang lebih tinggi, tetapi kafeinnya sangat rendah.

Di pasaran seperti di marketplace, banyak yang menjual teh putih dengan berbagai merek. Teh putih yang berkualitas tinggi hanya terbuat dari peko tanaman teh.

  • Bai Hao Yin Zhen (Silver Needle). Teh putih ini hanya terbuat dari peko tanaman teh yang tumbuh di Fujian, China. Yaitu peko tanaman teh Camellia sinensis var. Khenge Bai Hao and Camellia sinensis var. Fudin Bai Hao. Tetapi ada juga Silver Needle dari peko tanaman teh yang tumbuh di negara lain seperti Indonesia, India, dan Nepal.
  • Bai Mudan (White Peony). Teh putih ini terbuat dari peko dan daun muda tanaman teh. Teh putih ini terasa lebih kuat dan gelap dari Bai Hao Yin Zhen karena sedikit terjadi oksimatis. Bai Mudan ini dapat memperbaiki kesehatan ginjal, hati, dan mengencerkan darah.
  • Shou Mein (Eyebrow White Tea). Teh putih ini diproduksi di China. Terbuat dari peko dan daun pertama di bawah peko. Rasa teh ini lebih kuat, ada rasa buah, dan hampir mirip rasa teh oolong.
  • Monkey Picked White Tea. Teh putih ini juga terbuat dari peko dan daun muda teh. Terminologi monkey picked menyimbolkan teh China yang berkualitas tinggi.
  • Darjeeling White Tea. Teh putih ini hanya terbuat dari peko tanaman teh yang tumbuh di Darjeeling, India. Teh putih ini tergolong Silver Needle, tapi rasanya berbeda dengan Bai Hao Yin Zhen. Ada juga teh putih yang dibuat dari peko tanaman teh di Indonesia dengan merek yang berbeda juga digolongkan sebagai Silver Needle.

Jadi, kalau Anda mau membeli teh putih (white tea), perhatikan bahan bakunya apakah hanya terbuat dari peko atau kombinasi peko dan daun muda (pertama atau kedua) di bawah peko.

Selain itu, perhatikan juga dari tanamah teh yang tumbuh di daerah atau negara mana. Karena pada dasarnya rasa dan manfaat teh juga tergantung pada agroklimat di mana teh itu tumbuh.

Penyeduhan teh putih

Pada umumnya, teh putih dipasarkan dalam bentuk helaian daun kering (loose leaf tea). Tetapi ada juga teh putih yang dipasarkan dalam bentuk teh celup (tea bag), yang seluruhnya berisi teh putih.

Untuk teh putih berupa helaian daun kering (loose leaf tea), seduh 2 gram (sekitar satu sendok teh) teh putih ke dalam air mendidih pada saat suhunya sudah turun menjadi sekitar 75 – 800C. Volume airnya sekitar 150 – 200ml atau setara dengan satu cangkir dan lama penyeduhan 2 – 3 menit.

Jika mau dinikmati dalam keadaan dingin, yang diseduh 4 gram (sekitar dua sendok teh) daun teh putih kering ke dalam air mendidih yang suhunya sudah turun menjadi sekitar 75 – 800C. Lama penyeduhan juga sekitar 2 – 3 menit. Kemudian tambahkan es batu.

Rollaas White tea, produksi PTPN 12. Sumber: ptpn12.com. Diakses Selasa, 23 Juni 2020.

Jika berupa teh putih celup (tea bag), seduh satu bungkus teh putih celup ke dalam air mendidih yang suhunya sudah turun menjadi sekitar 70 – 800C. Lama penyeduhan sekitar 2 – 3 menit.

Untuk penyajian dingin, seduh dua bungkus teh putih celup ke dalam air mendidih yang suhunya sudah turun menjadi sekitar 70 – 800C. Lama penyeduhan juga sekitar 2 – 3 menit. Kemudian tambahkan es batu.

Bisa juga menggunakan panduan penyeduhan Rollaas White Tea, teh putih yang diproduksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 12, Jawa Timur.

Seduh 2 gram Rollaas White Tea ke dalam secangkir air putih (sebelumnya air sudah dididihkan dulu) pada suhu 800C selama 2 – 3 menit.

Seduhan Rollaas White Tea ini berwarna putih keperakan. Meski cuma 2 gram, tapi kandungan antioksidannya setara 12 gelas jus jeruk.

Rollaas White Tea ini mempunyai aroma bunga yang segar dengan cita rasa yang agak manis dan ringan sehingga lembut di lidah.

Kandungan bioaktif pada teh putih, teh hijau, teh oolong, dan teh hitam.

Manfaat teh putih

  • Mencegah obesitas. Dari hasil penelitan, ekstrak teh putih dapat menghancurkan lemak dan menghambat pertumbuhan sel-sel lemak baru di dalam tubuh. Teh putih mengandung kafein dan ketekin. Sinergitas kedua zat ini dapat membakar lemak dan meningkatkan metabolisme.
  • Melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Dengan dioleskan di permukaan kulit, teh putih bisa melindungsi sel-sel kulit dari sengatan sinar ultraviolet.
  • Mengurangi risiko gangguan pada jantung. Polifenol pada teh putih dapat membantu melebarkan pembuluh darah, meningkatkan imunitas, dan mencegah kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL) teroksidasi. Hal ini membuat risiko penyakit jantung menjadi rendah.
  • Memerangi kuman dan mencegah infeksi, bahkan mampu menghancurkan organisme penyebab penyakit.
  • Melindungi gigi dari bakteri.  Beberapa studi menunjukkan bahwa fluoride, tannin, dan katekin dalam teh putih dapat melawan bakteri penyebab karies pada gigi.
  • Memperbaiki sel-sel yang rusak. Teh putih mengandung antioksidan tipe polifenol yang disebut katekin yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas.
  • Melawan sel-sel kanker. Kandungan antioksidan polifenol dalam teh putih dapat membunuh dan menghentikan pertumbuhan sel-sel tertentu yang tidak diinginkan seperti kanker paru dan kanker kolon. Tapi pada manusia manfaat ini perlu penelitian lebih lanjut.
  • Melindungi dari osteoporosis. Katekin dalam teh putih dapat mengurangi risiko osteoporosis dengan cara mendorong pertumbuhan atau perbaikan tulang dan menekan kerusakan tulang.
  • Mengendalikan diabetes. Beberapa studi menununjukkan bahwa polifenol dalam teh putih dapat menurunkan risiko resistensi insulin dan dapat mengendalikan kadar gula darah penderita diabetes.
  • Mencegah penuaan dini. Menurut Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Kementerian Pertanian, antioksidan dalam teh putih 100 kali lebih banyak dari vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E sehingga teh putih sangat baik untuk mencegah penuaan dini.

Nah, demikianlah sahabat Agrikan.id tentang jenis dan manfaat teh putih. Di Indonesia, proporsi produksi teh putih dan oolong sekitar 2%, sementara teh hijau 20% dan teh hitam sekitar 78%.

Jumlah produksi teh putih memang relatif sedikit karena bahan bakunya hanya dari peko dan atau ditambah daun muda (pertama atau kedua dari peko), tapi manfaatnya sangat baik bagi kesehatan.

Referensi:

  1. https://www.teatulia.com/tea-varieties/what-is-white-tea.htm. Diakses Minggu, 21 Juni 2020.
  2. https://www.teatulia.com/buy-organic-white-teas-online/. Diakses Minggu, 21 Juni 2020.
  3. https://www.healthline.com/nutrition/white-tea-benefits#section11. Diakses Minggu, 21 Juni 2020.
  4. https://www.mongabay.co.id/2019/01/13/mencicipi-white-tea-teh-termahal-dari-indonesia-apa-khasiatnya/. Diakses Minggu, 21 Juni 2020.
  5. https://www.alodokter.com/manfaat-teh-putih-dan-cara-menyajikannya. Diakses Minggu, 21 Juni 2020.
  6. https://ptpn12.com/2019/07/10/rollaas-white-tea/. Diakses Selasa, 23 Juni 2020.
  7. Effendi, D.S dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 
Berkat pertanian, Wayan Supadno sukses bangkit dari kebangkrutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here